News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Penumpang Bus Transjakarta Dimarahi Ibu-ibu karena Kursi Viral, Lagi Sakit Kepala Berujung Dimaki-maki

Penumpang Bus Transjakarta dimaki-maki oleh ibu-ibu terekam dalam video yang viral di media sosial. Ia menceritakan kronologi terjadi di kursi non-prioritas.
Senin, 22 Desember 2025 - 10:52 WIB
Penumpang Bus Transjakarta dimaki-maki oleh seorang ibu-ibu
Sumber :
  • Kolase Instagram/@hani.rajagukguk & Transjakarta

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang penumpang Bus Transjakarta dimaki-maki oleh ibu-ibu terekam dalam video. Rekaman percekcokan keduanya viral di media sosial.

Penumpang Bus Transjakarta selaku perekam video mengungkapkan kronologi saat dimaki-maki oleh ibu-ibu. Ia menceritakan hal itu melalui akun Instagram @hani.rajagukguk, Sabtu (20/12/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kejadian di Kursi Non-Prioritas Bus Transjakarta

Ia mengatakan, kejadian ini terjadi di bagian kursi non-prioritas. Ia bisa menduduki salah satu layanan dari Transjakarta tersebut.

"Jadi, kronologinya gini guys, gua duduk tuh padahal nggak di kursi prioritas. Dan ibu ini maksa-maksa minta tempat duduk ke gua," ujar penumpang Bus Transjakarta itu dikutip tvOnenews.com, Senin (22/12/2025).

Ibu-ibu emosi kepada penumpang Bus Transjakarta viral di media sosial
Ibu-ibu emosi kepada penumpang Bus Transjakarta viral di media sosial
Sumber :
  • Instagram/@hani.rajagukguk

Ia menjelaskan di tengah perjalanannya, ibu-ibu yang mengenakan pakaian berwarna hijau tersebut langsung memaksa ingin duduk. Ironisnya, ibu-ibu itu tidak menggunakan cara yang lembut.

Menurut dia, ibu-ibu tersebut langsung meluapkan emosinya. Nada tinggi darinya membuat ia tidak mau beranjak dari kursi non-prioritas.

"Dengan sangat tidak sopan. Terus gua bilang 'maaf' ke ibu ini karena nggak gua kasih," katanya.

Penumpang Bus Transjakarta Lagi Sakit Kepala

Ia menjelaskan alasan ogah berdiri selain karena emosi ibu-ibu itu. Ia mengatakan, kondisinya pada saat itu sedang kurang sehat.

Ia sedang merasakan sakit kepala karena kelelahan. Hal ini membuat dirinya harus istirahat dan bisa duduk di kursi non-prioritas.

"Karena posisi gua juga lagi sakit kepala, tahu kan rasanya sakit kepala gimana? Ditambah, ibu ini bikin saya tambah sakit kepala. Terus ibu malah marah-marah nggak jelas," terangnya.

Terus Marah di Sepanjang Jalan

Lanjut dia, ibu-ibu tersebut terus memarahi perekam video. Bahkan emosinya semakin meluap lantaran tidak diberikan duduk di kursi non-prioritas.

Ia menyayangkan ibu itu melontarkan ucapan kata kasar. Dalam rekaman video tersebut, ibu-ibu ini juga mengucapkan nama binatang kepada dirinya.

"Marah-marah sepanjang jalan nggak ke-record full karena sakit kepala dengarnya, terus ngatain saya anxxxx, bangxxx, tolxx, dan mendoakan saya, 'semoga besok sakit nggak bisa bangun'," tuturnya sambil mengulas kejadian tersebut.

"Padahal saya udah diam, tapi ibu ini masih aja ngomel-ngomel nggak jelas," lanjutnya.

Bagikan Momen Pengakuan Ibu-ibu itu Masih Kuat Berdiri

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Ia mengunggah video lain memperlihatkan ibu-ibu tersebut. Ia mendengar pengakuan bahwa ibu itu masih memiliki tenaga yang kuat meski sudah lansia.

"Masih kuat berdiri kan Bu? Masih kuat jalan-jalan kan Bu? Masa naik Busway kepenginnya duduk? Terus kenapa emosian ketika saya bilang nggak bisa kasih kursi? Ibunya kalau punya menantu punya simpati nggak ya?," tanya dia dalam video tersebut.

Dalam rekaman itu, ibu-ibu ini hanya ingin penumpang wanita atau perekam bisa berempati kepada yang lebih tua. Alih-alih keinginan itu terwujud, nyatanya terpaksa harus tetap berdiri.

Ibu-ibu tersebut terus mengoceh dan curhat kepada penumpang lain. Ia menganggap ibu itu sudah kasar kepada orang lain hanya perkara ingin duduk di kursi non-prioritas.

"Betapa kasarnya ibu ini sama saya. Saya mau observasi aja beliau kalau udah nampar saya, saya baru murka," katanya.

Percakapan Ibu-ibu Memaki Penumpang Bus Transjakarta yang Viral

Dalam video viral, ibu-ibu itu coba memaksa penumpang wanita tersebut mengalah. Ia menganggap dirinya telah berusia tua, sementara sang perekam masih muda.

"Bukan masalah bangku prioritasnya. Saya orang tua, kamu masih muda. Coba lihat KTP kamu (usia) berapa?," ucap ibu-ibu itu sambil emosi.

Ia tidak habis pikir kenapa masih ada anak muda tidak hormat kepada orang tua. Padahal dari segi kondisi tubuh, tenaga anak muda jauh lebih kuat.

Perekam kembali mengingatkan kursi yang diduduki olehnya adalah non-prioritas. Setiap penumpang boleh menggunakannya karena tidak ada spesifikasi terhadap penumpang tertentu.

"Saya juga capek Bu dari pagi. Ibu tahu nggak kalau orang lagi nggak enak badan, tahu nggak?," tegasnya.

Ibu-ibu itu tidak peduli terhadap kondisi tubuh penumpang tersebut dengan nada tinggi dan emosi yang meledak.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pihak Transjakarta meminta maaf atas insiden tersebut. Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani mengingatkan para pelanggan saling menghargai satu sama lain.

Ia menjelaskan kegunaan kursi prioritas untuk kategori ibu lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu pembawa bayi atau balita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengimbau para penumpang mengutamakan pelanggan dan orang yang berhak menggunakan kursi prioritas. Sementara penumpang yang merasa tidak nyaman diminta melaporkan ke petugas atau call center 1500-102.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kronologi Sahroni Diperas ‘Utusan KPK’ Gadungan: Minta Rp300 Juta, Berujung Ditangkap Tengah Malam

Kronologi Sahroni Diperas ‘Utusan KPK’ Gadungan: Minta Rp300 Juta, Berujung Ditangkap Tengah Malam

Peristiwa dugaan pemerasan dengan mencatut nama KPK bermula pada Senin, 6 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB, saat Ahmad Sahroni tengah memimpin rapat di Komisi III DPR RI. 
Warga Keluhkan Mekanisme Penyaluran Bansos di Barombong

Warga Keluhkan Mekanisme Penyaluran Bansos di Barombong

Warga keluhkan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) yang diduga masih amburadul di Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 
John Herdman Tak Perlu Pusing Jay Idzes Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Bung Ropan Sarankan Pemain Ini

John Herdman Tak Perlu Pusing Jay Idzes Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Bung Ropan Sarankan Pemain Ini

Bung Ropan menyebut banyak stok pemain berkualitas yang bisa dipanggil John Herdman jika Jay Idzes tidak bisa ikut membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
John Herdman Tak Perlu Pusing Jay Idzes Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Bung Ropan Sarankan Pemain Ini

John Herdman Tak Perlu Pusing Jay Idzes Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Bung Ropan Sarankan Pemain Ini

Bung Ropan menyebut banyak stok pemain berkualitas yang bisa dipanggil John Herdman jika Jay Idzes tidak bisa ikut membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Cak Imin Soroti WFH ASN untuk Kurangi BBM, Wanti-Wanti soal Produktivitas

Cak Imin Soroti WFH ASN untuk Kurangi BBM, Wanti-Wanti soal Produktivitas

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar merespons kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya hal ini bisa memberi dampak positif.
Menang Telak, Saswco Mojang Tetap Catatkan Evaluasi di Liga Putri U-18

Menang Telak, Saswco Mojang Tetap Catatkan Evaluasi di Liga Putri U-18

Sascwo Mojang menang dengan skor 7-0 dari Putri Sukabumi di Cimahi, Sabtu (11/4/2026).

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Tim Geypens akui ingin jadi WN Belanda lagi usai passportgate. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini lahir di Belanda tapi tiba-tiba jadi ilegal di negeri sendiri.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Dedi Mulyadi minta maaf ke warga Jabar, Samsat diserbu warganet usai tak sesuai kebijakan, hingga Bung Ropan curigai PSSI incar striker keturunan ini.
Akui Thailand Favorit Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Tegaskan Timnas Indonesia Siap Mati-matian di Final

Akui Thailand Favorit Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Tegaskan Timnas Indonesia Siap Mati-matian di Final

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengakui keunggulan Thailand jelang final Piala AFF Futsal 2026. Ia bahkan sebut lawannya sebagai favorit kuat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT