Terkenal sebagai Preman Paling Ditakuti, Hercules Ternyata Pernah Dapat Tugas Penting dari Kopassus, Akui Utang Budi dengan Sosok ini
- YouTube
"Saya mau mandiri. Tiba di Tanah Abang, saya tinggal di kolong jembatan," ujar Hercules.
Kehidupan menjadi preman dimulai, awalnya banyak preman yang berani melawan Hercules untuk merebut Tanah Abang.
Oleh karena itu, Hercules selalu membawa golok panjang saat tidur.
"Daripada dibunuh, lebih baik saya bunuh duluan," katanya.
"Bahkan waktu itu, setiap malam saya tidur dengan golok selalu siap di tangan. Kondisi waktu itu sangat rawan. Lengah sedikit, lawan akan menyerang," sambungnya.
Bersama teman-temannya dari Timor Timur, Hercules kemudian membangun daerah kekuasaannya di Tanah Abang.
Kelompok yang tadinya kecil itu tumbuh masif bahkan pernah ada hampir 17.000 orang yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
Secara terus terang, Hercules mengaku senang sebagai seorang preman Tanah Abang.
"Menjadi preman sukanya lebih banyak daripada dukanya," tutur Hercules.
Hercules juga mengaku bangga saat dirinya dibilang preman kejam dan tidak punya hati.
Masa kelam telah berlalu, Hercules kini sudah bertaubat sejak 2006.
Ia bahkan sudah menjadi mualaf dan disukai banyak orang karena sikapnya.
“Manusia hidup sementara. Mati akan dipanggil satu-satu, tinggal menunggu kematian. Sekarang saya sadar, saya bertobat, masuk dunia bisnis, dan membantu manusia yang membutuhkan,” kata Hercules.
Terbaru, Hercules mendapat marga Tarigan oleh masyarakat Karo.
Hercules yang telah resmi disematkan marga Tarigan mengungkapkan jika dirinya berterimakasih karena sudah diterima jadi bagian masyarakat Karo. (adk)
Load more