GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenangan Buruk Pegi Setiawan Muncul Kembali, Bahkan Sang Ibu Tak Kuasa Menahan Saat Memori Penangkapan Anaknya Diumbar di Depan dr Richard Lee, Sebut Polisi Berani...

Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa Pegi Setiawan akan terlibat dalam kasus sebesar ini. Ibunda Pegi lantas mengungkapkan awal mula kisah kasus Vina Cirebon
Sabtu, 20 Juli 2024 - 22:24 WIB
Kenangan Buruk Pegi Setiawan Muncul Kembali, Ibunda Pegi Tak Kuasa Menahan Rasa Saat Memori Penangkapan Anaknya Diumbar di Depan dr Richard Lee, Sebut Polisi Berani...
Sumber :
  • YouTube dr Richard Lee

tvOnenews.com - Pegi Setiawan awalnya adalah seorang pria biasa yang bekerja di Bandung. Kehidupan normalnya berubah drastis ketika namanya tiba-tiba dikaitkan dengan kasus pembunuhan Vina Cirebon

Pada tahun 2016, sebuah insiden pembunuhan mengguncang kota Cirebon dan polisi berusaha keras untuk mengungkap siapa pelakunya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tidak ada yang menyangka bahwa Pegi, seorang pekerja keras dan berintegritas, akan menjadi salah satu terduga dalam kasus ini.

Segalanya bermula ketika pihak berwenang mendatangi rumah keluarga Pegi beberapa hari setelah kejadian pembunuhan. 

Keluarga Pegi yang tidak tahu menahu tentang kejadian tersebut terkejut dengan kedatangan sejumlah orang berpakaian bebas yang menggeledah rumah mereka. 

Ibunda Pegi, yang tidak pernah menyangka anaknya akan terlibat dalam kasus kriminal, mengalami ketakutan luar biasa ketika mendengar tuduhan yang dilontarkan kepada putranya.

Pegi sendiri terkejut dan merasa hancur ketika mendengar namanya disebut sebagai salah satu terduga pelaku pembunuhan. 

Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa dirinya akan terlibat dalam kasus sebesar ini. 

Bersama ibunya, Pegi harus menghadapi tekanan dan stigma masyarakat yang menganggapnya bersalah sebelum terbukti tidak bersalah.

Melansir dari YouTube dr. Richard Lee, Sabtu (20/7), berikut pengakuan Pegi Setiawan dan sang ibu, saat pertama kali mengetahui bahwa Pegi menjadi terduga pelaku pembunuhan Vina Cirebon.

"Waktu itu waktu ada kejadian pembunuhan, dua atau tiga hari tahun 2016. Baru itu rumah di grebeg sama gak tau polisi atau apa tapi pakai baju bebas," ungkap Ibunda Pegi Setiawan.

Menurut sang ibu, ada banyak orang kala itu yang keluar dari satu mobil, ada yang masuk rumah bahkan sampai mengobrak-abrik isi rumah. 

"Pakai baju bebas, banyakan ada satu mobil terus ada yang masuk 3 ke dalem, obrak-abrik rumah. Kata saya 'Ada apa pak? Cari apa? Pegi mana? Pegi lagi ke Bandung, lagi kerja. Kenapa ya pak? Pegi punya utang sama saya 3 juta, eh 5 juta, yang satunya ngomong gitu," ungkap Ibunda Pegi.

"Terus yang satu lagi bilang, 'Nyawa dibayar nyawa', terus yang satu lagi bilangnya 'Pegi ikut pembunuhan, ibu tahu engga?' kaya gitu," sambungnya.

Pegi Setiawan ungkap awal mula kisah pengangkapan dirinya dalam kasus Vina Cirebon. Source: YouTube dr. Richard LeePegi Setiawan ungkap awal mula kisah pengangkapan dirinya dalam kasus Vina Cirebon. Source: YouTube dr. Richard Lee

Ibunda Pegi lantas memberikan keterangan bahwa Pegi Setiawan sudah lama bekerja di Bandung. 

"Ah ibu itu bohong! Terus bapak cari apa? Cari barang bukti, katanya gitu," beber ibunda Pegi menirukan ucapan oknum yang mencari Pegi.

Sebagai orang yang tidak mengetahui apa-apa, ibunda Pegi mengaku hanya bisa terdiam. Meskipun semua isi rumahnya di obrak-abrik oleh beberapa oknum yang mencari anaknya kala itu. 

"Semua pada diem, karena gak ngerti apa-apa. Habis itu polisi keluar lagi, terus di luar ada motornya Pegi mau dibetulin dalam keadaan turun mesin," ungkap sang ibu.

"ini motor siapa? kata polisi. Ini motor Pegi, kata saya tuh. Oh berarti ini motornya rusak sesudah dipakai kejadian ya bu. Ngomongnya gitu pak," beber ibunda Pegi.

Ibunda Pegi lantas membantah, karena motor tersebut sudah rusak lebih dari satu bulan. 

"Udah bawa aja ini (motor) buat barang bukti. Dibawa. Terus di luar juga ada motor adik saya. 'Ini motor siapa bu? Motor adik saya pak. Yaudah pinjem untuk dorong motor Pegi'," ujar sang ibu.

Ibunda Pegi lantas memberikan kunci motor sang adik untuk dipakai polisi membawa motor Pegi. 

Namun karena jarak rumahnya yang jauh dari jalan raya, sesampainya di mobil polisi, kedua motor tersebut malah justru diangkut ke kantor tanpa sepengetahuan sang pemilik.

"Sorenya saya kabarin bapaknya Pegi. Ini di rumah ada penggerebekan, ini gimana motornya diambil," ujar sang ibu. 

Bahkan hingga berita ini diturunkan, kedua motor milik Pegi dan sang paman belum kembali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terus sampe sekarang motornya udah balik?," tanya dr Richard Lee. "Belum. belum dibalikin," ungkap ibunda Pegi.  (udn)

Baca berita terkini dan lebih lengkap, klik google news tvOnenews.com
Ikuti juga sosial media kami;
twitter @tvOnenewsdotcom
facebook Redaksi TvOnenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alvino Sempat Kirimkan Pesan Terakhir Kepada Teman Sebelum Meninggal Dunia Bersama Keluarga di Glamping Temanggung

Alvino Sempat Kirimkan Pesan Terakhir Kepada Teman Sebelum Meninggal Dunia Bersama Keluarga di Glamping Temanggung

Publik dikejutkan kabar keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang meninggal dunia di tenda Glamping pada Rabu (27/5/2026). Alvino Evan Hakim sempat kirim pesan
Siapa Prihantini? Alumnus ITB yang Bikin Geger Dunia Riset Internasional Lewat Dugaan "Fraud" di Denmark

Siapa Prihantini? Alumnus ITB yang Bikin Geger Dunia Riset Internasional Lewat Dugaan "Fraud" di Denmark

Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan klarifikasi resmi terkait kasus dugaan manipulasi riset (fraud) yang menyeret salah satu alumnusnya, Prihantini. 
Pemuda Babelan Ngadu ke Dedi Mulyadi, Sindir Pejabat Ogah Perbaiki Jalan Rusak: Gak Boleh Dirapikan, Takut Miskin

Pemuda Babelan Ngadu ke Dedi Mulyadi, Sindir Pejabat Ogah Perbaiki Jalan Rusak: Gak Boleh Dirapikan, Takut Miskin

Pemuda Kampung Sembilangan, Desa Hurip Jaya, Babelan, Bekasi mengadu kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) soal jalan rusak ogah diperbaiki pejabat desa.
Orang Terdekat Ungkap Sifat Asli Alvino Sebelum Meninggal Dunia di Glamping Temanggung: Dari Semalam Kita Nangis

Orang Terdekat Ungkap Sifat Asli Alvino Sebelum Meninggal Dunia di Glamping Temanggung: Dari Semalam Kita Nangis

keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang meninggal dunia di dalam tenda Glamping, pada Rabu (27/5/2026). Orang terdekat ungkap sifat asli Alvino Evan Hakim
Soal Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Polisi Menduga Pelaku Adalah Paman Korban

Soal Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Polisi Menduga Pelaku Adalah Paman Korban

Polisi mengungkap fakta baru dibalik tewasnya bayi berusia 2,5 tahun dengan luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) yang ditemukan luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Masih Ingat Santriwati Hamil Lewat Mimpi? Terungkap Diduga Jadi Korban Kiai Cabul Pimpinan Ponpes Pekalongan

Masih Ingat Santriwati Hamil Lewat Mimpi? Terungkap Diduga Jadi Korban Kiai Cabul Pimpinan Ponpes Pekalongan

Polres Pekalongan membuka misteri santriwati hamil lewat mimpi diduga menjadi korban kiai cabul, AKF, pimpinan Ponpes Padepokan Padang Ati, Buaran, Pekalongan.

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Lonjakan volume kendaraan terjadi di ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) seiring dengan momentum libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 
Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Insiden tragis menimpa satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang yang ditemukan tewas di dalam tenda Glamping, Temanggung. Polisi curigai penyebab lain
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Soal Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Polisi Menduga Pelaku Adalah Paman Korban

Soal Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Polisi Menduga Pelaku Adalah Paman Korban

Polisi mengungkap fakta baru dibalik tewasnya bayi berusia 2,5 tahun dengan luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) yang ditemukan luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Pengerahan personel besar-besaran dilakukan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat guna memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Tambora, Kamis (28/5) malam. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT