GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PSSI Sulit 'Menang' di Sepak Bola, Kepala BGN Blak-blakan: Main 90 Menit itu Berat Karena Gizinya Tidak Bagus, Banyak Pemain Bola Lahir dari....

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, ungkap alasan PSSI sulit menang di ajang sepak bola. Dadan bilang banyak pemain sepak bola nasional lahir dari
Jumat, 4 Juli 2025 - 17:52 WIB
PSSI Sulit 'Menang' di Sepak Bola, Kepala BGN Blak-blakan: Main 90 Menit itu Berat Karena Gizinya Tidak Bagus, Banyak Pemain Bola Lahir dari....
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, secara gamblang menyebut bahwa banyak pemain sepak bola nasional lahir dari lingkungan dengan kualitas gizi rendah. 

Hal ini dinilai sebagai salah satu penyebab Timnas Indonesia sulit tampil maksimal di panggung internasional. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Persoalan gizi ternyata bukan hanya soal kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada performa atlet, termasuk pemain sepak bola Indonesia. 

“Jangan heran kalau PSSI kesulitan menang karena bermain 90 menit itu berat. Kenapa? Karena gizinya buruk, apalagi banyak pemain bola lahir dari kampung,” ujar Dadan saat berbicara di Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, sebagaimana dikutip Antara.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana
Sumber :
  • Ist

 

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya korelasi kuat antara kecukupan nutrisi sejak usia dini dengan daya tahan fisik dan kecerdasan dalam bermain sepak bola.

Tak hanya kekuatan fisik yang terganggu, namun juga kemampuan membaca permainan dan mengambil keputusan di lapangan. 

Menurut Dadan, gizi yang baik berperan penting dalam pembentukan kecerdasan atlet, termasuk dalam aspek taktik dan strategi saat bertanding.

Di tengah kondisi ini, kehadiran pemain keturunan Belanda menjadi semacam penyegar kualitas tim nasional. 

Para pemain diaspora ini dinilai memiliki keunggulan dalam asupan gizi sejak kecil, yang berdampak pada performa mereka di lapangan. 

“Sekarang PSSI sudah agak membaik karena 17 pemainnya adalah produk makanan bergizi dari Belanda. Tapi masih belum bisa menyaingi Australia dan Jepang, apalagi Jepang yang makan bergizinya sudah 100 tahun,” ungkap Dadan.

Namun, pertanyaannya kini adalah: apakah kondisi ini juga mencerminkan kualitas gizi pemain di Liga Indonesia dan bagaimana peran PSSI dalam mengatasinya?

Rizky Ridho Dulu Tak Mengenal Makanan Bergizi, Baru Tahu Protein Saat Era Shin Tae-yong?

Dalam beberapa tahun terakhir, isu gizi atlet nasional memang semakin mencuat. Rizky Ridho, salah satu bek andalan Timnas Indonesia, mengaku bahwa ia baru memahami pentingnya makanan sehat dan protein saat Shin Tae-yong melatih tim.

"Jujur, sebelum dilatih Coach Shin, saya belum tahu pentingnya makan bergizi. Dulu kalau lapar ya makan saja, tidak berpikir soal nutrisi atau protein," kata Rizky di YouTube podcast Sport77.

Baca Selengkapya disini: Rizky Ridho Tak Kenal Makanan Bergizi, 8 Tahun Makan Sempol

Pernyataan Ridho mengindikasikan bahwa edukasi gizi belum menjadi bagian dari budaya pelatihan sepak bola di level klub, terutama di Liga Indonesia. 

Hal ini memunculkan pertanyaan besar terhadap sistem pembinaan usia dini dan peran PSSI dalam memastikan para pemain tidak hanya dilatih secara teknis, tapi juga secara nutrisi dan fisik.

Dalam banyak kasus, pola makan para pemain masih dipengaruhi kebiasaan kampung halaman mereka yang cenderung minim informasi soal nutrisi.

Terlebih lagi untuk menunjang aktivitas fisik tinggi seperti sepak bola profesional. Hal ini diperparah oleh fakta bahwa banyak pemain berasal dari keluarga prasejahtera yang kesulitan mengakses makanan bergizi sejak kecil. 

Seperti ditegaskan oleh Dadan, “Bapak Presiden Prabowo sampai merasa miris karena banyak anak-anak belum kebagian program gizi. Beliau sangat perhatian dan meminta agar distribusi dipercepat,” kata Dadan.

Dibutuhkan lebih dari sekadar program bantuan: edukasi tentang pentingnya gizi. Integrasi ahli nutrisi di tim-tim Liga Indonesia, dan pembentukan kebiasaan sehat sejak dini bagi para atlet muda menjadi kunci penting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan berbagai temuan tersebut, bisa disimpulkan bahwa permasalahan gizi tidak bisa dipandang sepele dalam konteks pembangunan olahraga nasional. 

Tanpa perbaikan sistemik, mulai dari edukasi gizi, perbaikan pola makan di klub-klub sepak bola, hingga optimalisasi program pemerintah, cita-cita Indonesia untuk sejajar dengan negara maju dalam sepak bola akan sulit tercapai. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Ramadan, BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan Ringan Hingga petir Hari Ini

Jelang Ramadan, BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan Ringan Hingga petir Hari Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Rabu.
Emas Pegadaian Rontok Berjamaah, Galeri24 Balik ke Level Rp2,94 Juta per Gram

Emas Pegadaian Rontok Berjamaah, Galeri24 Balik ke Level Rp2,94 Juta per Gram

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan perdagangan Selasa pagi
Diskotek di Jakarta Wajib Tutup H-1 Ramadhan hingga H+3 Lebaran

Diskotek di Jakarta Wajib Tutup H-1 Ramadhan hingga H+3 Lebaran

Ketentuan tersebut dikeluarkan sebagai bagian dari penyesuaian aktivitas usaha pariwisata guna menjaga ketertiban dan menghormati nilai keagamaan masyarakat selama Ramadhan.
Omongan Jujur Sergio Castel soal Persib, Striker Asal Spanyol Itu dari Awal Sudah Tahu Kualitas Skuad Bojan Hodak

Omongan Jujur Sergio Castel soal Persib, Striker Asal Spanyol Itu dari Awal Sudah Tahu Kualitas Skuad Bojan Hodak

Sergio Castel bicara jujur soal kesan pertamanya berada di dalam Persib Bandung. Sergio Castel merupakan striker baru Persib Bandung yang berasal dari Spanyol.
Rupanya Ini Hubungan Eks Kapolres Bima AKBP Didik dengan Aipda Dianita, Polwan yang Dititipi Koper Isi Narkoba

Rupanya Ini Hubungan Eks Kapolres Bima AKBP Didik dengan Aipda Dianita, Polwan yang Dititipi Koper Isi Narkoba

Kasus narkoba yang menyeret eks Kapolres Bima Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Didik Putra Kuncoro masih jadi perbincangan hangat.
Tentukan Kemenangan Real Madrid atas Benfica, Vinicius Junior Diduga Jadi Korban Rasisme

Tentukan Kemenangan Real Madrid atas Benfica, Vinicius Junior Diduga Jadi Korban Rasisme

 Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, diduga menjadi korban rasisme usai kemenangan atas Benfica dengan skor 1-0. Dia mencetak satu-satunya gol dalam duel playoff 16 besar Liga Champions tersebut.

Trending

Detail Kontrak Joao Felix di Al Nassr Bikin Chelsea Ketiban Durian Runtuh, Kok Bisa?

Detail Kontrak Joao Felix di Al Nassr Bikin Chelsea Ketiban Durian Runtuh, Kok Bisa?

Status kontrak Joao Felix dengan Al Nassr sedang menjadi perbincangan. Salah seorang junalis Arab Saudi membongkar detail kontrak pemain Portugal tersebut.
Jangan Makan Bahan Ini saat Sahur, Tips Badan Sehat dan Ideal saat Puasa ala Ade Rai

Jangan Makan Bahan Ini saat Sahur, Tips Badan Sehat dan Ideal saat Puasa ala Ade Rai

Tips puasa Ramadhan ala Ade Rai, hindari makan bahan ini saat sahur dan berbuka, tubuh akan sehat dan badan ideal.
Nyaman Tinggal Bareng Ruben Onsu, Kata Betrand Peto saat Serumah dengan Sarwendah: Lebih Banyak Sendiri

Nyaman Tinggal Bareng Ruben Onsu, Kata Betrand Peto saat Serumah dengan Sarwendah: Lebih Banyak Sendiri

Betrand Peto ungkap perbandingan saat dirinya tinggal dengan Sarwendah dan Ruben Onsu. Seperti apa? Simak informasi selengkapnya dalam artikel di bawah ini!
Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Berikut ini penjelasan, alasan penetapan ramadhan 2026 di Indonesia berbeda antara Muhadi dan NU.
Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan zodiak besok, 19 Februari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Simak prediksi cinta, karier, dan keuangan hari ini.
Apakah Tanggal 18 Februari 2026 Masih Libur? Simak Fakta Terbaru Jelang Ramadhan 1447 H

Apakah Tanggal 18 Februari 2026 Masih Libur? Simak Fakta Terbaru Jelang Ramadhan 1447 H

Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026. Dari SKB 3 Menteri, tidak ada Libur Nasional & Cuti Bersama pada Rabu, 18 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT