GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Belum Usai Kasus Tanah BMGK, Lebih dari 10 Anggota GRIB Jaya Ditangkap Polisi Dugaan Palak Puluhan Juta

Ormas GRIB Jaya dipimpin Hercules disorot persoalan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kelurahan Pondok Betung, Kota Tangerang
Selasa, 27 Mei 2025 - 12:06 WIB
Belum Usai Kasus Tanah BMGK, Lebih dari 10 Anggota GRIB Jaya Ditangkap Polisi Dugaan Palak Puluhan Juta
Sumber :
  • dok.tangkapan layar youtube

Jakarta, tvonenews.com-Belum usai dengan kasus pendudukan lahan BMKG oleh GRIB Jaya. Kini muncul dugaan anak buah Hercules melakukan pemalakan ke sejumlah pedagang.

Belum Usai Kasus Tanah BMGK, Lebih dari 10 Anggota GRIB Jaya Ditangkap Polisi Dugaan Palak Puluhan Juta
Belum Usai Kasus Tanah BMGK, Lebih dari 10 Anggota GRIB Jaya Ditangkap Polisi Dugaan Palak Puluhan Juta
Sumber :
  • dok.tangkapan layar youtube

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Seperti diketahui, Ormas GRIB Jaya dipimpin Hercules disorot persoalan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kelurahan Pondok Betung, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sehingga posko GRIB di lahan ITU sudah dirobohkan rata dengan tanah.

Hal ini bahkan ramai dimedsos dan pemberitaan. BMKG membuat laporan ke Polda Metro Jaya atas lahan yang diduduki oleh GRIB Jaya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam bahwa sebanyak 17 orang ditangkap, 11 di antaranya berasal dari ormas GRIB Jaya.

Bahkan, kata dia, satu dari mereka merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang ormas setempat, sedangkan enam orang lainnya warga yang mengaku sebagai ahli waris lahan milik BMKG.

"Salah satunya adalah sodara Y, yang merupakan Ketua DPC Ormas GJ Tangsel. Kemudian 6 di antaranya adalah ahli waris yang mengaku sebagai ahli waris di tanah ini," ungkapnya dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Kasus Pemalakan Anggota GRIB Jaya kepada Pedagang

Belum usai permasalahan lahan BMKG, muncul kembali permasalahan baru yaitu premanisme.

Sikap anak buah Hercules itu bikin geram, karena mematok "palak" sampai puluhan juta ke pedegang.

Diketahui, saat ini di lahan tersebut, berdiri warung makan dan lapak pedagang kurban.

"Warung makan kaya pecel lele dan pedagang hewan mentransfer Rp 3,5 juta per bulan ke rekening Saudara Y. Kemudian dari pengusaha pedagang hewan kurban, itu telah dipungut Rp22 juta," jelasnya.

Sehubungan dengan ini, pihak kepolisian akan mengusust dan menyebut mengumpulkan semua barang bukti, mulai dari atribut, rekapan parkir, atribut-atribut ormas, senjata tajam 1, bendera-bendera ormas, dan bukti transfer.

"Apa modus para preman ini? Mereka melakukan penguasaan lahan tanpa hak milik BMKG, kemudian memberikan izin kepada beberapa pihak, beberapa pengusaha lokal Ade Ary kepada wartawan, Sabtu (24/5/2025).

Sisi Lain dari Pemimpin GRIB Jaya

Gus Miftah dan Hercules Rosario Marshal
Gus Miftah dan Hercules Rosario Marshal
Sumber :
  • Kolase ANTARA/Andreas Fitri Atmoko & Tangkapan layar YouTube GRIB TV

 

Di sisi lain, GRIB Jaya yang diketuai Hercules dikenal sosok kontroversi. Ternyata memiliki sisi yang religius.

Hercules yang bernama lengkap Rosario de Marshall diketahui berstatus mualaf.

Setelah memutuskan untuk memeluk Islam, Hercules dikenal menjalani amalan sunnah. Dia juga pernah mendapat pujian dari Gus Miftah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab amalan yang dijalaninya membawa berkah dalam kehidupan.

"Beliau (Hercules) dan istri istiqomah puasa Senin-Kamis, dan hari Kamisnya itu ditutup dengan buka puasa bareng anak yatim. Itu yang bikin saya salut,” puji Gus Miftah dalam sebuah kesempatan.(aag/ree/klw)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO) menjalin kerja sama dengan iForte Energi Nusantara dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lingkungan operasional perusahaan.
Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Seorang pekerja bangunan ditemukan tewas di atap rumah warga di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memperbaiki atap rumah warga, Selasa (17/2).
Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Berdasarkan perhitungan hisab, Kemenag memperkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah secara astronomis berpotensi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.
BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi umumkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo menyoroti perubahan besar gaya balap Marc Marquez jelang MotoGP 2026. Legenda asal Spanyol itu menilai gaya balap The Baby Alien kini lebih halus.
Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Agen Jurgen Klopp ungkap kliennya menolak tawaran Manchester United (MU) dan Chelsea. Peluang latih Timnas Inggris sempat terbuka sebelum ia gabung Red Bull.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT