Telat Bayar Tunggakan, Wanita ini Nekat jadi Istri Kedua Bos Debt Collector, Kaget si Bos Ternyata Belum Lakukan ini: kalau Mau Masuk…
- YouTube
Menurut Dona, lantaran belum sunat, ia merasa ada perbedaan dibanding mantan suaminya terdahulu.
“Kalau sunat kan bagus bentuknya, kalau itu kan nggak, biasa kayak anak kecil,” ungkap Dona.
“Kalau masalah suka apa nggak itu mungkin karena aku sudah merasa nyaman, bukan masalah rasanya lagi,” sambungnya.
Perihal penilaian orang terhadap orang Timur, Dona mengatakan bahwa pasangannya justru berbeda dari penampilannya yang garang.
“Orang Timur kata orang-orang dia ganas loh di ranjang gitu. Sama aku malah biasa aja, dia emang tampang doang sangar padahal orangnya baik, lembut,” terangnya.
Disisi lain, hubungan mereka sempat menghadapi banyak halangan. Selain agama, bos debt collector itu juga sudah beristri.
Dona sadar diri dan tidak mau merusak rumah tangga orang. Pada akhirnya ia rela menjadi madu asal bos debt collector mau masuk Islam dan sunat.
“Dia cinta sama aku, dia setuju kalau mau masuk agamaku. Akhirnya aku bawa dia ke daerah Karawang sana, dia mau disunat,” ungkapnya.
Setelah sunat, Dona dan bos debt collector itu menikah siri secara Islam.
Rey Utami lantas menyinggung soal urusan ranjang Dona setelah sang suami sunat.
“Terus perbedaan sebelum dan setelah sunat ada dong?” tanya Rey Utami.
“Rasanya kan beda jadinya lebih enak. Biasanya nggak ada kepala, setelah disunat kayak kerasa banget gitu kan kalau yang dulu kita biasa aja,” jawab Dona sambil tertawa.
Meski jadi madu, hubungan Dona dan suaminya berjalan lancar. Dona tidak masalah ketika sang suami lebih banyak menghabiskan waktu dengan istri pertama.
“Ke aku paling seminggu itu dua apa tiga kali, tidur di rumah juga kadang semalam paling. Emang udah risiko aku,” pungkasnya.
(adk)
Trigger warning: Artikel ini tidak ditujukan untuk memberi contoh perilaku dan fenomena buruk yang diulas dan sedang jadi perbincangan hangat di media sosial. Penulis memohon kebijaksanaan pembaca, dan berkonsultasi dengan pihak terkait jika artikel ini memicu emosional pembaca.
Load more