News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mencicipi Kampelan, Burger dengan Kearifan Lokal dari Ajibarang Banyumas

Ada makanan tradisional unik, dan hanya bisa dijumpai secara endemis di sekitar Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Namanya kampelan, seperti apa?.
Minggu, 26 Desember 2021 - 10:20 WIB
Kuliner Kampelan, Burger dari Banyumas
Sumber :
  • Tim tvOne - Sonik Jatmiko

Banyumas, Jawa Tengah - Ada makanan tradisional unik, dan hanya bisa dijumpai secara endemis di sekitar Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Namanya kampelan. Makanan yang sudah ada sejak dahulu ini, mirip burger dengan kandungan lokal. Seperti apa?

Kampelan masuk dalam kategori makanan goreng-gorengan. Tetapi dari komposisi bahannya, bisa masuk kudapan, juga bisa makanan berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kampelan adalah gabungan ketupat dan dage, atau lazim juga menggunakan tempe. Dage adalah makanan terbuat dari bungkil kelapa yang olahannya mirip tempe, yakni difermentasi.

Dengan komposisi ini, kampelan memiliki bagian sumber karbohidrat, yakni ketupat dan protein yakni dage atau tempe. Biasanya, di tengah keduanya, diberi sambal cabai rawit merah yang pedas. Baru dibalut dengan tepung untuk digoreng.

"Tidak seperti tempe mendoan, kampelan digoreng kering sampai bercita rasa kriyuk," ujar Haryati, pedagang kampelan di Ajibarang. 

Dari bahan dan cara penyajian kampelan, mengingatkan pada makanan burger yang konon asli Jerman, tapi sangat favorit di Amerika. Keduanya memiliki bagian karbohidrat dan protein, sama-sama ditangkup dan diberi saus untuk cita rasanya. Hanya saja kampelan dimasak dengan cara digoreng.

"Iya, ini mirip burger. Tangkupannya dan sekali hap.. bisa dapat karbohidrat dan lauk protein. Rasanya bisa diterima banget sama lidah orang Indonesia, karena memang goreng-gorengan," ujar Deni, warga Jakarta yang mencoba mencicipi kampelan.

Kampelan, banyak dijual di warung-warung kecil di sekitaran Kecamatan Ajibarang. Bahkan, kecamatan tetangga seperti Pekuncen, Gumelar, Wangon, dan Cilongok, juga bisa dijumpai. Bisa dikatakan, kampelan dijumpai di eks wilayah kawedanan sisi barat Kabupaten Banyumas. Tetapi, anehnya di sekitaran Kota Purwokerto sebagai ibukota Kabupaten Banyumas, kampelan sudah jarang dan sulit dijumpai. Pun di kecamatan lain di Kabupaten Banyumas .

 

"Iya memang ini lebih mudah dijumpai di daerah barat (Banyumas). Meski kekinian, di Kota Purwokerto dan kecamatan lain juga mulai ada yang menjajakan, karena saat ini mobilitas warga dan interaksi yang cepat melalui media sosial. Sehingga orang saling meniru dan mencoba hal baru yang bisa diterima mereka," ujar budayawan Banyumas yang tinggal di Ajibarang, Wanto Tirta, kepada tvonenews.com, Minggu (26/12).

Nama kampelan, menurut Wanto, sebenarnya pilihan kata yang tidak bermakna dasar makanan atau diambil dari cara mengolah makanannya. Mendoan misalnya, ini mengambil arti dari cara menggorengnya yang cepat. Kampelan merupakan bahasa Banyumasan yang arti harfiahnya adalah saling berpelukan antara dua orang.

"Ciri khas orang Banyumas itu 'ndablong' atau 'nakal', segala hal tak dianggap berat dan cenderung melucu. Sehinga ketika ada makanan ketupat dan tempe atau dage ditangkupkan, dikonotasikan sebagai berpelukan atau kampelan. Akhirnya menjadi nama makanan kampelan," beber Wanto.

Kampelan, lanjut Wanto, paling tepat dinikmati sebagai sarapan. Di kampelan sudah ada nasi berbentuk ketupat, lauk dage atau tempe, dan sambal. Ditemani secangkir teh pahit kental, cukup untuk persiapan beraktivitas hingga siang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu apa harapan dari budayawan terhadap kampelan? Menurut Wanto, karena ini merupakan hasil budaya, bisa dikenalkan, supaya bisa diterima masyarakat lebih luas. Lalu bisa menjadi ikon melalui pameran atau festival.

"Jika diperlukan, ini juga merupakan warisan leluhur yang bisa dipatenkan sebagai warisan budaya tak benda, seperti yang sudah disematkan pada mendoan," ujar Wanto.(Sonik Jatmiko?Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sistem untuk Monitor Kinerja ASN saat WFH Dikembangkan, Pramono Harap Produktivitas Tetap Terjaga

Sistem untuk Monitor Kinerja ASN saat WFH Dikembangkan, Pramono Harap Produktivitas Tetap Terjaga

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) terkait kebijakan WFH bagi ASN.
Pemain Asing Jakarta LavAni Ikut Tryout Draft Liga Voli Korea 2026-2027

Pemain Asing Jakarta LavAni Ikut Tryout Draft Liga Voli Korea 2026-2027

Pemain asing Jakarta LavAni, Georg Grozer dikabarkan mengikuti tryout draft Liga Voli Korea 2026-2027.
Masyarakat Demo Pemkab Jombang Tolak Anggaran Seragam DPRD Rp500 Juta, Pemda: Sudah Dianggarkan

Masyarakat Demo Pemkab Jombang Tolak Anggaran Seragam DPRD Rp500 Juta, Pemda: Sudah Dianggarkan

Massa FRMJ menegaskan akan kembali menggelar aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih besar apabila pemerintah daerah tidak memenuhi tuntutan mereka.
Jangan Anggap Sepele, Ini 3 Risiko Penyakit Berbahaya Akibat Maag yang Tidak Diobati

Jangan Anggap Sepele, Ini 3 Risiko Penyakit Berbahaya Akibat Maag yang Tidak Diobati

Jangan anggap sepele maag! Ketahui beberapa risiko penyakit berbahaya akibat maag yang tidak diobati. Ada apa saja? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!
Soal Isu Perombakan Menteri Kabinet Merah Putih, Seskab: Tunggu Saja, Nanti Presiden yang Menceritakan

Soal Isu Perombakan Menteri Kabinet Merah Putih, Seskab: Tunggu Saja, Nanti Presiden yang Menceritakan

Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali diperbincangkan. 
Riset Sawit Didorong Lebih Inovatif, Dukungan BPDP Dinilai Kunci Kemajuan Industri

Riset Sawit Didorong Lebih Inovatif, Dukungan BPDP Dinilai Kunci Kemajuan Industri

PASPI apresiasi dukungan BPDP terhadap 400 riset sawit. Dorong hasil penelitian lebih inovatif dan aplikatif untuk tingkatkan produktivitas industri.

Trending

IHSG Fluktuatif Jelang Putusan FTSE Russell, Pasar Tunggu Arah Status FTSE Indonesia

IHSG Fluktuatif Jelang Putusan FTSE Russell, Pasar Tunggu Arah Status FTSE Indonesia

IHSG bergerak fluktuatif jelang keputusan FTSE Russell 7 April 2026, pasar tunggu arah status FTSE Indonesia dan dampaknya pada dana asing.
Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo: Megawati Hangestri Cs Langsung Jalani Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo: Megawati Hangestri Cs Langsung Jalani Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal final four Proliga 2026 seri Solo pekan ini, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan langsung menjalani big match antara Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska.
Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Satu pemain Timnas Indonesia lagi menghilang dari skuad pada laga pertama mereka setelah FIFA Series 2026. Sebelumnya, ini menimpa para pemain diaspora di Liga Belanda.
Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Kabar seputar Timnas Indonesia kembali memanas dan masuk daftar terpopuler. Mulai dari kritik duet lini belakang, media Vietnam girang hingga PSSI cari striker.
Pemprov Jabar Sebut Persoalan Izin SMK IDN Bogor Ada di Tiga Kampus, PBG Kampus Jonggol Palsu!

Pemprov Jabar Sebut Persoalan Izin SMK IDN Bogor Ada di Tiga Kampus, PBG Kampus Jonggol Palsu!

Kepala DPMPTSP Jabar ungkap persoalan izin SMK IDN ada di tiga kampus SMK IDN di wilayah Bogor, yakni di Jonggol, Sentul, dan Pamijahan.
Dedi Mulyadi Tak Pandang Bulu, Kini Beri Bantuan kepada 2 Pria Asal Wonogiri dengan Cuma-cuma

Dedi Mulyadi Tak Pandang Bulu, Kini Beri Bantuan kepada 2 Pria Asal Wonogiri dengan Cuma-cuma

​​​​​​​Dedi Mulyadi bantu dua pria asal Wonogiri secara cuma-cuma. Dari kisah sopir truk hingga mutasi kendaraan, aksi nyatanya tuai simpati publik luas.
Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Jay Idzes langsung jadi perhatian dalam laga Sassuolo vs Cagliari di Serie A 2025/2026. Bek Timnas Indonesia itu terlibat momen krusial saat perkuat klubnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT