Bahlil Curhat Kurang Tidur Gara-Gara Stok LPG Kurang dari 10 Hari
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku kurang tidur dalam beberapa bulan terakhir.
Hal itu disampaikan dalam acara Halal Bihalal Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2026) malam. Menurut Bahlil, hal itu terjadi karena memikirkan stok LPG dalam negeri di tengah konflik Timur Tengah.
Pasalnya, kata Bahlil, 75 persen stok LPG Indonesia berasal dari impor. Sementara, total konsumsi LPG mencapai 8,5 juta ton. Kemudian, total produksi LPG dalam negeri kurang dari 1,6 juta ton.
“Nah, kita itu apa masalahnya? Kita itu LPG. LPG kita itu 75 persen kita impor. Dari total konsumsi LPG kita 8,5 juta ton, produksi kita itu tidak lebih dari 1,6 juta,” kata Bahlil dalam pidatonya.
“Jadi itu yang menjadi impor itu yang bikin saya pusing tidurnya agak repot,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa stok LPG dalam negeri pernah tidak cukup untuk 10 hari. Padahal, idealnya harus mencukupi untuk minimal 10 hari.
“Nah, di tanggal 4 kemarin cadangan LPG kita itu tidak sampai 10 hari. Tanggal 4 kemarin kemarin. Idealnya itu harus minimal 10 hari,0 jelasnya.
Meski demikian, Indonesia mampu menghadapi krisis tersebut usai melakukan negosiasi dengan beberapa negara. Bahlil menyebut kapal pengangkut energi milik Indonesia juga sudah diperbolehkan melewati Selat Hormuz
“Tetapi alhamdulillah kita mampu mengarahkan beberapa kargo kita ya. Negosiasi dengan Jepang dapat, kemudian Australia dan Brunei Darussalam,” ujar dia.
“Dan sekarang kapal sudah ada yang masuk dan cadangan kita sekarang sudah di atas 10 hari untuk LPG. Jadi sudah lewat. Ini, ini yang membuat saya bingung betul,” tandas Bahlil. (saa/ree)
Load more