GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mandor Terdakwa Kasus Vina Cirebon Ngadu ke Dedi Mulyadi, Setelah Penangkapan Anak Buahnya, Dia Langsung Datangi Polres, tapi Malah...

Mandor terdakwa kasus Vina Cirebon ngadu ke Dedi Mulyadi, setelah penangkapan anak buahnya, dia langsung datangi Polres, tapi malah...
Selasa, 16 Juli 2024 - 22:42 WIB
Dedi Mulyadi dan Nurdin
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Mandor proyek bangunan tempat terdakwa kasus Vina Cirebon bekerja, datang ke Dedi Mulyadi dan menceritakan soal penangkapan anak buahnya.

Nurdin, merupakan mandor proyek bangunan lima terdakwa kasus Vina dan Eky Cirebon, yakni Eko, Hadi, Jaya, Supri, Eka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepada Dedi Mulyadi, Nurdin menceritakan kejadian saat kelima anak buahnya itu ditangkap oleh petugas kepolisian.

tvonenews

Menurut Nurdin, sebelum ditangkap kelima anak buahnya tersebut masih bekerja seperti biasa dan tidak ada gerak-gerik mencurigakan.

Diketahui, insiden pembunuhan Vina dan Eky diperkirakan terjadi pada Sabtu, 27 Agustus 2016 malam.

Dan hari Senin, Selasa hingga Rabu kelima orang terdakwa tersebut masih bekerja seperti biasa bersama Nurdin.

Kelima terdakwa ditangkap pada Rabu sore atau empat hari setelah kejadian yang merenggut nyawa Vina dan Eky, setelah pulang kerja sebagai kuli bangunan.

"Pulang kerja nongkrong di depan SMP 11, memang biasanya kalau nongkrong di situ," kata Nurdin, dikutip dikutip dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL. 

"Ada polisi pakai baju preman, anak-anak nyamperin, disangkanya nanya alamat. Tau-taunya pada nangkepin," lanjutnya.


Dedi Mulyadi. Sumber: dok. tvOnenews.com
 

Bahkan, Nurdin mengatakan, anak-anak buahnya itu malah menghampiri polisi-polisi yang akan menangkapnya itu karena mengira bertanya alamat.

"Dikirain si Eko, ada mobil mau nanyain alamat. Ada mobil, bukan polisi sih, jadi ada mobil berhenti, pada keluar, dikirain anak-anak itu mau nanya alamat. Nggak tahunya langsung dimasukin (mobil)," kata Nurdin.

Menurut Nurdin, saat penangkapan itu tidak ada surat penangkapan maupun penjelasan apapun dari petugas. Hanya diinfokan akan dibawa ke Polres.

"Tidak ada surat penangkapan, ibaratnya suratnya nyusul di Polres," kata Nurdin.

Setelah mendengar anak buahnya ditangkap dan dibawa ke Polres, Nurdin dan istrinya, serta pihak keluarga anak-anak yang ditangkap langsung mendatangi Polres.

"Dapat instruksi kalau anak-anak ditangkap. Saya sama istri, yaudah kita telusuri ke Polres. Saya sama istri, sama keluarga," ujar Nurdin.


Dedi Mulyadi dan Nurdin. Sumber: kolase tim tvOnenews.com
 

Namun, saat mendatangi Polres, pihak Polres mengaku tidak ada penangkapan. Sehingga, keberadaan anak-anak yang ditangkap tersebut dipertanyakan.

"Dari Polres bilangnya tidak ada penangkapan. Kita bengong, tidak ada penangkapan, terus anak-anak ke mana?" kata Nurdin.

"Sampai jam sepuluh nunggu di situ sampai listrik mati. masih nunggu di situ sampai jam 11, terus pulang ke rumah, semua keluarga," sambungnya.

Keesokan harinya, istri Nurdin yang merupakan kakak dari salah satu terdakwa, Supriyanto, kembali mendatangi Polres.

Sampai pagi itu, belum ada surat penangkapan atau surat tembusan yang dijelaskan kepada keluarga tersangka.

Pihak keluarga kemudian mendapatkan informasi bahwa kasus yang menjerat anak mereka yakni kasus pembunuhan.


Dedi Mulyadi, Pegi Setiawan, Nurdin. Sumber: kolase tim tvOnenews.com
 

"Waktu pagi belum ada surat tembusan. Terus ada info kalau kasusnya pembunuhan," kata Nurdin.

Usai mendapat kabar bahwa anaknya ditangkap, pihak keluarga berunding mencari tahu apa yang dikerjakan anak-anak pada tanggal 27 Agustus 2016.

Kemudian mereka mendapat informasi dari teman-teman terdakwa bahwa pada malam kejadian tersebut anak-anak tidur di rumah Pak RT Pasren.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pernyataan tersebut tidak sejalan dengan pernyataan Pak RT Pasren.

(gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kanwil Kemenag Jatim Gelar Rukyatul Hilal Awal Ramadan di 21 Titik Lokasi

Kanwil Kemenag Jatim Gelar Rukyatul Hilal Awal Ramadan di 21 Titik Lokasi

Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Provinsi Jawa Timur melaksanakan Rukyatul Hilal awal Ramadan 1447 H pada Selasa (17/2), bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H.
Inter Milan Pincang ke Norwegia, Dua Jenderal Lapangan Tengah Absen di Liga Champions Lawan Bodo/Glimt

Inter Milan Pincang ke Norwegia, Dua Jenderal Lapangan Tengah Absen di Liga Champions Lawan Bodo/Glimt

Inter Milan dipastikan tidak turun dengan kekuatan penuh saat bertandang ke markas Bodo/Glimt dalam lanjutan Liga Champions. Dua gelandang utama mereka absen.
Link Live Streaming Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

Link Live Streaming Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

Kemenag menjadwalkan sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 H pada Selasa (17/2/2026). Berikut link live streaming sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 2026...
Marc Marquez Prediksi Line Up Rider MotoGP 2027! Tempatkan Francesco Bagnaia Menjadi Tandem Adiknya di Tim....

Marc Marquez Prediksi Line Up Rider MotoGP 2027! Tempatkan Francesco Bagnaia Menjadi Tandem Adiknya di Tim....

Persaingan bursa pembalap untuk ajang MotoGP 2027 saat ini semakin memanas, bahkan sebelum musim 2026 resmi bergulir.
6 Pemain yang Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia Usai Pantau Liga 2, Nomor Tiga Pernah Ditackle David Beckham

6 Pemain yang Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia Usai Pantau Liga 2, Nomor Tiga Pernah Ditackle David Beckham

Kedatangan John Herdman di salah satu pertandingan Liga 2 beberapa waktu lalu memunculkan tanya, siapa pemain baru yang berpeluang dipanggil Timnas Indonesia?
5 Pemain yang Layak Dinaturalisasi John Herdman untuk Timnas Indonesia, Ada Wonderkid Arsenal!

5 Pemain yang Layak Dinaturalisasi John Herdman untuk Timnas Indonesia, Ada Wonderkid Arsenal!

Ini lima nama pemain yang dianggap layak dinaturalisasi John Herdman untuk memperkuat Timnas Indonesia. Siapa saja?

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT