News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nada Suara Bergetar dan Mata Berkaca-kaca, Letkol Untung Pemimpin G30S PKI Sampaikan Pesan Terakhir Sebelum Dieksekusi Mati, Katanya...

Pemimpin G30S PKI, Letkol Untung menemui dr Soebandrio, mantan Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Dwikora I di penjara Cimahi, Jawa Barat dan sampaikan pesan terakhir sebelum dieksekusi mati.
Senin, 30 September 2024 - 11:34 WIB
Letkol Untung
Sumber :
  • Perpustakaan Nasional - Wikipedia

tvOnenews.com - Pada hari itu di penghujung tahun 1966, Letkol Untung, pemimpin G30S PKI, bertemu dengan sahabatnya dr Soebandrio, mantan wakil perdana menteri pada Kabinet Dwikora I, di dalam selnya di Cimahi, Jawa Barat. 

Baik Untung maupun Soebandrio didakwa melakukan subversi di Mahkamah Militer Luar Biasa atas keterlibatannya dalam peristiwa berdarah Gerakan 30 September PKI (G30S PKI) dan dijatuhi hukuman mati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momen tersebut merupakan terakhir kali keduanya bertemu sebagai sesama tahanan setelah runtuhnya G-30-S pada tanggal 30 September 1965. Pertemuan terakhir itu, dikisahkan Soebandrio dalam memoarnya "Soebandrio: Kesaksianku Tentang G30S". 

Prajurit yang dikenal karena keberaniannya di medan perang itu berlinang air mata dan suara gemetar saat mengucapkan kalimat perpisahan pada Soebandrio.

Letkol Untung
Letkol Untung
Sumber :
  • Arsip Nasional

 

"Pak Ban, selamat tinggal. Jangan sedih. Empat hari lagi kita ketemu lagi di sana, katanya sambil menunjuk ke atas. Untung mengucapkan kata perpisahan dengan suara bergetar. Matanya kelihatan berkaca-kaca." ungkap Soebandrio menyampaikan perkataan Letkol Untung. 

Sobandrio mengatakan, pertemuan terakhirnya dengan Letkol Untung berlangsung dalam suasana haru. Hari itu, mereka menerima kabar bahwa Letkol Untung akan segera dieksekusi  dan giliran Soebandrio akan dilakukan empat hari kemudian.

"Saya dan Untung yang sudah akrab selama berada dalam satu penjara benar-benar terhanyut dalam suasana haru. Saya bukan hanya terharu tetapi juga bingung, sedih, bahkan panik."  tulis Soebandrio. 

"Sebab Ahmad Durmawel (oditur militer yang mengadili saya) saat itu memberitahukan bahwa saya akan mendapat giliran (dieksekusi) empat hari kemudian. Saya ingat saat itu hari Selasa. Berarti saya akan dieksekusi pada hari Sabtu." lanjut Soebandrio. 

Sobandrio mengaku sebelum kepastian hukuman eksekusi, Letkol Untung sangat yakin tidak akan dijatuhi hukuman mati di depan regu tembak. Keyakinan Untung didasari kedekatannya dengan Soeharto.

"Begitu sering mengatakan kepada saya bahwa tidak mungkin Soeharto akan mengkhianati dia. Sebab dia adalah sahabat Soeharto dan ia mengatakan bahwa Soeharto mengetahui rencana G30S, bahkan memberi bantuan pasukan. Karena itu dia sangat yakin bahwa dia tidak akan dikhianati oleh Soeharto." ungkap Soebandrio.  

Peneliti asal Amerika Serikat, Victor M. Fic dalam "KUDETA 1 OKTOBER 1965: Sebuah Studi tentang Konspirasi" terbitan Yayasan Obor Indonesia 2005, menjelaskan betapa Suharto secara pribadi dekat dengan para konspirator utama G30S-PKI, seperti Letkol Untung, Kolonel Latief, dan bahkan Sjam Kamaruzaman. 

Untung mengenal Soeharto sejak Operasi Pembebasan Irian Barat, dan Untung merupakan anak buah Soeharto di garis depan. 

Dikenal sebagai prajurit pemberani, ia memimpin pasukan kecil berperang di  belantara Kaimana.

Operasi pembebasan Irian akhirnya berhasil. Pada tanggal 15 Oktober 1962, Belanda menyerahkan Irian kepada PBB. Kemudian pada tanggal 1 Mei 1963, Irian diserahkan kepada Republik Indonesia oleh PBB. 

Keberanian Untung di medan perang bahkan sampai ke telinga Presiden. Atas hal tersebut, Letkol Untung dianugerahi Bintang Penghargaan oleh Presiden Sukarno. Presiden Soekarno mengangkat Untung sebagai salah satu komandan Batalyon Kawal Istana, Cakrabirawa.

"Pada Februari 1965 Untung dimutasi dari Divisi Diponegoro di Jawa Tengah ke Jakarta untuk memimpin batalyon Pengawal Presiden atau Cakrabirawa atas rekomendasi Soeharto" tulis Victor M Vic. 

"Kedekatan hubungan dua orang itu mendapat bukti paling akurat dari fakta bahwa pada akhir bulan April 1964, Soeharto berangkat ke Kebumen, Jawa Tengah, untuk menghadiri resepsi pernikahan Untung." lanjut Victor. 

Namun, hasil sebenarnya berbeda, Letkol Untung akhirnya harus pasrah dieksekusi di depan regu tembak militer. 

Soebandrio mengaku bertemu Untung sebelum dijemput petugas lapas di lokasi eksekusi.

"Saat itu ia sudah ditanya tentang permintaan terakhir, seperti lazimnya orang yang akan dieksekusi. Mungkin karena Untung sedang panik, ia tidak minta apa-apa." ungkap Soebandrio.  

Menjelang sore hari, Soebandrio  dengan pengawalan ketat menatap sahabatnya itu berjalan keluar menuju pintu gerbang Penjara Cimahi.  

"Saya mengamati keberangkatan Untung dari penjara. Ia berjalan tegap. Mungkin ia segera bisa menguasai perasaannya yang begitu gundah. Tetapi mungkin pula ia sudah pasrah kepada takdir Allah bahwa memang sampai di situlah perjalanan hidupnya." ungkap Soebandrio.  

"Saya kemudian mendengar bahwa Untung dieksekusi di sebuah desa di luar kota Bandung. Saya sudah tidak sempat sedih lagi memikirkan nasib Untung, hidup saya sendiri akan berakhir sebentar lagi." lanjut Soebandrio.    

Letkol Untung Shamsuri lahir pada tanggal 3 Juli 1926 di Kedung Bajur, Bojongsari, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Abdullah yang bekerja di bengkel perlengkapan batik di Pasar Kriwong, Solo, Jawa Tengah. 

Pada masa Perang Kemerdekaan, Untung tergabung dalam Batalyon Sudigdo di Wonogiri, Jawa Tengah. 

Pasca pemberontakan PKI di Madiun, ia mengganti namanya dari Kusman menjadi Untung Sutopo dan bergabung dengan TNI setelah bersekolah di Akademi Militer di Semarang. 

Untung dianggap sebagai salah satu lulusan Akademi Militer yang berprestasi. Dalam masa pelatihannya, ia bersaing dengan Benny Moerdani, perwira muda yang berperan penting di RPKAD.

Sebelum dipanggil kembali ke Resimen Chakrabilawa, Untung menjabat sebagai Komandan Batalyon 454/Banten Raiders yang bermarkas di Srondol, Semarang. Batalyon ini memiliki kualitas dan tingkat legenda yang sama dengan Yonif Linud 330/Kujang dan Yonif Linud 328/Kujan II. 

Sobandrio mengatakan Letkol Untung adalah seorang militer sejati yang tidak tertarik pada politik. Setidaknya begitulah penilaian Soebandrio saat berinteraksi dengan Untun sebagai sesama narapidana Cimahi. 

"Selama beberapa bulan berkumpul dengan saya di Penjara Cimahi, Bandung, saya tahu persis bahwa Untung tidak menyukai politik. Ia adalah tipe tentara yang loyal kepada atasannya, sebagaimana umumnya sikap prajurit sejati. Kepribadiannya polos dan jujur." tulis Soebandrio dalam memoarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini juga terbukti dari fakta bahwa sampai beberapa saat sebelum dieksekusi, Untung masih tetap percaya bahwa vonis hukuman mati terhadap dirinya tidak mungkin dilaksanakan. 

"Percayalah, pak Ban, vonis buat saya itu hanya sandiwara, katanya suatu hari pada saya. Kenapa begitu? Karena ia percaya pada Soeharto yang mendukung tindakannya: membunuh para jenderal." ungkap Soebandrio, mengutip kata-kata Letkol Untung. (buz/tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Vietnam mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Filipina. Gol Kenji Nishioka sempat menyamakan skor, tetapi dianulir karena offside.
Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic mulai menatap tantangan baru bersama Juventus. Pemain muda Bosnia itu membawa ambisi besar setelah menerima tawaran dari Bianconeri.
Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Inter Milan mulai memantau kiper muda River Plate, Santiago Beltran. Nerazzurri harus bersaing dengan Manchester United untuk mendapatkan tanda tangannya.
Kritikan Fabio Capello soal Timnas Italia: Jangan Selalu Mengandalkan Pemain Sayap

Kritikan Fabio Capello soal Timnas Italia: Jangan Selalu Mengandalkan Pemain Sayap

Fabio Capello menyoroti penampilan Timnas Italia saat menghadapi Belgia. Ia meminta Gli Azzurri bermain lebih efektif ketika membangun serangan.
Saga Transfer Pertama Liverpool usai Tunjuk Julian Ward Jadi Direktur Olahraga Baru, The Reds OTW Bakar Uang

Saga Transfer Pertama Liverpool usai Tunjuk Julian Ward Jadi Direktur Olahraga Baru, The Reds OTW Bakar Uang

Liverpool resmi menunjuk Julian Ward sebagai direktur olahraga baru. Ia kembali ke Anfield untuk menjalani periode keduanya di posisi tersebut.
Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Penyegelan lebih dari 1.000 ton udang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) di sejumlah wilayah Jawa Timur menuai sorotan.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT