Psikolog Lihat Keputusan Atalia Praratya Ceraikan Ridwan Kamil Tidak Diambil dalam Semalam
- YouTube/DennySumargo
Jakarta, tvOnenews.com – Atalia Praratya dan Ridwan Kamil resmi sepakat bercerai setelah menjalani proses mediasi gugatan perceraian di Pengadilan Agama (PA) Bandung. Kesepakatan tersebut diumumkan oleh tim kuasa hukum kedua belah pihak usai mediasi, Jumat (19/12/2025).
Kuasa hukum Ridwan Kamil Wenda Aluwi mengatakan mediasi dihadiri langsung oleh Atalia dan Ridwan Kamil sebagai prinsipal dengan mediator dari PA Bandung.
“Kami ingin menyampaikan bahwa pada hari ini, tepatnya sore tadi, mediasi perkara yang didaftarkan oleh Ibu Atalia telah dilaksanakan dan dihadiri langsung oleh para prinsipal bersama mediator dari Pengadilan Agama,” ujar Wenda di Bandung.
- YouTube/NajwaShihab
Dalam mediasi tersebut, lanjut Wenda, terdapat sejumlah kesepakatan yang dicapai, termasuk komitmen untuk menjalani proses perceraian secara baik-baik hingga terbit putusan pengadilan.
“Hasilnya, ada beberapa kesepakatan yang disepakati. Mediasi ini kemudian akan bergulir ke agenda persidangan, dan secara normatif proses perceraian akan dijalankan dengan baik bersama-sama sampai akhirnya ada putusan dari pengadilan,” jelasnya.
Sementara itu kuasa hukum Atalia Praratya Debi Agusfriansa menegaskan bahwa kliennya dan Ridwan Kamil sepakat berpisah secara baik-baik serta tetap menjaga hubungan yang saling menghormati, terutama demi anak-anak.
“Pada dasarnya, beliau-beliau sepakat untuk berpisah secara baik-baik. Kedua, mereka sepakat untuk saling menghormati satu sama lain dan juga akan merawat serta mengasuh anak-anak secara bersama-sama,” kata Debi.
Debi juga menepis isu adanya pihak ketiga dalam gugatan perceraian tersebut. Ia memastikan gugatan cerai murni didasari kesepakatan kedua belah pihak.
“Karena kami dari pihak penggugat yang menyusun isi gugatan, kami pastikan di dalam gugatan itu tidak ada yang namanya pihak ketiga. Ini murni perpisahan atas keinginan kedua belah pihak,” tegasnya.
- Kolase tvOnenews.com / YouTube Denny Sumargo / Instagram @ataliapr
Debi turut menyampaikan pesan Atalia kepada masyarakat agar menghormati proses hukum yang tengah berjalan, mengingat perceraian merupakan persoalan privat.
“Ibu Atalia berharap masyarakat dapat saling menghormati karena ini adalah perkara privasi. Kami berharap ke depannya semua pihak dapat mendoakan yang terbaik untuk bapak maupun ibu,” pungkasnya.
Di sisi lain, Panitera Pengadilan Agama Bandung Dede Supriadi mengungkapkan bahwa dalam gugatan cerainya, Atalia tidak menuntut pembagian harta gono-gini.
“Dalam gugatannya, Ibu Atalia tidak mempermasalahkan aset. Tidak ada tuntutan harta gono-gini. Intinya hanya ingin berpisah,” ujar Dede, Sabtu (20/12/2025).
Secara hukum, harta gono-gini merupakan kekayaan yang diperoleh selama perkawinan dan pada prinsipnya menjadi milik bersama. Namun, dalam perkara ini, Atalia memilih tidak mengajukan tuntutan pembagian harta.
Keputusan tersebut kerap dikaitkan dengan sosok Atalia yang dikenal mandiri secara pendidikan dan finansial.
Perempuan kelahiran Bandung, 20 November 1973 itu memiliki latar belakang pendidikan tinggi serta pengalaman profesional yang panjang sebelum terjun ke dunia politik.
Atalia menempuh pendidikan mulai dari SMA Negeri 5 Bandung, Diploma III Perpajakan di Universitas Padjadjaran, Sarjana Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan, Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Pasundan, hingga meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran pada 2022.
- Instagram/@ridwankamil
Ia juga pernah bekerja di sektor perhotelan dan keuangan, termasuk di perusahaan keuangan di Hong Kong, serta berkiprah di PT Urbane Indonesia hingga menjabat Direktur Keuangan dan Komisaris.
Selain itu, Atalia aktif sebagai dosen dan pegiat organisasi sosial.
Pada Pemilu 2024, Atalia terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Jawa Barat I melalui Partai Golkar dan kini bertugas di Komisi VIII DPR RI.
Terkait keputusan perceraian tersebut, Psikolog Nuchayati menilai langkah Atalia tidak diambil dalam waktu singkat.
“Untuk seorang perempuan atau istri yang memiliki kehidupan cukup stabil, dalam arti karier bagus, pendidikan bagus, dan kehidupan sosial juga baik, maka saat memutuskan untuk berpisah pasti pertimbangannya sangat luas,” kata Nuchayati, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Minggu (21/12/2025).
Menurutnya, perempuan dengan karakter seperti Atalia akan memastikan keputusan yang diambil tidak dilandasi gengsi atau provokasi dari luar.
“Keputusan itu benar-benar dipahami, tidak merugikan dirinya dan tetap bisa menikmati kehidupan yang baik setelah berpisah. Walaupun dalam proses panjang itu ada masalah baru, tidak serta-merta membuat keputusan berpisah diambil begitu saja,” tutupnya.
Load more