Mantan Intel Timor Timur Akhirnya Berani Bongkar Masa Lalu Hercules yang Sebenarnya: Dia Tidak Berani...
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenews.com - Nama Hercules kembali menjadi sorotan publik usai pernyataan kontroversialnya yang menyulut amarah para purnawirawan TNI.
Ketua Umum GRIB Jaya itu disebut telah menyindir mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus eks jenderal TNI, Sutiyoso, dengan sebutan “bau tanah.”
Pernyataan tersebut memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan purnawirawan.
- Kolase tvOnenews/Instagram
Di tengah polemik itu, muncul pengakuan mengejutkan dari Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat, seorang eks perwira tinggi intelijen yang pernah bertugas di Timor Timur.
Yayat, yang pernah menjabat sebagai Dansatgas Intelijen Tribuana 8 saat jajak pendapat kemerdekaan Timor Timur, mengungkap sisi lain dari sosok Hercules yang selama ini tidak banyak diketahui publik.
Dalam wawancaranya di kanal YouTube Hersubeno Point, Yayat mengaku sempat bertemu langsung dengan Hercules pada masa operasi militer di wilayah tersebut.
Menurutnya, Hercules datang dengan kondisi penuh ketakutan.
- Kolase tvOnenews
“Intinya bahwa dia mau ke kampung halamannya dia tidak berani karena memang di sana pada saat itu di mana-mana chaos,” ungkap Yayat.
Yang mengejutkan, Hercules saat itu datang sambil membawa nama besar seorang tokoh militer senior, yakni Pak Zacky Anwar.
Karena membawa nama tersebut, Yayat pun memfasilitasi pengamanan agar Hercules bisa kembali dengan aman.
“Karena dia bawa nama Pak Zacky Anwar (senior TNI), ya saya siapkanlah (pengamanan) ya dan aman gitu,“ tegas Yayat.
“Dia takut pada saat jajak pendapat, saya ketemu dia, dia minta bantuan saya untuk 'Pak tolong saya mengawal saya' dengan membawa nama Pak Zacky Anwar,” tambahnya.
- Instagram GRIB Jaya
Yayat juga mengungkap bahwa sebelum dikenal sebagai preman Tanah Abang, Hercules sempat menjadi Tenaga Bantuan Operasi (TBO) dalam Operasi Seroja pada tahun 1980-an.
Namun, sikapnya saat itu jauh dari citra keras yang kini melekat padanya.
“Mungkin dia enggak ngerti, enggak paham gitu apa sih etika budaya di Indonesia karena dia kan awalnya dari Timtim,“ kata Yayat Sudrajat.
“Dan dia juga bukan karena cinta Indonesia dia lari dari sana takut dia,“ pungkasnya.
- Kolase
Yayat pun menilai bahwa Hercules seharusnya bersyukur kepada para anggota TNI yang dulu pernah membantunya di masa sulit.
“Sebenarnya dada ini pengin meledak gitu loh dengan omongan-omongan dia itu ya enggak tahu diri ya,” ujarnya dengan nada kecewa.
Setelah pernyataannya yang dianggap menghina, Hercules akhirnya mengajukan permintaan maaf secara terbuka.
Ia menyampaikan penyesalan atas ucapannya, terutama kepada para purnawirawan yang tersinggung.
- Kolase tvOnenews/Cepi Kurnia & Instagram/@gribjaya_id
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah ia mendapat teguran langsung dari Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden di bidang Pertahanan Nasional.
“(Saya) Minta maaf atas ucapan yang salah terhadap bapak-bapak purnawirawan. Jenderal, aku minta maaf yang sebesar-besarnya,“ ucap Hercules dalam video di kanal YouTube Metro TV.
Dudung kemudian menjelaskan bahwa Hercules telah menyadari kesalahannya dan berjanji untuk tidak mengulangi pernyataan serupa.
“Nah, jadi dia (Hercules) minta maaf, Pak Gatot, Pak Yayat, Jenderal-jenderal di KBT itu atas pernyataan kemarin di media,“ ujar Dudung. (han/hnf/asl)
Load more