Calvin Verdonk Bicara Jujur soal Kelakuan Suporter Timnas Indonesia: Saya Tidak Bisa…
- Instagram/c.verdonk
tvOnenews.com - Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, baru-baru ini mengungkapkan pengalaman pribadinya tentang betapa luar biasa antusiasme para suporter sepak bola di Indonesia.
Dalam sebuah wawancara dengan media Belanda, Forza NEC, Verdonk dengan jujur berbicara tentang dampak dukungan masif yang diterimanya sejak bergabung dengan skuad Garuda.
Timnas Indonesia saat ini sedang menikmati masa kejayaan, terutama setelah sukses menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong, skuad Garuda menunjukkan performa yang solid dengan mengumpulkan enam poin dari enam pertandingan.
Tim ini kini berada di posisi ketiga klasemen sementara, hanya terpaut satu poin dari Australia yang menempati posisi kedua.
Peluang untuk melaju ke babak berikutnya masih terbuka lebar, dan keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi besar para pemain diaspora, termasuk Calvin Verdonk.
Calvin Verdonk yang bermain untuk klub NEC Nijmegen di Belanda, kini menjadi salah satu pilar penting Timnas Indonesia.
![]()
Kehadirannya membawa dampak signifikan di lapangan, namun popularitasnya di luar lapangan juga meroket sejak ia mulai memperkuat tim nasional.
Berbeda dengan kehidupannya di Belanda, Verdonk mengungkapkan bahwa hidup di Indonesia memberikan pengalaman yang sama sekali baru baginya.
Ia mengaku sering kali kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari karena antusiasme luar biasa dari para suporter.
Dalam wawancara tersebut, Verdonk berbagi cerita lucu namun sekaligus mencerminkan betapa fanatiknya masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.
Salah satu pengalaman yang ia ceritakan adalah ketika mencoba berjalan-jalan di sekitar hotel tempat timnya menginap.
“Saya tidak bisa berjalan secara normal di jalanan di sana,” kata Verdonk.
Ia melanjutkan dengan menggambarkan bagaimana aktivitas sederhana seperti berjalan ke pusat perbelanjaan menjadi pengalaman yang sangat berbeda.
“Ada sebuah pusat perbelanjaan di dekat hotel kami. Saya pikir, normalnya, itu hanya memerlukan waktu lima menit untuk berjalan. Kini memerlukan waktu sekitar 45 menit,” tambahnya sambil tertawa.
Verdonk menjelaskan bahwa hampir semua orang yang ditemuinya ingin berhenti sejenak untuk berbincang, meminta tanda tangan, atau bahkan berfoto bersama.
Load more