News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Kalah Sangar dengan Hercules dan John Kei, Preman Pasar Senen ini Dulunya Hampir Mati Dibacok karena Banyak Musuh, kini Taubat dan Bikin Usaha Halal: Saya...

Mantan preman Pasar Senen kini punya tambak ratusan hektar setelah bertaubat. Kisahnya tak kalah sangar dari Hercules dan John Kei, bahkan pernah duel pakai senjata
Selasa, 13 Mei 2025 - 14:23 WIB
Mantan Preman Pasar Senen, Bang Mandor
Sumber :
  • YouTube Kasisolusi

tvOnenews.com - Muhammad Iksan, yang lebih dikenal sebagai Bang Mandor, adalah sosok inspiratif yang berhasil mengubah hidupnya dari seorang preman menjadi pengusaha sukses di bidang tambak udang. 

Perjalanan hidupnya penuh liku dan tantangan, namun tekad dan semangatnya untuk berubah membawa hasil yang luar biasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lahir di Muara Gembong, Bekasi, Bang Mandor tumbuh dalam lingkungan yang keras dan penuh kekerasan. 

Ia mengaku sering terlibat dalam perkelahian hingga hampir kehilangan nyawa akibat dibacok oleh sekelompok orang. 

"Bahkan saya pernah duel, siang hari pakai senjata tajam. Saat itu saya mungkin satu-satunya laki-laki yang duel pakai senjata tajam di siang hari. Mereka berdua, saya sendiri malah," ujar Bang Mandor di YouTube Kasisolusi.

Kehidupan seperti ini membuatnya memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya dan mencari kehidupan baru di Jakarta.

"Di masa saya kecil itu udah biasa orang berantem, saling bunuh gitu. Maksudnya ada korban lah gitu. Sehari itu bisa lihat satu mayat, bahkan kadang tiga mayat dijejer itu ada," ujar Bang Mandor di YouTube Kasisolusi.

Di Jakarta, Bang Mandor memulai hidup dari nol. Dengan modal uang Rp1.000 dan sebuah gitar kecil, ia menjadi pengamen di Pasar Senen. 

"Mandor itu kalo di Bekasi itu, kalo di Jakarta kan Mandor Proyek itu. Kalo di Bekasi itu istilah Jawara atau Centeng lah. Mandor-mandor itu centeng, yang jaga kawasan atau area apalah" ujar Bang Mandor.

Mantan Preman Pasar Senen, Bang Mandor
Mantan Preman Pasar Senen, Bang Mandor
Sumber :
  • YouTube Kasisolusi

 

Kehidupan di jalanan tidak mudah; ia harus memungut sayuran yang jatuh di pasar untuk ditukar dengan nasi bungkus. Namun, pengalaman ini memberinya pelajaran berharga tentang kehidupan dan ketekunan.

"Saya akhirnya mulai belajar bisnis dari menjadi pedagang asongan. Waktu hijrah itu selesai di seniman jalanan, saya ngasong pak dari situ saya belajar," jelasnya.

Kesadaran untuk berubah datang ketika ia merasa hidupnya tidak karuan dan jauh dari Tuhan. Suatu hari, ia memutuskan untuk masuk ke masjid dan sholat, meskipun pakaiannya kotor dan lusuh. 

Tindakan ini menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia mulai belajar bisnis dari menjadi pedagang asongan dan perlahan-lahan membangun usaha tambak udang.

Saat ini, Bang Mandor memiliki tambak udang seluas 700 hektare di Muara Gembong, Bekasi.

Tambaknya memproduksi udang vaname, rumput laut, dan bandeng. Dalam satu klaster tambak seluas 10 hektare, ia dapat menghasilkan sekitar 150 ton udang per siklus tanam. 

Omzet dari satu klaster tersebut bisa mencapai Rp40 miliar hingga Rp50 miliar per tahun. Ia bahkan menyebut bahwa keuntungan dari bisnis budidaya udang hanya bisa disaingi oleh bisnis narkoba.

"Udang itu kalo kita lihat dari demand dan profit penghasilannya luar biasa. Ini sampai orang-orang budidaya itu mengistilahkan, tidak ada yang mengalahkan penghasilan bisnis budidaya udang kecuali bandar narkoba," ujar Iksan, dikutip dari channel Youtube Helmy Yahya Bicara.

Perjalanan hidup Bang Mandor menunjukkan bahwa dengan tekad dan usaha keras, seseorang dapat mengubah nasibnya. 

Dari seorang preman jalanan, ia berhasil menjadi pengusaha sukses yang tidak hanya mengubah hidupnya sendiri tetapi juga memberikan lapangan kerja bagi orang lain.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak menyerah dan terus berusaha mencapai kehidupan yang lebih baik.

Bang Mandor juga aktif berbagi pengalamannya melalui berbagai media, termasuk wawancara di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara. 

Dalam wawancara tersebut, ia menceritakan perjalanan hidupnya, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana ia berhasil bangkit dari keterpurukan. 

Kisahnya menjadi bukti bahwa perubahan positif selalu mungkin terjadi, asalkan ada niat dan usaha yang sungguh-sungguh.

Selain sukses dalam bisnis, Bang Mandor juga dikenal sebagai sosok yang dermawan. Ia sering membantu anak-anak yatim dan masyarakat sekitar. 

Kebaikan hatinya menunjukkan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari seberapa besar kita bisa berbagi dengan sesama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kisah Bang Mandor mengajarkan kita bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan. Dengan tekad, kerja keras, dan keinginan untuk berubah, siapa pun dapat meraih kesuksesan dan kehidupan yang lebih baik. 

Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus berusaha dan tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

sejak Kecil Sering Dimanja dan Dibela Kalau Salah, Taufik Hidayat Tumbuh jadi Pemuda Arogan

sejak Kecil Sering Dimanja dan Dibela Kalau Salah, Taufik Hidayat Tumbuh jadi Pemuda Arogan

Pelarian Taufik Hidayat alias TH (30), tersangka utama kasus penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, YTR (29), akhirnya resmi berakhir. Tim Res-
Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia setelah berhasil meraih kemenangan berharga di laga terakhir fase grup AVC Men's Cup 2026.
USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

Terbaru, USGS memperkirakan peluang terjadinya gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 6,0 dalam sepekan ke depan mencapai delapan persen.
Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil, Zico, memberikan peringatan kepada negaranya jelang hadapi Jepang di 32 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, Tim Samurai Biru telah berkembang.
Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Amerika Serikat mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada ekspor dari negara mana pun yang menerapkan pajak jasa digital pada perusahaan-perusahaan AS.
PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

pemerintah harus memastikan semua investasi pada Patriot Bond tetap tunduk pada prinsip Know Your Customer (KYC), Customer Due Diligence (CDD), dan Enhanced Due Diligence (EDD).

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI terhadap warga
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT