Habib Bahar bin Smith Berapi-api Usai Tahu Adiknya Dilecehkan: Kehormatannya!
- Kolase Tim tvOnenews & Tangkapan layar YouTube Uya Kuya TV
tvOnenews.com - Habib Bahar bin Smith kembali menjadi sorotan publik setelah kasus memilukan menimpa keluarganya.
Sang adik perempuan, berinisial S, menjadi korban dugaan percobaan pemerkosaan yang terjadi pada Senin, 16 Juni 2025, sekitar pukul 02.30 WIB, di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
Peristiwa ini sontak mengundang kemarahan besar dari Habib Bahar.
Dikenal sebagai sosok yang keras dan sangat protektif terhadap keluarganya, Habib Bahar dikabarkan tak kuasa menahan emosi ketika mendengar kehormatan adik perempuannya hampir ternoda oleh pelaku berinisial EKK.
Ichwan Tuankotta, kuasa hukum keluarga Bahar, menyampaikan bahwa kemarahan kliennya tidak terbendung.
Ia mengungkapkan bahwa Habib Bahar bahkan mengamuk di Polres ketika mengetahui insiden memilukan yang menimpa sang adik.
“Murka, marah keras. Marah benar-benar luar biasa beliau. Di Polres juga ngamuk, nenangin juga susah,” ujar Ichwan.
Menurut Ichwan, kemarahan Habib Bahar sangat beralasan, terutama karena pelaku tidak hanya mencoba merusak nama baik keluarganya.
Tetapi juga hendak mencoreng kehormatan seorang wanita yang dalam hal ini adalah adik kandungnya sendiri.
“Dia harus jaga marwah adik perempuannya. Kalau adik laki-lakinya sih kata dia enggak apa-apa ditusuk biarin,” tegas Ichwan.
“Cuma adik perempuannya kan, kehormatannya mau diambil. Marah besar," sambungnya.
Pihak kepolisian pun bertindak cepat dalam menangani kasus ini.
Tim gabungan dari Satreskrim Polres Tangerang Selatan dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya segera bergerak mengamankan pelaku utama, EKK, yang diduga kuat sebagai pelaku percobaan pemerkosaan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, membenarkan bahwa pelaku berhasil diamankan hanya beberapa jam setelah kejadian.
EKK ditangkap pada pukul 03.00 WIB di Jalan Arjuna, Benda Baru, Kecamatan Pamulang.
"Tim gabungan berhasil mengamankan saudara atau tersangka EKK, hari Senin tanggal 16 Juni 2025 pukul 03.00 WIB di Jalan Arjuna, Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan," ungkap Ade Ary dalam keterangan pers di Polda Metro Jaya.
Tak hanya EKK, polisi juga menangkap pelaku lain berinisial YLK, yang menyerang kakak korban, Z, ketika mencoba melindungi adiknya.
Z sendiri sempat terlibat baku hantam dengan pelaku dan mengalami luka akibat serangan senjata tajam.
Dalam kronologi yang dirilis kepolisian, S berteriak saat mengalami aksi bejat dari pelaku.
Teriakan itu didengar oleh Z yang langsung datang menolong.
Saat mengejar pelaku hingga ke rumahnya, Z justru disambut dengan serangan pisau oleh YLK.
Z mengalami luka robek di tangan akibat menangkis serangan pelaku.
Namun, keberaniannya membuat pelaku dapat diidentifikasi dan akhirnya diamankan oleh pihak berwajib.
Kasus ini menimbulkan reaksi besar dari masyarakat, khususnya para pendukung Habib Bahar.
Media sosial pun dipenuhi dengan dukungan moral dan doa untuk korban serta keluarga besar Bahar bin Smith.
Di kanal YouTube Sayyid Bahar Bin Sumaith Official, Habib Bahar sempat melontarkan kata-kata penuh emosi yang diyakini sebagai respons terhadap insiden tersebut.
"Luka yang kemarin tidak gratis. Sembilan jahitan akan digantikan dengan 99 potongan. Satu luka, akan diganti dengan 100 luka, dan harga diri tidak bisa ditebus sekalipun dengan kematian," ucap Habib Bahar bin Smith dalam video tersebut.
Ucapan itu menjadi viral dan menuai reaksi beragam dari warganet, banyak di antaranya menunjukkan simpati dan dukungan terhadap ketegasan sikap Habib Bahar dalam menjaga kehormatan keluarganya. (adk)
Load more