News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sambil Berlinang Air Mata, John Kei Jujur pada Pendeta Gilbert Lumoindong Kalau Dia Itu Pernah …

Sambil berlinang air mata, John Kei jujur pada Pendeta Gilbert Lumoindong kalau dia pernah abai pada keluarga dan kini ingin menebus semuanya dengan cinta.
Kamis, 8 Mei 2025 - 13:43 WIB
John Kei dan Pendeta Gilbert Lumoindong
Sumber :
  • YouTube: Pendeta Gilbert Lumoindong

tvOnenews.com - John Kei dan Pendeta Gilbert Lumoindong menjadi sorotan publik setelah kisah menyentuh mereka tersebar lewat tayangan YouTube. 

Sosok John Kei yang selama ini dikenal sebagai “Godfather Jakarta” mendadak menunjukkan sisi lembut dan penuh penyesalan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video bertajuk John Kei Menangis Ingat Keluarga Part 2, pria yang pernah ditakuti banyak orang ini tampak menangis saat mengungkap perasaannya pada Pendeta Gilbert.

john kei
John Kei dan Pendeta Gilbert Lumoindong. (Sumber: YouTube Gilbert Lumoindong)

John Kei, yang bernama asli John Refra, bukan nama asing di dunia kriminal Indonesia.

Dengan latar belakang keras dan sejarah panjang di balik jeruji, pria asal Maluku ini telah mencatat banyak kasus hukum, termasuk keterlibatan dalam pembunuhan dan penyerangan. 

Namun, di balik reputasinya sebagai preman, tersimpan cerita mengejutkan tentang perubahan hidup yang dia alami.

Pertemuan John Kei dengan Pendeta Gilbert Lumoindong menjadi momen penting dalam perjalanannya menuju pertobatan. 

Dalam salah satu wawancara di kanal YouTube Pendeta Gilbert, John Kei mengisahkan bagaimana ia berbohong kepada ibunya untuk merantau ke Jawa pada tahun 1986. 

Tapi pengakuan paling menyayat hati datang saat ia mengungkap penyesalan terhadap keluarganya.

john Kei
Kolase foto John Kei dan Pdt. Gilbert Lumoindong. (Sumber: Kolase tvOnenews.com)

“Setelah bertobat saya merasa berdosa terhadap terutama istri dan anak-anak saya,” ujar John Kei, sambil terdiam dan menghapus air matanya.

Dengan suara yang terdengar tersendat, John mengaku menyesal karena selama ini jarang menghabiskan waktu dengan keluarga. 

Ia terlalu sibuk dengan urusannya sendiri hingga hanya pulang untuk memberikan uang tanpa memberikan kehangatan seorang ayah. Momen ini menjadi titik balik besar dalam hidupnya.

“Saya merasa bertobat terhadap anak dan istri saya karena dulu saya engga pernah sama mereka,” katanya dengan penuh sesal.

Kemudian melanjutkan, “Mungkin mereka kecil saya jarang sama mereka. Sekarang saya ingin merasa bahwa saya seorang ayah yang benar-benar ingin selalu bersama anak dan istri.”

Tangisan John Kei bukan sekadar emosi sesaat. Ia menyadari bahwa uang dan kekuasaan tidak bisa menggantikan kasih sayang serta kehadiran nyata dalam kehidupan anak-anaknya. 

Kini, ia berusaha menebus masa lalu dengan menjadi pribadi yang lebih baik, terutama sebagai suami dan ayah.

“Kalau dulu ke mana-mana saya sendiri dan jarang pulang. Paling pulang cuma kasih duit,” ucapnya dengan jujur.

“Sekarang saya merasa bahagia kalau saya selalu kumpul bersama dan itu sungguh luar biasa sekali dan kadang-kadang saya sama anak dan istri ngobrol, kadang saya menangis.”

Pendeta Gilbert sendiri telah beberapa kali menyuarakan keyakinannya terhadap pertobatan John Kei. 

Dalam sebuah surat yang ditulis John dari balik penjara dan dibacakan oleh Pendeta Gilbert, John menyebut ayat Filipi 4:13 sebagai kekuatannya, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Ayat tersebut mencerminkan semangat dan harapan baru dalam hidupnya.

Meski proses pertobatannya tidak mudah, John Kei mencoba membuktikan bahwa perubahan itu nyata. Dalam program #KAMUHEBAT bersama Pendeta Gilbert, ia tidak hanya menangis tapi juga membuka seluruh luka masa lalunya. 

Bagi banyak orang, ini bukan hanya cerita tentang penjahat yang bertobat, tapi tentang manusia yang belajar menghargai cinta dan keluarga.

Kisah John Kei dan Pendeta Gilbert Lumoindong mengajarkan kita satu hal yaitu sebesar apa pun kesalahan di masa lalu, selalu ada jalan pulang jika kita sungguh-sungguh ingin berubah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mungkin, tangisan itu bukan tanda kelemahan, tapi keberanian seorang pria untuk mengakui dosa dan memulai hidup baru.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Purbaya Bertemu Kepala BGN, Anggaran MBG Bakal Dipangkas

Usai Purbaya Bertemu Kepala BGN, Anggaran MBG Bakal Dipangkas

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyetujui usulan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN). Menkeu Purbaya
Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Polresta Tangerang menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 12 tahun. Salah satunya merupakan ibu kandung korban
Megawati Hangestri Jadi Sorotan Media Korea Usai KOVO Berani Ubah Regulasi Kuota Pemain Asing di V-League

Megawati Hangestri Jadi Sorotan Media Korea Usai KOVO Berani Ubah Regulasi Kuota Pemain Asing di V-League

Keputusan Federasi Bola Voli Korea (KOVO) mengubah regulasi pemain asing untuk V-League musim depan menjadi sorotan. Nama Megawati Hangestri kembali disorot.
Kasus Daycare Little Aresha Masuk Babak Baru, 13 Tersangka Segera Disidang dan Polisi Buka Peluang Ada Tersangka Baru

Kasus Daycare Little Aresha Masuk Babak Baru, 13 Tersangka Segera Disidang dan Polisi Buka Peluang Ada Tersangka Baru

Kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta memasuki tahap persidangan. Sebanyak 13 tersangka telah dilimpahkan ke kejaksaan, sementara polisi masih
OJK Deregulasi DP 0% dan Agunan UMKM Rp100 Juta, Targetkan Piutang Multifinance Tumbuh 6-8 Persen

OJK Deregulasi DP 0% dan Agunan UMKM Rp100 Juta, Targetkan Piutang Multifinance Tumbuh 6-8 Persen

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman jelaskan bahwa
Hadiri PENAS XVII di Gorontalo, Mentrans Dorong Swasembada Pangan Kawasan Transmigrasi

Hadiri PENAS XVII di Gorontalo, Mentrans Dorong Swasembada Pangan Kawasan Transmigrasi

Puluhan ribu peserta menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026).

Trending

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Norwegia dan Prancis sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar berkat kemenangan di dua laga awal. Duel dini hari nanti akan menentukan status juara Grup I Piala Dunia 2026.
Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI terhadap warga
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Senegal dan Irak pun mesti menggantungkan nasib melalui mekanisme peringkat ketiga terbaik. Keduanya saat ini belum mengantongi poin usai dikalahkan Norwegia dan Prancis di dua pertandingan awal Piala Dunia 2026.
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Memasuki Minggu, 28 Juni 2026, sejumlah zodiak diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk menikmati keberuntungan dalam hal keuangan. Siapa saja mereka?
Daya Saing Indonesia Anjlok, Bonus Demografi Terancam Berubah Jadi Bencana Pengangguran

Daya Saing Indonesia Anjlok, Bonus Demografi Terancam Berubah Jadi Bencana Pengangguran

Merosotnya peringkat daya saing Indonesia dalam World Competitiveness Ranking 2026 dinilai bukan sekadar penurunan statistik, melainkan sinyal bahaya bagi iklim
Terbongkar! Judi Berkedok Permainan Ketangkasan Terbongkar, Omzet Dua Lokasi Tembus Rp2,1 Miliar

Terbongkar! Judi Berkedok Permainan Ketangkasan Terbongkar, Omzet Dua Lokasi Tembus Rp2,1 Miliar

Polda Metro Jaya membongkar praktik judi berkedok permainan ketangkasan mirip Timezone di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Sebanyak 69 tersangka ditetapkan.
Jaringan Judi Online Berkedok Aplikasi Digital Terbongkar, WN China Masuk DPO

Jaringan Judi Online Berkedok Aplikasi Digital Terbongkar, WN China Masuk DPO

Polda Metro Jaya mengungkap jaringan judi online dan pornografi melalui aplikasi HOT51. Sembilan tersangka ditangkap, sementara satu WN China masuk daftar buronan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT