News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Legenda Sepak Bola Puji Mental Anak Asuh Patrick Kluivert, Sebut Level Timnas Indonesia Sudah Bukan ASEAN Lagi: Sekarang…

Legenda sepak bola Hamka Hamzah puji mental Timnas Indonesia era Patrick Kluivert, sebut level permainan sudah bukan ada di ASEAN lagi. Seperti apa?
Senin, 9 Juni 2025 - 17:02 WIB
Timnas Indonesia saat melawan China di Jakarta, Kamis (5/6).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

tvOnenews.com - Performa impresif Timnas Indonesia di bawah arahan pelatih anyar Patrick Kluivert terus menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk para legenda sepak bola Tanah Air. 

Setelah sukses menaklukkan China dengan skor tipis 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Timnas Indonesia menunjukkan bahwa level permainan mereka kini telah naik kelas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenangan ini juga memastikan skuad Garuda melaju ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Kini, Timnas Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi raksasa Asia, Jepang, pada laga berikutnya yang akan digelar 10 Juni 2025 di kandang Jepang.

Para pemain sudah berada di Negeri Sakura sejak beberapa hari lalu untuk melakukan adaptasi dan latihan intensif jelang laga krusial ini.

Penampilan impresif saat melawan China tak hanya membuat publik dalam negeri bangga, namun juga menarik perhatian para legenda sepak bola Indonesia.

Salah satu sosok yang memberikan apresiasi tinggi terhadap skuad Garuda adalah Hamka Hamzah.

Mantan pemain timnas Indonesia itu secara terbuka memuji perkembangan pesat mentalitas para pemain, terutama di bawah asuhan pelatih baru, Patrick Kluivert.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube Vindes, Hamka menyebut bahwa level permainan dan mentalitas anak asuh Kluivert sudah melampaui batas regional ASEAN.

“Level kita udah Asia lah, kalau dilihat dari permainan. Udah Asia, bukan lagi ASEAN. Hanya saja memang kita belum banyak bertanding melawan tim ASEAN seperti Thailand,” ujar Hamka Hamzah.

Menurutnya, meskipun Timnas Indonesia kini lebih sering bertemu lawan-lawan tangguh dari luar ASEAN di ajang kualifikasi, bukan berarti mereka lupa pada pentingnya menjaga dominasi di kawasan Asia Tenggara.

Hamka Hamzah

Ia berharap Indonesia tetap berpartisipasi di turnamen-turnamen regional agar mental juara terus terbentuk secara konsisten.

“Mudah-mudahan kalau memang ada turnamen kecil kita ikut. Saya rasa negara-negara lain sudah ketar-ketir. Ditambah Malaysia baru naturalisasi tiga (pemain)," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hamka menyoroti pentingnya kombinasi antara pemain lokal dan diaspora.

Menurutnya, bukan hanya para pemain diaspora saja yang tampil luar biasa, namun pemain lokal yang mendapat kepercayaan tampil juga menunjukkan kelas dan keberanian.

“Kalau untuk kelas mental pemain diaspora nggak bisa kita pungkiri. Tapi pemain yang bermain di liga pun dan dipercaya main lawan China itu mentalnya bagus semua,” katanya.

Hamka juga menyinggung soal perubahan besar dalam cara pandang para pemain saat menghadapi tim-tim besar.

Ia membandingkan era sekarang dengan masa lalu, di mana Timnas Indonesia sering kali merasa minder sebelum pertandingan dimulai.

“Dulu, sebelum lawan Vietnam atau Thailand kita baris aja bilang ‘waduh, Thailand lagi’. Jaman-jaman di mana Thailand raja ASEAN dulu ya, ada perasaan begitu. Tapi ketika main udah lepas,” kenangnya.

Namun kondisi tersebut berubah drastis di era kepelatihan Patrick Kluivert.

Hamka mengungkapkan bahwa para pemain sekarang lebih percaya diri, tidak takut dengan nama besar lawan, dan bahkan optimis bisa menang.

“Nah, kalau kita lihat di era sekarang ini itu nggak ada lagi bahkan lawan yang ‘kalah berapa kita ya’,” lanjut Hamka.

Hamka Hamzah menegaskan bahwa Timnas Indonesia kini telah berubah total dari sisi mentalitas.

Tidak ada lagi rasa ciut sebelum pertandingan, tidak ada lagi ketakutan hanya karena melihat nama besar lawan.

Perubahan inilah yang membuatnya percaya bahwa Indonesia kini bukan lagi tim yang hanya layak bertarung di level ASEAN, tapi sudah mulai setara dengan negara-negara besar Asia.

Kepercayaan diri, kedisiplinan, dan semangat juang para pemain dinilai sebagai kunci yang membuat Timnas Indonesia saat ini begitu diperhitungkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kombinasi pemain diaspora dan lokal yang saling mengisi pun turut menciptakan sinergi positif dalam skuad Garuda.

Dengan persiapan matang di Jepang dan semangat juang yang tak pernah padam, Timnas Indonesia tampaknya siap menciptakan kejutan berikutnya. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sinyal Hati Sudah Tak Betah di AC Milan? Rafael Leao Tertangkap Kamera Lakukan Aksi Aneh Saat Dikalahkan Udinese

Sinyal Hati Sudah Tak Betah di AC Milan? Rafael Leao Tertangkap Kamera Lakukan Aksi Aneh Saat Dikalahkan Udinese

AC Milan hadapi kemungkinan besar berpisah dengan salah satu bintangnya, Rafael Leao, akhir musim ini. Situasi ini berkembang di tengah performa sang pemain.
Bangunan Tua Tak Kuat Menahan Hujan, Gudang SDN di Magetan Roboh

Bangunan Tua Tak Kuat Menahan Hujan, Gudang SDN di Magetan Roboh

Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan sejak sepekan terakhir mengakibatkan kerusakan fisik pada fasilitas pendidikan.
Sidak di Nganjuk, Menteri PU Semprot Kontraktor Proyek Sekolah Rakyat

Sidak di Nganjuk, Menteri PU Semprot Kontraktor Proyek Sekolah Rakyat

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendadak marah-marah saat inspeksi mendadak (sidak) pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada hari Sabtu (11/4).
Juventus dan AC Milan Boikot Capres FIGC Dukungan Presiden Inter Milan, Adriano Galliani Beri Respons

Juventus dan AC Milan Boikot Capres FIGC Dukungan Presiden Inter Milan, Adriano Galliani Beri Respons

Adriano Galliani memberi respons soal tindakan Juventus dan AC Milan boikot calon presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago. Mantan Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI) itu mendapatkan dukungan dari Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta.
Generasi Muda di Jawa Barat Siap-siap, Nanti Bakal Ada Peraturan soal Menikah Sederhana Saja, Tidak Bermewah-mewahan Pesta, Dedi Mulyadi yang Bilang Begini

Generasi Muda di Jawa Barat Siap-siap, Nanti Bakal Ada Peraturan soal Menikah Sederhana Saja, Tidak Bermewah-mewahan Pesta, Dedi Mulyadi yang Bilang Begini

Lagi-lagi Kang Dedi Mulyadi menarik perhatian publik. Dia menginginkan anak muda untuk menikah dengan mudah
San Siro Bergejolak! Fans AC Milan Mulai Habis Kesabaran Lihat Performa Buruk Rossoneri dan Eksperimen Taktik Allegri

San Siro Bergejolak! Fans AC Milan Mulai Habis Kesabaran Lihat Performa Buruk Rossoneri dan Eksperimen Taktik Allegri

AC Milan kini tengah berada di persimpangan krusial menjelang akhir musim 2025/2026. Rossoneri hadapi ancaman serius gagal mengamankan tiket ke Liga Champions.

Trending

Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang Justru Ucap Terima Kasih ke Dedi Mulyadi Berkat Kompensasi

Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang Justru Ucap Terima Kasih ke Dedi Mulyadi Berkat Kompensasi

Penertiban bangunan liar di Lembang oleh Dedi Mulyadi justru disambut positif pedagang. Ini karena dapat Kompensasi modal usaha dan pembukaan rekening.
Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Di bawah komando pelatih anyar John Herdman, Timnas Indonesia mengusung misi besar yakni mematahkan kutukan enam kali runner-up dan membawa pulang trofi juara -
2 Striker Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Kompak Borong Gol di Luar Negeri, John Herdman Tak Resah Lagi Lini Depan Tumpul

2 Striker Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Kompak Borong Gol di Luar Negeri, John Herdman Tak Resah Lagi Lini Depan Tumpul

John Herdman berbunga-bunga setelah dua calon striker naturalisasi Timnas Indonesia yaitu Luke Vickery dan Dean Zandbergen kompak borong gol di luar negeri.
Jadwal Final Four Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Semarang, Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Semarang, Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Lolos ke Grand Final

Jadwal final four Proliga 2026 pekan ini, di mana ada sejumlah big match termasuk Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska yang akan menentukan kelolosan Megawati Hangestri dan kawan-kawan di Seri Semarang.
Perakit Senpi Ilegal 'Ki Bedil' yang Beraksi Selama 20 Tahun Dibekuk Bareskrim

Perakit Senpi Ilegal 'Ki Bedil' yang Beraksi Selama 20 Tahun Dibekuk Bareskrim

Baru-baru ini Satresmob Bareskrim Polri bekuk TS alias Ki Bedil, penjual sekaligus perakit senjata api (senpi) ilegal. Bahkan aksi Ki Bedil sudah berjalan
Tidak Terima Ditertibkan Dedi Mulyadi, Kades Ini sampaikan Permintaan Khusus untuk 40 Relawan

Tidak Terima Ditertibkan Dedi Mulyadi, Kades Ini sampaikan Permintaan Khusus untuk 40 Relawan

Berikut permintaan khusus Kades yang menolak ditertibkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sindiran Halus Pelatih Sassuolo ke Jay Idzes Usai Timnya Tumbang dari Genoa: Banyak Kesalahan Kecil

Sindiran Halus Pelatih Sassuolo ke Jay Idzes Usai Timnya Tumbang dari Genoa: Banyak Kesalahan Kecil

Sindiran halus Fabio Grosso untuk Jay Idzes usai Sassuolo kalah 1-2 dari Genoa. Begini kata sang pelatih.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT