Presiden Soekarno Tak Ada saat Para Jendral Diculik G30S PKI, Tak Disangka Begini Kesaksian Para Pengawal Pribadinya
- ANTARA
Pada akhirnya Soekarno tetap memutuskan untuk menuju ke istana setelah melakukan diskusi.
Mobil Presiden dikemudikan oleh Mayor Suprapto dengan kecepatan sedang. Di mana di sampinya ada Sudarso yang dilengkapi mini-talkie untuk komunikasi jarak dekat dengan mobil Mangil si belakangnya.
Sedangkan, di depan mobil Presiden ada satu jip DKP yang dilengkapi radio telepon Lorenz jarak jauh.
Ketika melewati jembatan Dukuh Atas, rombongan mendapat laporan bahwa pasukan Angkatan Darat yang berada di sekitar Istana "terasa sangat mencurigakan".
Mangil memerintahkan rombongan untuk berbelok ke Jalan Kebon Sirih. Namun karena terlanjur melewati perempatan Kebon Sirih, rombongan tersebut baru berbelok di Jalan Budi Kemuliaan.
Rombongan mobil bergerak sangat lamban, bahkan terkadang berhenti cukup lama karena lalu lintas ke Merdeka Barat dialihkan ke jalanan tersebut.
Awalnya AKBP Mangil memutuskan membawa Presiden RI ke Kebayoran Baru. Namun masuk kontak dari Kolonel CPM Maulwi Saelan, Wakil Komandan Resimen Cakrabirawa.
Ia meminta rombongan Soekarno untuk dibawa ke rumah Ny, Haryati di Grogol. Pada pukul 07.00 Presiden dan pengawalnya tiba di Grogol.
"Saelan minta agar Presiden sementara menunggu dulu, sambil mencari informasi untuk menentukan langkah-langkah berikutnya." tulis Lapian.Ā
āTetapi kita tidak bisa lama di siniā, kata Bung Karno, yang dijawab oleh Saelan bahwa āmemang betul, Pak, dan sebagai alternatif kami akan mencari tempat lain.ā
Setelah Saelan, Mangil, dan Letnan Suprapto berunding tentang cara menyelamatkan Presiden, mereka memutuskan pindah ke rumah di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru yang telah disiapkan Mangil.
Tapi menjelang pukul 08.30, Letkol Suprapto mendapat kontak dengan Panglima AURI Omar Dhani yang berada di Pangkalan Angkatan Udara (PAU) Halim.
Presiden Soekarno akhirnya memutuskan pergi ke PAU Halim pada pukul 09.00 atas kehendaknya sendiri.
Soekarno berangkat dari Grogol melalui jembatan Semanggi - Jalan Gatot Subroto - Jakarta By Pass - Cililitan, kemudian masuk ke PAU Halim. Rombongan Presiden Soekarno tiba sekitar setengah jam kemudian.
Perwira yang menemaninya adalah Kol. CPM. Maulwi Saelan, Kombes Pol. Sumirat sebagai ajudan, AKBP Mangil, dan Letkol Suparto. (Buz/tsy)
Load more