Kembali Viral, Kata-kata 'Tak Pantas' Gus Miftah saat Ceramah di Depan Wanita Tuna Susila Sampai Bawa-bawa Alat Kelamin
- YouTube/GusYusufChannelTegalrejo
tvOnenews.com - Video lawas Gus Miftah saat ceramah di Pasar Kembang (Sarkem), tempat lokalisasi di Yogyakarta, kembali viral di media sosial.
Hal ini terjadi setelah ceramahnya yang penuh dengan kata-kata kotor menjadi sorotan warganet, memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Mengutip dari unggahan di YouTube Mimansa TV, Gus Miftah memberikan ceramah di depan jamaah wanita tuna susila di Sarkem, Yogyakarta, pada Juli 2024 lalu.
Dalam video tersebut, Gus Miftah yang dikenal dengan gaya ceramah terbuka dan blak-blakan, menyampaikan sejumlah pernyataan kontroversial yang mengandung kata-kata tidak pantas.

- Tangkapan layar
Pada momen itu, ia mengaku suka "dugem", kependekan dari "duduk gemetar", yang kemudian memicu pertanyaan dari jemaah terkait penyebabnya.
Dengan lugas, Gus Miftah menjawab bahwa gemetarnya dirinya disebabkan oleh organ kelamin laki-laki.
"Kan aku dugem, duduk gemetar. Kok gemetar apannya. hatinya goblok. Mosok (masa) ya tit*tnya tuh lho," ucapnya.
Tak hanya itu, Gus Miftah yang juga merupakan mantan Utusan Khusus Presiden, menyebut Sarkem sebagai "tempat dugem" karena masyarakat di sana semakin gemar mengaji.
"Ini kan sekarang Sarkem menjadi dugem, dunia gemar mengaji. Pokoknya sukanya 'metal' melu tahlilan," ujar Gus Miftah lagi.
"Ora metal yang kedua, me**k nya gatal," lanjutnya yang disambut gelak tawa jamaah.
Pernyataan-pernyataan yang sarat dengan kata-kata kasar tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet.
Banyak yang menilai bahwa meskipun ceramah ini dilakukan di lingkungan lokalisasi, kata-kata yang digunakan Gus Miftah tidak pantas untuk dilontarkan oleh seorang ulama.
Beberapa netizen mengungkapkan kekesalannya, bahkan menyebutkan bahwa meskipun ceramahnya dihadiri warga yang berada di Sarkem, penggunaan bahasa kasar tetap tidak dibenarkan dalam dakwah.
"Mau diposting, kok omongannya saru banget. Kalau gak diposting masih banyak yang gak sadar kalau omongannya separah ini, malah semangat banget membelanya," ujar akun X @liaasister, yang mengunggah cuplikan video tersebut.
Banyak warganet juga menyatakan bahwa Gus Miftah seharusnya menjaga kesantunan dalam berdakwah, apalagi sebagai seorang ulama yang menjadi panutan.
"Meskipun dakwah di video ini dilakukan di lokalisasi, tapi pemakaian kata-kata yang gak pantas juga tidak dibenarkan. Dakwah itu mulia, gak boleh pakai kata-kata saru begini meskipun cuma bercanda. Ini sudah kebablasan," ujar akun pengupload video itu lagi.
Walau begitu, beberapa pihak masih membela Gus Miftah, berargumen bahwa ceramahnya di Sarkem dengan kata-kata kasar tersebut merupakan bagian dari strategi dakwah untuk mendekati dan membimbing masyarakat di wilayah tersebut.
"Menurut saya sih wajar, dia kan cuma marbot masjid bukan Ustaz apalagi Gus," celetuk netizen lain.
Namun, hal ini tidak mengurangi protes dari mereka yang merasa bahwa dakwah tetap harus dijalankan dengan adab dan tutur kata yang baik, tanpa mengorbankan nilai-nilai kesopanan.
"Orang kalau terbiasa baca Qur'an, bersholawat, bertasbih. Gak bakal seenteng ini ngomong kotor, lah ini kok malah diomongin berulang-ulang," tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Ceramah Gus Miftah ini jelas menuai kontroversi, namun juga membuka perdebatan mengenai batasan dalam berdakwah, terutama ketika berbicara dengan kalangan yang mungkin lebih terbiasa dengan bahasa kasar.
Hal ini menjadi pembelajaran tentang pentingnya sikap bijaksana dalam memilih kata-kata, apalagi saat menyampaikan pesan-pesan agama. (asl)
Load more