News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gus Baha Ikut Beri Komentar soal Kontroversi Ceramah Gus Miftah, Jawabannya di Luar Dugaan: Semoga Diampuni...

Gus Baha turut mendapat pertanyaan soal kontroversi ucapan Gus Miftah saat ceramah ke penjual es teh. Gus Baha bijak memberikan tanggapannya. Seperti apa?
Minggu, 8 Desember 2024 - 18:01 WIB
Gus Baha, Gus Miftah
Sumber :
  • Kolase YouTube

tvOnenews.com - Kasus ceramah kontroversial yang melibatkan Gus Miftah kembali menjadi topik hangat di masyarakat.

Insiden ini bermula saat Gus Miftah, dalam sebuah ceramah, melontarkan guyonan yang dianggap melecehkan seorang penjual es teh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibatnya, kritik deras mengalir dari berbagai pihak, dan status "Gus" yang melekat pada nama Miftah Maulana Habiburrahman mulai dipertanyakan.  

Dalam situasi yang penuh polemik ini, nama Gus Baha turut diseret ke tengah diskusi.

Pendakwah kondang yang dikenal dengan tutur kata bijak ini diminta memberikan pandangannya terkait kontroversi tersebut.

Momen itu terjadi saat Gus Baha mengisi acara pengajian di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.  

Seorang peserta pengajian bertanya, “Hari ini viral berita seorang Gus yang berceramah dengan kalimat kurang baik. Mungkin diniatkan guyon, tapi malah melukai hati orang lain,” 

“Tapi Masyaallah, Gus Baha, guyonan sampean kok nggak pernah melukai hati orang. Pertanyaan saya, Gus, sebenarnya sejarah panggilan Gus itu seperti apa?" tambahnya.

Pertanyaan ini membawa dua isu sekaligus, kritik terhadap gaya ceramah Gus Miftah yang dinilai kurang beretika, serta pembahasan tentang makna gelar “Gus”.

Peserta itu juga menambahkan, apakah panggilan Gus hanya layak untuk anak atau menantu kiai, atau bisa diberikan kepada siapa saja. 

Gus Miftah minta maaf

Menanggapi pertanyaan tersebut, Gus Baha dengan santai memberikan jawaban yang tidak terduga.

Alih-alih langsung menanggapi isi pertanyaan, ia lebih dulu menyampaikan peringatan tentang sifat provokatif dalam pertanyaan tersebut.  

"Ini yang provokatif dulu. Semoga diampuni oleh Allah Ta'ala," ujar Gus Baha dengan nada humor.

Ia melanjutkan, “Saya ini nggak aktif di media sosial, tapi sering dengar laporan macam-macam tentang berbagai pihak.”  

Gus Baha lalu mengalihkan pembahasan dengan menceritakan kisah Nabi Musa saat melaksanakan salat istisqa.

Dalam kisah itu, doa Nabi Musa tidak dikabulkan Allah SWT karena ada seorang provokator di tengah-tengah komunitasnya.  

"Allah mengatakan, di komunitasmu itu ada tukang adu-adu, provokator. Maka doamu tidak akan Aku ijabahi," terang Gus Baha.  

Ketika Nabi Musa meminta Allah untuk menunjuk siapa provokator tersebut agar dapat diusir, jawaban Allah sungguh mengandung hikmah mendalam.

“Jawaban Allah itu menarik. Allah berkata, ‘Aku ini mengharamkan namimah (adu domba). Kalau Aku menunjuk orang itu, berarti Aku juga ikut namimah.’ Jadi Allah mengabaikan sekian banyak peristiwa namimah," jelas Gus Baha.  

Dari kisah ini, Gus Baha menyampaikan pesan penting: pertanyaan yang bersifat provokatif atau memicu konflik tidak pantas untuk dilanjutkan, apalagi dijadikan bahan perdebatan.  

Menjawab tentang makna gelar “Gus”, Gus Baha dengan rendah hati mengatakan bahwa dirinya termasuk dalam kategori "Gus asli".

Namun, ia tak ingin memperpanjang diskusi tentang validitas gelar seseorang, karena hal itu dapat memperburuk situasi.  

"Memang saya termasuk Gus yang asli, jelas kalau itu," ujarnya sambil tersenyum. Namun, ia menolak untuk menjawab lebih jauh dan memilih fokus pada pembahasan lain.  

Tanggapan Gus Baha ini patut dicontoh saat menyikapi kontroversi, seseorang hendaknya menghindari adu domba atau memperkeruh suasana.

Kemudian, gelar sebutan seperti "Gus" seharusnya tidak menjadi fokus utama, melainkan perilaku dan kontribusi seseorang terhadap masyarakatlah yang lebih penting.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui kisah Nabi Musa, Gus Baha mengingatkan bahwa Allah SWT tidak suka pada sifat namimah atau adu domba.

Maka, sebagai manusia, sudah sepantasnya kita menjaga ucapan dan tidak mudah menghakimi orang lain. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berita Liga Champions: Diego Simeone Malah Heran Atletico Madrid Mampu Kalahkan Barcelona di Camp Nou

Berita Liga Champions: Diego Simeone Malah Heran Atletico Madrid Mampu Kalahkan Barcelona di Camp Nou

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengaku nyaris tak percaya tim asuhannya mampu meraih kemenangan di markas Barcelona di leg pertama perempat final Liga Champions.
Kepala MBG Sebut Motor Listrik Akan Disalurkan ke Dapur MBG di Daerah Sulit?

Kepala MBG Sebut Motor Listrik Akan Disalurkan ke Dapur MBG di Daerah Sulit?

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan motor listrik seharga Rp42 juta per unit akan disalurkan ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di daerah sulit.
Harga Plastik Melonjak Hingga 70 Persen, Purbaya: Industri Belum Ajukan Relaksasi Bea Masuk

Harga Plastik Melonjak Hingga 70 Persen, Purbaya: Industri Belum Ajukan Relaksasi Bea Masuk

Lonjakan tajam harga bahan baku plastik hingga 70 persen di dalam negeri memicu tekanan serius bagi pelaku industri, terutama UMKM dan sektor pengemasan.
Kutuk Serangan Israel ke Lebanon, Araghchi: Pilih Gencatan Senjata atau Perang!

Kutuk Serangan Israel ke Lebanon, Araghchi: Pilih Gencatan Senjata atau Perang!

Secara tegas ran memperingatkan Amerika Serikat untuk harus memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel dan tidak bisa keduanya.
TASPEN Dukung Pemanfaatan Relaksasi Pelaporan SPT 2025, Penerima Manfaat Pensiun Bisa Akses Bukti Potong melalui TOOS

TASPEN Dukung Pemanfaatan Relaksasi Pelaporan SPT 2025, Penerima Manfaat Pensiun Bisa Akses Bukti Potong melalui TOOS

Inisiatif ini sejalan dengan masih dibukanya periode pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi Tahun Pajak 2025 hingga 30 April 2026. 
IDD PIK2 Bawa Karya Desainer Indonesia ke Panggung Global Salone del Mobile Milan, Italia

IDD PIK2 Bawa Karya Desainer Indonesia ke Panggung Global Salone del Mobile Milan, Italia

Indonesia terus menunjukkan perannya sebagai negara yang semakin mengedepankan desain sebagai bagian penting dari perkembangan industri kreatif sekaligus identitas budaya.

Trending

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Dedi Mulyadi menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung per Rabu (8/4/2026), setelah pelanggaran tersebut terekspos dan viral di media sosial.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT