Meski Lahir di Negara Maju, Pemain Mualaf di Timnas Indonesia ini Lebih Nyaman di Tanah Air
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Jakarta, tvOnenews.com- Siapapun anda pasti mengenal Pemain naturalisasi Timnas Indonesia satu ini. Dia satu-satunya pemain yang berstatus mualaf.
Pemain naturalisasi ini, sosoknya sangat murah senyum. Sehingga sangat mudah dikenali.
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Jarang diketahui, ada hal menarik dari pemain naturalisasi ini loh. Dia pernah menjelaskan seputar rasanya bermain di Indonesia.
Menurutnya, ada perasaan dirasakan setelah masuk ke Timnas Indonesia. Ternyata buatnya merasa berbeda, dibandingkan di negara kelahirannya.
Pemain naturalisasi ini lahir di Negara Maju, Belanda. Anehnya, dia lebih merasa nyaman di Indonesia.
Ragnar Oratmangoen yang disapa Wak Haji ini sebut ada 'bebas' yang terlintas dalam benaknya. Tentunya, ini pengakuan tak terduga dari Pemain naturalisasi.
Makna perasaan bebas yang disampaikan pemain mualaf ini, Ragnar bandingkan kenyamanan tinggal di Belanda dan Indonesia sangatlah berbeda.
Sebagaimana diketahui, banyak hal menarik dari Ragnar Oratmangoen yang akrab disapa Wak Haji itu. Sebab ia, satu-satunya anggota Timnas Indonesia yang berstatus mualaf loh.
Ia lahir dari keluarga besar non-muslim, nasrani. Tentunya, keputusan mualaf bukan perkara mudah.
Lebih Suka Indonesia daripada Belanda
Cerita perjalanan spiritual hingga suka duka bermain dan tinggal di Indonesia, ia sharing dalam acara podcast.
Hal ini ungkapkan dalam satu momen wawancaranya di YouTube Soccer77 waktu lalu, dikutip Sabtu (12/7).
- PSSI
"Indonesia mayoritas beragama islam, dan bagaimana pandangan kamu jika dibandingkan dengan eropa yang cukup bebas?," tanya Mamat.
Sehubungan ragnar merasa lebih nyaman dan menyenangkan di Indonesia karena tingkat toleransi tinggi. Masyarakat tidak mudah menghakimi 'judge'.
Wak Haji mengaku bebas punya pilihan tanpa terbebani oleh frame 'judge' orang lain.
"Sebenarnya tidak begitu sulit di Belanda. Namun kamu tidak akan sebebas yang diinginkan," jawab Ragnar Oratmangoen.
"Sebab mereka orang Belanda sangat mudah men-judge (menghakimi) orang lain, berbeda dengan saya Indonesia," jelas Wak Haji.
Wak Haji mengaku adanya rasa 'bebas' dalam mendengarkan panggilan shalat (adzan). Menurutnya, kapanpun bisa mendengarnya.
"Di saat mereka melihat kita, bisa saja mereka berpikir yang bukan-bukan. Sementara saya di sini bisa bebas. Mendengarkan adzan setiap kali saya keluar," ucapnya sambil tersenyum.
"Di sini (Indonesia) sangat baik, lebih baik dan juga menyenangkan. Bahkan di sini juga, kita tidak akan dihakimi dengan apa yang kita percaya," terang Wak Haji.
Perjalanan Spiritual Ragnar Oratmangoen
Pasalnya, ia mengenal Islam sejak kecil. Sebab sering diajak teman-temannya ke Masjid.
Kala itu, jadi momentum terbukanya pintu hati Ragnar Oratmangoen untuk mengenal Islam lebih jauh.
"Bagi saya, yang saya pikirkan adalah belajar tentang Tuhan. Tentu saja juga teman saya yang beberapa kali membawa saya ke masjid," jelas Ragnar Selasa (19/3) di Senayan, Jakarta.
Sehubungan dengan Wak Haji, ia sempat menyoroti kabar pemecatan Shin Tae-yong atau akrab disapa STY sebagai Pelatih Timnas Indonesia jadi sorotan.
Pemain andalan STY ini, tak ingin situasi mematahkan semangatnya. Ragnar Oratmangoen mengungkapkan perasaan akan tetap berusaha capai impian bersama Timnas Indonesia.
Usai mengetahui STY dipecat PSSI. Ia menuliskan terima kasih sekaligus ajakan untuk menjaga kebersamaan dan fokus pada pencapaian dituju.
"Terima kasih untuk semuanya coach, mari tetap bersatu dan pastikan kita mencapai tujuan kita,” tulis Ragnar, dikutip Selasa (7/1). (klw)
Load more