Ini Alasan Melda Safitri Diam Saja saat Diceraikan Suaminya, Hatinya Teriris Bicara Jujur: Saya Gak Mau …
- Facebook Safitri Alshop Aceh & Instagram/tvone
“Saya diam. Diamnya saya gimana ya? Bertanya, kacau sih, tapi saya diam aja gitu. Saya biarkan dia pergi gitu. Karena saya pikir nanti takutnya kalau saya kejar makin besar kepala gitu. Jadi saya biarkan. Dan enggak lama dari kejadian itu ketika tanggal 17 Agustus dia menerima SK dari P3K,” katanya lirih.
Fitri kemudian bertanya alasan di balik perceraian itu.
“Saya bilang sama dia, ‘Apa alasan kamu cerikan saya?’ Saya bilang. Ya, dia bilang saya keras kepala, tidak bisa diatur. Dia bilang kan ya mungkin memang saya pun istri yang kurang sempurna. Mungkin ya saya banyak salah gitu,” ucapnya dengan pasrah.
Namun yang paling menyayat hati adalah pengakuannya bahwa ia mendukung suaminya sejak masa sulit hingga sukses tiba.
“Cuman saya kecewanya setelah kita bersama dari nol, kita saya temani dia dari nol, tapi hasil yang saya dapat tuh gini gitu. Pas dia sudah sukses, dia tinggalin gitu,” ungkap Fitri.
Denny Sumargo pun tampak terharu mendengar kisah itu.
“Dan yang kamu sangat kecewa itu dengan kalian sudah hampir 5 tahun ini suka duka, begitu dia sudah ada jalan sukses dia tinggalkan kamu,” tanya Denny.
Melda hanya menunduk dan menjawab pelan, “Itu yang buat saya sedih terlalu dalam tapi susah untuk menyimpulkan dengan kata-kata gitu. Kami perjuangkan sama-sama terutama di bidang kebutuhan untuk kemarin beli baju koprinya gitu. Saya sisihkan dari jualan cabe gitu. Saya tabung Rp10.000, Rp5.000 gitu biar cukup gitu.”
Denny pun memastikan, “Baju yang dia buat pakai nanti?”
Melda mengangguk, “Pelantikan. Saya dari pagi jualan pulangnya baru magrib gitu. Kalau misalnya mau belanja itu berangkatnya kami seminggu dua kali berangkat ke Rimo. Ke Rimo itu tempat pusat belanja sayur gitu. Itu berangkatnya jam malam.”
Ia melanjutkan dengan kisah perjuangan mereka, “Nanti sudah sampai ke Rimo menunggu nanti barang dibongkar dari Sidikalang tempat-tempat orang jual sayur itu kami tidur di kaki lima orang dulu gitu. Tidur di kaki lima kayak ruko-ruko kayak gini. Kami tidur di kaki lima orang dulu. Nanti jam 2 kami baru belanja sampai nanti subuh."
Load more