Perkembangan AI Kian Canggih, Pemrosesan Data Real-Time dan Historis Kini Dapat Disatukan
- Istockphoto
tvOnenews.com - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kian pesat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang tengah menjadi sorotan adalah agentic AI, yaitu sistem AI yang mampu bertindak mandiri berdasarkan data dan konteks secara real-time.
Teknologi ini tidak hanya menjanjikan efisiensi operasional, tetapi juga pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan cepat.
Untuk mendukung kerja AI seperti ini, dibutuhkan sistem data yang dapat menggabungkan informasi masa kini dengan riwayat masa lalu dalam satu alur pemrosesan yang aman dan efisien.
Seiring tuntutan tersebut, kebutuhan untuk menyatukan pemrosesan streaming dan batch data menjadi semakin penting.
Proses ini memungkinkan agen AI atau sistem analitik mengambil keputusan yang lebih tepat karena memiliki konteks lengkap, baik yang sedang terjadi maupun yang pernah terjadi.
Dalam dunia nyata, seperti perbankan atau layanan kesehatan, integrasi ini sangat vital.
Contohnya, dalam mendeteksi penipuan atau menentukan tindakan medis, data historis dan data real-time harus diakses secara bersamaan agar hasil yang didapat akurat dan dapat dipercaya.

- Istockphoto
Snapshot Queries untuk AI dan Analitik yang Lebih Cerdas
Confluent, salah satu perusahaan penyedia layanan data streaming, baru-baru ini mengumumkan fitur terbaru di Confluent Cloud untuk Apache Flink® yang dirancang untuk mendukung kebutuhan tersebut.
Salah satu fitur unggulannya adalah snapshot queries, yang memungkinkan pemrosesan data historis dan real-time dalam satu platform terpadu.
Fitur ini diyakini dapat mempercepat proses analitik dan mendukung kerja agentic AI secara lebih optimal.
"Agentic AI kini bukan lagi sekadar tren, melainkan telah diadopsi oleh banyak perusahaan," ujar Shaun Clowes, Chief Product Officer di Confluent, Senin (23/6/2025).
"Namun, tanpa kualitas data yang tinggi, AI tidak akan memberikan hasil yang bernilai. Fitur baru ini memungkinkan penggabungan data batch dan stream dalam satu sistem yang dapat dipercaya," tambahnya.
Kemampuan snapshot queries ini juga didukung oleh integrasi Tableflow, yang membantu pengguna memperoleh konteks dari data sebelumnya secara efisien.
Dengan ini, perusahaan bisa menjalankan analisis atau audit data dengan lebih praktis tanpa perlu membangun sistem tambahan yang kompleks.

- Istockphoto
Keamanan Data
Selain menyatukan pemrosesan data, Confluent juga memperkenalkan fitur keamanan baru. Salah satunya adalah CCN Routing, yang menyederhanakan penggunaan jaringan privat bagi organisasi yang membutuhkan perlindungan ekstra.
Solusi ini memungkinkan perusahaan menggunakan Confluent Cloud Network (CCN) yang sudah ada untuk menghubungkan data secara aman ke berbagai beban kerja seperti AI, analitik, atau pipeline streaming.
Saat ini, CCN Routing telah tersedia secara umum di Amazon Web Services (AWS) di semua wilayah yang mendukung Flink.
Tak hanya itu, fitur penyaringan IP juga dihadirkan untuk meningkatkan kontrol terhadap akses data, terutama bagi perusahaan yang beroperasi di lingkungan hibrida.
Dengan fitur ini, perusahaan dapat membatasi lalu lintas hanya ke IP yang disetujui dan memantau upaya akses ilegal secara lebih transparan. Ini memberi perlindungan tambahan dalam menjaga kerahasiaan data sensitif.
Stewart Bond, Wakil Presiden Data Intelligence and Integration Software di IDC, menyebut bahwa perkembangan AI agentik memang memerlukan pendekatan baru dalam pengelolaan data.
“Untuk memaksimalkan potensi AI, perusahaan harus mampu menyatukan berbagai jenis data, baik yang terstruktur maupun tidak, serta data historis dan real-time, dalam satu sistem terpadu,” ujarnya.
Dengan kemampuan baru yang ditawarkan Confluent, perusahaan kini dapat lebih mudah mengaktifkan AI yang cerdas, responsif, dan aman.
Fitur-fitur ini diyakini akan mendorong penerapan AI dalam bisnis secara lebih luas dan terukur, seiring meningkatnya kebutuhan akan pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis data. (udn)
Load more