News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Dika Si Bocah Pencari Ular Asal Bandung, Putus Sekolah Cari Uang untuk Adiknya buat Panji Petualang Terpukau

Kisah Dika, si bocah pencari ular dari Banjaran, Bandung viral di media sosial. Aksinya memasukkan banyak ular ke dalam baju membuat Panji Petualang terkesima.
Jumat, 2 Januari 2026 - 15:54 WIB
Dika si bocah pencari ular asal Bandung buat Panji Petualang terpukau dengan kisah pilunya
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Panji Petualang & Kang Dedi Mulyadi

Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Muhamad Nandika Sapulloh (10) alias Dika belakangan ini menggemparkan publik. Kesehariannya menangkap ular, lalu dimasukkan ke dalam baju viral di media sosial.

Awal mula Dika menjadi viral dari unggahan Kang Moel, tetangga sekaligus pengawasnya. Si Bocah pencari ular itu membawa ular di dalam baju dengan jumlah cukup banyak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di balik itu, Dika memiliki kisah pilu. Warga Kampung Dangdeur, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung itu, menangkap ular untuk dijual demi menghasilkan uang. Hal ini membuat Panji Petulang terpukau dengan kegigihannya.

Mengenal Sosok Dika Si Bocah Pencari Ular

Bocah Dika asal Bandung sering menangkap ular demi mendapat uang jajan
Bocah Dika asal Bandung sering menangkap ular demi mendapat uang jajan
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Panji Petualang

Dilansir dari kanal YouTube Panji Petualang, Jumat (2/1/2026), Dika memiliki nama lengkap Muhamad Nandika Sapulloh. Ia saat ini berusia 10 tahun. Dika merupakan warga Kampung Dangdeur, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Dika merupakan anak dari pasangan Reka Novianty dan Darus Saifullah. Dika menjelaskan, pekerjaan sang ibu menjual barang parabotan, sementara sang ayah bekerja sebagai kuli bangunan.

Namun pekerjaan orang tuanya tidak menutup semangat Dika mencari uang. Ia menjelaskan pertama kali menyukai ular sejak kelas 1 SD.

"Awal mulanya pas mencari belut," ungkap Dika.

Ia mulanya ingin mencari belut. Kebetulan area di sekitar rumahnya merupakan hamparan persawahan yang luas. Tak heran banyak hewan melata di sekeliling kediaman Dika.

"Mancing belut malah dapat ular. Pas lihat ular langsung dijual ke Kang Moel. Lihat (Kang Moel) lagi mandiin ular," jelasnya.

Uniknya Dika yang masih kecil mengaku tidak takut dengan ular. Ia bahkan sudah mengetahui berbagai jenis ular, seperti ular kobra, ular weling, ular derik ekor hitam, ular sanca, dan sebagainya.

Ia mulanya sangat nekat. Ia tidak pandang bulu menangkap jenis ular apa pun, bahkan termasuk kobra pernah ditangani olehnya.

Namun seiring berjalannya waktu, Dika hanya menangkap ular yang tidak mempunyai bisa. Paling maksimal memiliki bisa dengan tingkat bahaya menengah.

"(Ular yang suka ditangkap) ular koros, ular sanca," katanya.

Tangkap Ular untuk Uang Jajan Adiknya

Bocah Dika saat menangkap ular di hadapan Dede Inoen & Panji Petualang
Bocah Dika saat menangkap ular di hadapan Dede Inoen & Panji Petualang
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Panji Petualang

Hal yang membuat pilu dari pengakuan Dika saat menceritakan ular-ular ditangkap lalu dijual ke Kang Moel dan tetangganya. Ia pun mendapatkan uang rata-rata Rp50 ribu per satu ular.

Uang dari hasil penjualan ular untuk uang jajan ketiga adiknya. Nama ketiga adik dari Dika adalah Gibran, Kenji, dan Kansa.

"Buat adik. Kasihan. Buat mie, buat jajan," terangnya.

Kata Kang Moel, Dika membuat dirinya terkesan. Ia kerap kali memberi makanan untuk bocah 10 tahun tersebut. Alih-alih dimakan untuk diri sendiri, makanan tersebut dibawa pulang untuk ketiga adiknya.

Cari Ular Akibat Putus Sekolah

Dika si bocah pencari ular (tengah) saat disambangi tim Panji Petualang
Dika si bocah pencari ular (tengah) saat disambangi tim Panji Petualang
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Panji Petualang

Lebih lanjut, Dika menceritakan bahwa dirinya tidak sekolah lagi. Bocah seusia 10 tahun putus sekolah akibat bullying atau perundungan.

Ia terakhir kali bersekolah hanya sampai duduk di bangku kelas 4 SD. Ia mengatakan dirinya sering dicemooh oleh rekan-rekan di sekolahnya.

"Pernah ditonjok tanpa alasan, ditendang di sini (perutnya) sama teman sendiri," tuturnya.

Ironisnya, Dika sering dimintai uang oleh teman-teman sekolahnya, mulai dari Rp2.000 hingga Rp10.000. Hal itu selalu terjadi di setiap jam istirahat.

"Mereka ngomong 'minta uang', 'teu aya (tidak ada)'. Mau ditonjok, aku mau kabur dipegangin gini sama tiga orang," ucapnya.

Dika langsung trauma dengan kejadian tersebut. Namun ia tidak menutup kemungkinan tetap ingin kembali ke sekolah untuk melanjutkan pendidikannya.

Dari cerita inilah membuat Panji Petualang terpukau. Ia pun menyambangi kediaman Dika sekaligus mencari ular bersama.

Panji tentunya akan memberikan edukasi mengenai penanganan ular. Sebab Dika masih bocah berusia 10 tahun dan minim pengetahuan cara pertolongan pertama saat menangkap ular.

Dika langsung mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Hal itu berkat video viral dan duet bersama Panji Petualang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dika diundang langsung oleh Dedi Mulyadi ke rumahnya. Dalam kesempatan itu, ia mengaku sering digigit, tetapi tidak melunturkan semangatnya mencari ular demi mencari uang jajan adik-adiknya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Inter Milan terus bergerak membenahi skuad jelang musim 2026/2027. Fokus utama Nerazzurri pada bursa transfer musim panas kali ini adalah memperkuat pertahanan.
Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.
Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah kini mulai merasakan dampak kekeringan akibat masuknya musim kemarau. 

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT