Habis Shalat Ikut Doa Bersama Imam, Memangnya Boleh? Ternyata Kata Ustaz Adi Hidayat Hukumnya...
- youtube
tvOnenews.com - Setiap selesai melaksanakan shalat berjamaah, biasanya langsung melakukan dzikir dan doa bersama imam serta makmum lainnya.
Habis Shalat Ikut Doa Bersama Imam, Memangnya Boleh? Ternyata Kata Ustaz Adi Hidayat Hukumnya...Apakah memang dianjurkan untuk melakukan dzikir doa bersama imam setelah shalat berjamaah?
Ataukah dzikir dan doa dilakukan secara sendiri-sendiri?
Bagaimana yang dianjurkan oleh Nabi?
![]()
Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Ustaz Adi Hidayat, berikut penjelasan tentang dzikir dan doa setelah shalat.
Setiap habis melaksanakan shalat, dianjurkan untuk berdzikir dan berdoa kepada Allah sebelum beranjak pergi dari tempat shalatnya.
Namun doa dan dzikir ini apakah dikerjakan secara berjamaah bersama imam atau sendiri-sendiri?
Menurut Ustaz Adi Hidayat, di dalam hadis sudah dijelaskan terkait dzikir dan doa sehabis shalat.
"Tentang doa berjamaah, di antaranya bisa ditemukan di hadis riwayat Al Bukhari nomor hadis 805, 806, kemudian produk yang sama di hadis Muslim nomor hadis 583," jelas Ustaz Adi Hidayat.
"Hadisnya disandarkan pada sahabat Nabi, sahabat Abdullah Ibnu Abbas RA," lanjutnya.
Sebagaimana yang pernah terjadi di zaman Nabi, terutama di awal-awal masa dakwah Nabi Muhammad SAW.Â
"Di zaman Nabi SAW kata Ibnu Abbas, mengeraskan suara dalam berdoa atau berdzikir atau bertakbir itu ditemukan di awal-awal masa Nabi SAW," terang Ustaz Adi Hidayat.
"Jadi di awal-awal masa Nabi mengajarkan amalan-amalan pasca shalat, itu Nabi mengajarkan dengan cara yang dikeraskan," lanjutnya.
Seiring berjalannya waktu, umatpun semakin memahami bacaan doa sehingga mulai membaca doa sendiri-sendiri.
"Kemudian setelah itu, banyak orang sudah memahami bacaan hadisnya, banyak orang sudah mengetahui cara berdoa, banyak orang sudah paham bacaan-bacaan doa, setelah itulah kemudian ada orang baca doa sendiri," kata Ustaz Adi Hidayat.
Bahkan pernah ada salah seorang sahabat yang dipuji oleh Nabi karena menyebutkan kalimat doa yang begitu indah.
Di sisi lain, pernah juga ada orang yang berdoa sehabis shalat dengan suara kencang hingga mengganggu yang lain.
"Terjadilah peristiwa, ada orang berdoa, kencang doanya, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, sampai memberikan pengaruh kepada yang lain," ujar Ustaz Adi Hidayat.
"Sampai turun ayat di sini karena saking kencangnya, bisa mengganggu yang lain, bisa menyebabkan orang tidak khusyuk," lanjutnya.
Lantas bagaimana sebaiknya dalam berdoa sehabis shalat?
"Maka menyimpulkan kalimat ini kata Imam Syafi'i, di awal-awal masa Nabi mengajarkan doa di awal shalat itu doa yang dikeraskan itu dengan tujuan untuk memberikan pengajaran, contoh kepada orang-orang yang belum tahu bagaimana caranya berdoa, belum paham kalimat apa yang dibacakan," jelas Ustaz Adi Hidayat.
"Pada yang seperti ini sunnahnya dikeraskan karena dia belum paham, belum tahu bagaimana caranya berdoa," lanjutnya.
Sebab tidak mungkin mengajarkan cara berdoa jika suaranya tak dikeraskan.
"Bagaimana anda bisa mengajarkan orang-orang yang belum bisa berdoa dengan siir, mustahil, enggak akan kedengeran," kata Ustaz Adi Hidayat.
Namun jika memang sudah bisa membaca doa sendiri-sendiri, maka disunnahkan untuk berdoa masing-masing sesuai dengan apa yang sedang dibutuhkan.
"Kata Imam Syafii, lebih utama, disunnahkan doa masing-masing, dalam pribadinya karena dia menyampaikan hajatnya langsung terkait kebutuhannya tanpa harus dikeraskan berlebihan jika sudah mengetahui doa-doanya," terang Ustaz Adi Hidayat.
Akan tetapi jika memang ingin mengajarkan kepada masyarakat tentang cara berdoa, maka bimbinglah doa tersebut secara berjamaah.
"Tapi kalau anda belum paham ingin mengajarkan atau membimbing masyarakat yang belum mengerti dengan itu maka akan lebih baik bila dijaharkan supaya mereka bisa mengetahui dan mengikuti bimbingan doanya," kata Ustaz Adi Hidayat.
Wallahua'lam.
(far)
Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News, Klik di Sini
Â
Load more