News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Fakta Kasus Timothy Anugerah, Ternyata Mahasiswa Unud Itu Meninggalkan 'Barang Pribadi' Berupa...

Almarhum Timothy Anugerah merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud angkatan 2022.
Jumat, 24 Oktober 2025 - 20:04 WIB
3 Fakta Kasus Timothy Anugerah, Ternyata Mahasiswa Unud Itu Meninggalkan 'Barang Pribadi' Berupa...
Sumber :
  • youtube tvone

Jakarta, tvOnenews.com- Kasus kematian Timothy Anugerah sampai saat ini belum menemukan titik terang. Kisahnya pun viral di media sosial (Medsos).

Timothy Anugerah diketahui meninggal dunia di Lingkungan Universitas Udayana (Unud) pada Rabu, 15 Oktober 2025. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3 Fakta Kasus Timothy Anugerah, Ternyata Mahasiswa Unud Itu Meninggalkan  Barang Pribadi  Berupa...
3 Fakta Kasus Timothy Anugerah, Ternyata Mahasiswa Unud Itu Meninggalkan 'Barang Pribadi' Berupa...
Sumber :
  • youtube tvone

 

Almarhum Timothy Anugerah merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud angkatan 2022. Diduga meninggal karena bunuh diri (Bundir).

Sehubungan dengan ini, simak sejumlah fakta yang dirangkum tvOnenews.com, sayang untuk dilewatkan.

Berikut 3 Fakta Kasus Timothy Anugerah

1. Diduga Korban Bullying

Atas kejadian ini, mencuat berbagai spekulasi soal Timothy Anugerah kalau dia merupakan korban dari perundungan atau bullying.

Berbagai unggahan di media sosial mulai bermunculan, memperlihatkan dugaan adanya perundungan, dan itu juga muncul setelah kematian Timothy.

Bahkan, beredar pula tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang berisi hinaan, dan ejekan terhadap korban. 

Buntutnya pun beberapa orang yang diduga 'mem-bully' berperilaku nir-empati itu berujung meminta maaf sampai tidak lolos dari mata kuliah di satu semester.

Pihak kampus Unud mengatakan kalau sampai saat ini masih terus mendalami kasus. 

Namun sejauh ini, bukti yang ada baru menjelaskan ucapan Nir-Empati yang dilakukan sejumlah mahasiswa Unud setelah Timothy meninggal dunia. 

"Sejumlah mahasiswa pelaku nir-empati telah diperiksa," kata Dewi Pascarani, Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, dikutip dari Youtube Metrotv, Kamis (23/10).

"Semenjak 17 oktober 2025 telah menugaskan pihak satgas untuk pendalaman. Beberapa mahasiwa yang pelaku nir-empati telah dipanggil dan diperiksa, dan untuk mempercepat didukung tim pencari fakta dari universitas," jelasnya.

2. Jatuh dari Lantai 4

Selain itu, juga muncul fakta lainnya berupa keterangan saksi yang sudah pihak kepolisian panggil dan periksa.

Diketahui, peristiwa tragis itu terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.30 WITA. 

Berdassarkan keterangan saksi yang tak mengenal Timothy Anugerah itu, sempat melihat kehadiran almarhum di Lantai 4, lengkap dengan barang pribadi yang ditinggalkan berupa tas dan sepatu.

"Saksi yang melihat pada saat korban itu ke luar dari lift di lantai empat, ada. Keluar dari lift, datang di lantai empat itu, kemudian berjalan, dan kemudian korban duduk-duduk di lokasi di mana terakhir ditemukan ada tas dan sepatu milik korban," ungkap kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan di Denpasar, dikutip dari Antara, Selasa (21/10).

3. Diduga Bunuh Diri

Sementara, menjelaskan bahwa Timothy meninggal dunia diduga karena bunuh diri. Seperti dikatakan, Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan di Denpasar bahwa kondisi lantai empat tempat para saksi terakhir, melihat Timothy masih hidup tidak memungkinkan adanya kejadian terpeleset. 

"Kalau untuk jatuh terpeleset, tidak ya. Karena kan di sana itu tempat duduk, kemudian ada pagar atau balkon. Jadi lebih memungkinkan korban itu naik, kemudian jatuh seperti itu," katanya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, ia menjelaskan kondisi lantai empat tempat para saksi terakhir, melihat Timothy masih hidup tidak memungkinkan adanya kejadian terpeleset.(klw)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

sejak Kecil Sering Dimanja dan Dibela Kalau Salah, Taufik Hidayat Tumbuh jadi Pemuda Arogan

sejak Kecil Sering Dimanja dan Dibela Kalau Salah, Taufik Hidayat Tumbuh jadi Pemuda Arogan

Pelarian Taufik Hidayat alias TH (30), tersangka utama kasus penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, YTR (29), akhirnya resmi berakhir. Tim Res-
Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia setelah berhasil meraih kemenangan berharga di laga terakhir fase grup AVC Men's Cup 2026.
USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

Terbaru, USGS memperkirakan peluang terjadinya gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 6,0 dalam sepekan ke depan mencapai delapan persen.
Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil, Zico, memberikan peringatan kepada negaranya jelang hadapi Jepang di 32 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, Tim Samurai Biru telah berkembang.
Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Amerika Serikat mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada ekspor dari negara mana pun yang menerapkan pajak jasa digital pada perusahaan-perusahaan AS.
PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

pemerintah harus memastikan semua investasi pada Patriot Bond tetap tunduk pada prinsip Know Your Customer (KYC), Customer Due Diligence (CDD), dan Enhanced Due Diligence (EDD).

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Enam Pesawat AS Serang Empat Target di Iran

Enam Pesawat AS Serang Empat Target di Iran

Amerika Serikat Kembali melancarkan serangan ke Iran. Kali ini enam pesawat AS menyerang empat target di Iran, menurut laporan jurnalis PBS News, Nick Schifrin, Jumat (26/6), mengutip seorang pejabat AS.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT