News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pendiri Komunitas Tinju ini Muak dengan Ormas Madas, Buntut Aksi Usir Paksa Nenek Elina di Surabaya Viral

Pendiri Street Boxing Suroboyo, Anez Patiraja geram dengan aksi oknum anggota Ormas Madas mengusir nenek berusia 80 tahun, nenek Elina Wijayanti di Surabaya.
Sabtu, 27 Desember 2025 - 10:58 WIB
Potret oknum anggota Ormas Madas usir paksa nenek Elina dari rumahnya di Surabaya
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews & Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Dugaan aksi intimidasi hingga pengusiran paksa terhadap seorang nenek berusia 80 tahun, Elina Wijayanti oleh Ormas Madas belakangan ini menuai atensi keras dari publik.

Aksi dari Ormas Madas terhadap nenek Elina viral di media sosial. Berbagai pihak mengecam keras atas pengusiran di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendiri Street Boxing Suroboyo, Anez Patiraja kesal dengan aksi Ormas Madas. Video viral tersebut mengarahkan pada aksi premanisme yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

"Menanggapi dengan tegas barai keresahan, bahkan melakukan tindakan fisik. Masa puluhan orang berani ke Mbah-mbah umur 80 tahun," kata Anez dalam keterangan resminya dikutip dari Instagram resmi Street Boxing Suroboyo, Sabtu (27/12/2025).

Tantang Ormas Madas

Pendiri Street Boxing Suroboyo geram atas aksi oknum anggota Ormas Madas usir paksa nenek Elina Wijayanti
Pendiri Street Boxing Suroboyo geram atas aksi oknum anggota Ormas Madas usir paksa nenek Elina Wijayanti
Sumber :
  • Kolase Instagram/@streetboxing.suroboyo & Istimewa

Dalam video viral yang merebak di media sosial, puluhan orang diduga anggota Madas tiba-tiba merangsek rumah nenek Elia. Bahkan dengan gagahnya mengancam wanita lansia berusia 80 tahun itu.

Ia mengatakan, aksi tersebut sudah tidak wajar. Sebab puluhan orang tersebut dinilai hanya berani terhadap nenek Elia.

Ia mendukung kecaman dari publik terhadap Ormas Madas. Dalam keterangannya, ia menantang Ormas Madas lantaran sudah menuai keresahan dan kegaduhan akibat mengusir seorang nenek di Surabaya.

"Sudah, nggak usah dikompromi lek," tegas dia.

Bicara Peran Ormas

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Lebih lanjut, ia mengatakan kehadiran organisasi masyarakat atau ormas seharusnya memberikan kesan positif di Indonesia. Mengacu dari Pasal 1 angka 1 UU 17/2013/jo. Perpu 2/2017, ormas merupakan organisasi didirikan secara sukarela.

Pembentukan ormas untuk memberikan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, serta berpartisipasi dalam membangun dan menjaga kemananan NKRI. Hal ini berdasarkan ketentuan dari nilai Pancasila dan UUD 1945.

"Memang kalian berguna ormas ini. Harusnya kalian itu mensejahterakan malah, bukan tambah mengintimidasi," jelasnya.

Ia mewakili komunitas olahraga kombatnya tidak main-main menindaklanjuti aksi viral tersebut. Ia mengatakan, akan ada tindakan terhadap puluhan orang diduga anggota Ormas Madas.

"Lek, pemerintah atau pihak berwajib nggak bertindak, kita sebagai praktisi olahraga kombat yang akan bertindak," ucapnya.

Kronologi Ormas Madas Usir Paksa Nenek Elina di Surabaya Viral di Media Sosial

Sebuah video beredar menunjukkan beberapa pria diduga dari Ormas Madas bersitegang dengan nenek Elina. Sang pemilik rumah melakukan protes keras kepada puluhan orang tersebut.

Elina mengklaim kepemilikan rumah tersebut. Sebab kedatangan anggota ormas itu ingin menggusur kediaman wanita lansia itu.

"Ini rumahnya siapa? Ini rumahnya saya," tegas nenek Elina dengan nada tinggi terekam dalam video viral.

"Mana suratnya?," tanya seorang anggota ormas itu dengan nada mengancam.

"Saya kan sudah tunjukkan surat saya," lanjut Elina.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji membagikan kronologi setelah diceritakan cucu keponakan nenek Elina, Iwan. Peristiwa pengusiran itu berlangsung pada 4 Agustus 2025.

Sekelompok pria tiba-tiba merangsek rumah milik Elina. Mereka mengklaim bangunan tersebut sudah dijual kepada seseorang bernama Samuel.

"Rumah nenek (Elina) didatangi Samuel dan gerombolan orang yang mengaku sebagai eksekutor," kata Armuji lewat saluran program Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Kamis (25/12/2025).

Ia mengatakan, pada kejadian tersebut nenek Elina sebenarnya telah mendapat peringatan dari Samuel dan oknum anggota ormas itu. Mereka diharapkan segera meninggalkan rumah tersebut.

Elina beserta keluarga membantah klaim bangunan tersebut telah dijual kepada orang lain. Nenek berusia 80 tahun itu sama sekali tidak merasa pernah menjual rumahnya.

Nenek Elina lebih pilih bertahan sehingga situasi semakin panas pada 6 Agustus 2025. Sekelompok orang tersebut mulai melakukan aksi intimidasi dan pengusiran paksa dengan cara menyeret nenek Elina.

Tidak hanya nenek Elina, anggota keluarga lainnya juga diusir paksa agar tidak menempati rumah yang diklaim telah dijual kepada sosok Samuel.

"Nenek pun sebenarnya melawan. Tapi nenek ini berusia 80 tahun, mereka tidak berdaya dengan ada sekitar Samuel dan lima orang dan gerombolan tersebut, maka nenek dipaksa untuk meninggalkan rumah. Nenek juga tidak sempat untuk membawa barang-barang berharga.," beber Armuji.

Puncak ketegangan kedua belah pihak terjadi pada 9 Agustus 2025. Rumah milik nenek Elina dibongkar secara paksa oleh oknum anggota ormas tersebut. Bahkan ada alat berat jenis excavator untuk membongkar bangunan tersebut secara terang-terangan.

Leo, Ketua RT setempat melihat data administrasi kelurahan. Jika melihat dari kepemilikan asli, rumah tersebut masih dipegang oleh saudara kandung nenek Elina, Elisabeth.

Samuel selaku pihak pembeli mengklaim atas insiden tersebut. Ia mengatakan properti rumah itu telah dibeli olehnya secara sah sejak 2014.

"Saya sudah beberapa kali menyampaikan ke Bu Elina untuk keluar karena ini sudah rumah yang saya beli. Tapi beliaunya tidak percaya. Akhirnya mau tidak mau saya lakukan secara paksa," jelas Samuel.

Aksi tersebut beruntungnya terekam dalam kamera dan baru viral pada akhir tahun 2025. Armuji selaku Wakil Wali Kota Surabaya mengutuk keras dan mengawal kasus tindakan intimidasi terhadap nenek Elina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena aksi tersebut viral, perwakilan Ormas Madas menemui nenek Elina. Bahkan berdasarkan informasi terbaru, puluhan oknum tersebut diyakini bukan anggota resmi dari ormas itu.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Peruri Buka Pendaftaran Chip Hackathon 2026 untuk Mahasiswa

Peruri Buka Pendaftaran Chip Hackathon 2026 untuk Mahasiswa

Peruri membuka pendaftaran Peruri Chip Hackathon 2026 bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.
Gudang Bulog Tak Muat Tampung Stok Beras Nasional yang Capai 4,8 Juta Ton, Cukup untuk Pangan hingga Akhir Tahun

Gudang Bulog Tak Muat Tampung Stok Beras Nasional yang Capai 4,8 Juta Ton, Cukup untuk Pangan hingga Akhir Tahun

Gudang-gudang milik Perum Bulog sudah tidak mampu lagi menampung stok beras nasional yang kini mencapai 4,8 juta ton. Bulog harus menyewa gudang swasta untuk menampung cadangan beras tersebut.
Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, peraih medali emas angkat besi putra kelas 75 kilogram di Asian Games 2026 dan pemecah rekor dunia.
18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

Sebanyak 18 kasus influenza tipe A ditemukan di wilayah DI Yogyakarta. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut influenza yang ditemukan itu merupakan bagian dari flu musiman.
Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

AirNav Indonesia mendorong penguatan ekonomi lokal melalui program revitalisasi Pasar Ngasem, Yogyakarta.
Kata Rahmat Erwin Abdullah Usai Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia di Asian Games 2026

Kata Rahmat Erwin Abdullah Usai Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia di Asian Games 2026

Lifter Indonesia yakni Rahmat Erwin Abdullah, berhasil meraih medali emas pada cabor angkat besi kelas 75kg Asian Games 2026 pada hari ini, Sabtu 26 September.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT