GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dulu Dianggap Pahlawan Timnas Indonesia, Tak Disangka Begini Kabar 6 Mantan Kiper Ternama, Ada yang Sempat Urus Ayam

Para mantan kiper ini dulu dianggap sebagai pahlawan Timnas Indonesia. Setelah pensiun dari sepak bola, tak disangka begini nasib mereka saat ini. Seperti apa?
Senin, 7 Oktober 2024 - 17:38 WIB
Eks Kiper Timnas Indonesia, Markus Horison
Sumber :
  • Tangkapan Layar kanal Youtube Vivagoal

Meski jauh dari gemerlap dunia sepak bola, Jendri tetap dikenang sebagai salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

4. Markus Horison

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Markus Horison menjadi nama besar di Timnas Indonesia berkat aksinya yang mengesankan di Piala AFF 2010.

Saat itu, ia berhasil membawa Indonesia ke partai final, meski akhirnya kalah dari Malaysia.

Selepas pensiun, Markus memutuskan untuk tetap terlibat di dunia sepak bola sebagai pelatih kiper.

Selain itu, Markus juga dikenal aktif di media sosial dan sering berbagi kisah tentang kehidupannya.

Menariknya, Markus juga terjun ke dunia bisnis, di mana ia mengelola usaha kuliner bersama keluarganya.

5. Ferry Rotinsulu

Ferry Rotinsulu dikenal sebagai salah satu kiper paling konsisten di Indonesia.

Bersama Sriwijaya FC, ia meraih berbagai gelar dan sukses membawa klub tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Liga Indonesia.

Setelah pensiun, Ferry sempat vakum dari dunia sepak bola karena alasan kesehatan.

Ia menderita cedera kepala yang cukup parah, yang memaksanya gantung sepatu lebih cepat.

Setelah pulih, Ferry sempat mengurus usaha ternak ayam di kampung halamannya.

Meski tak lagi berkutat di lapangan, Ferry tetap mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia dan sesekali terlibat dalam kegiatan pelatihan lokal.

6. Kurnia Meiga Hermansyah

Kurnia Meiga adalah kiper yang memiliki masa depan cerah sebelum kariernya terhenti akibat penyakit misterius yang menyerang penglihatannya.

Meiga dikenal sebagai penerus kiper legendaris, menggantikan posisi senior-seniornya di Timnas Indonesia dan Arema FC.

Namun, pada 2017, ia mengalami masalah pada penglihatannya yang memaksanya untuk rehat panjang.

Sejak saat itu, Kurnia Meiga hampir tak terdengar kabarnya.

Berbagai upaya pemulihan telah dilakukan, tetapi Meiga belum bisa kembali ke lapangan.

Hingga kini, banyak pihak yang berharap ia bisa sembuh dan kembali berkarya, meski tak lagi sebagai pemain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itulah kisah enam mantan kiper Timnas Indonesia yang menunjukkan bahwa kehidupan pasca sepak bola memiliki lika-liku tersendiri.

Meski begitu, mereka pernah menjadi pahlawan di bawah mistar gawang, dan kisah mereka tetap menjadi bagian dari sejarah sepak bola nasional. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT