News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Doktif Bongkar Modus di Klinik Richard Lee, Markup Harga Produk hingga 9 Kali Lipat dari Aslinya

Doktif bongkar modus di klinik Richard Lee. Ia sebut produk dijual dengan markup hingga 9 kali lipat dari harga asli.
Rabu, 7 Januari 2026 - 23:31 WIB
Kolase Doktif dan Richard Lee
Sumber :
  • YouTube/tasyafarasya/richardlee

tvOnenews.com - Kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang melibatkan dokter kecantikan Richard Lee terus bergulir.

Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, kini muncul berbagai temuan baru yang memperkuat dugaan adanya praktik tidak transparan di klinik milik Richard Lee.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu yang paling vokal membongkar dugaan tersebut adalah Samira Farahnaz, atau yang lebih dikenal dengan nama Dokter Detektif (Doktif).

Ia sebelumnya melaporkan Richard Lee terkait dugaan penipuan, pelanggaran perlindungan konsumen, dan ketidaksesuaian kandungan produk kosmetik serta treatment di kliniknya.

Dalam wawancara bersama kanal YouTube Intens Investigasi, Doktif mengungkap bahwa Richard Lee sempat berusaha melakukan pendekatan untuk mendamaikan kasus tersebut.

“Dulu di awal Doktif ingat melalui dokter Oki. Doktif ingat banget melalui dokter Oki dia ingin berkomunikasi dengan Doktif untuk damai. Tapi dari awal bilang selalu konsisten, kembalikan uang tomat busuk dan DNA salmon dan stem cell itu. Kembalikan uang pasien-pasien yang sudah melakukan treatment stem cell di klinik kamu,” ujar Doktif.

Kolase Dokter Samira Farahnaz atau Doktif (Dokter Detektif) dan dr. Richard Lee.
Kolase Dokter Samira Farahnaz atau Doktif (Dokter Detektif) dan dr. Richard Lee.
Sumber :
  • Istimewa

Sejak awal Doktif menolak jalan damai sebelum adanya pengembalian uang pasien yang merasa dirugikan.

Ia menilai praktik yang dilakukan di klinik Richard Lee sudah merugikan banyak pihak, terutama para pasien yang percaya dengan nama besar sang dokter.

Lebih lanjut, Doktif membongkar dugaan modus markup harga produk dan treatment yang dilakukan di klinik Richard Lee.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah produk perawatan yang diklaim sebagai stem cell.

“Itu bukan stem cell ya. Itu adalah secretum yang biasanya di klinik dijual dengan harga Rp1.500.000, dia jual dengan menggunakan nama mini stem cell Rp15 juta,” ungkapnya.

Dari pernyataan tersebut, terungkap adanya dugaan kenaikan harga hingga 9 kali lipat dari harga asli.

Doktif menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran etika dan moral profesi kedokteran.

“Berapa kerugian pasien klinik kamu? Kembalikan semua. Kalau jadi dokter itu yang jujur cari duit. Dokter itu boleh kok berdagang. Tapi dagang itu bukan uang, uang, uang nomor satu. Enggak. Ngabdi dulu, baru kamu pikirin duit,” tegasnya.

Menurutnya, seorang dokter seharusnya mengedepankan integritas dan tanggung jawab profesi, bukan hanya keuntungan finansial.

Ia juga menyinggung bahwa tindakan seperti ini bisa mencoreng reputasi dunia medis di Indonesia, terutama di bidang estetika yang sedang berkembang pesat.

Ketika ditanya apakah dirinya sudah memiliki bukti kuat terkait dugaan bahwa produk yang diklaim sebagai stem cell sebenarnya bukanlah stem cell, Doktif menjawab dengan yakin.

“Sudah jelas buktinya. Bahkan nanti ada saksi-saksi, profesor yang dari stem cell pun akan datang di persidangan jika dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa bukti-bukti tersebut tidak hanya berupa dokumen, tetapi juga didukung oleh keterangan ahli yang dapat membuktikan bahwa klaim produk yang dijual di klinik Richard Lee menyesatkan.

“Itu mudah sekali membantai seorang DRL. Gampang banget kalau dia masih melawan. Mudah sekali, dan dia akan mempermalukan dirinya sendiri kalau dia masih dengan petentang-petentengnya sekarang. Sudah jelas kok faktanya. Itu semua ada bentuk penipuan yang dilakukan DRL,” kata Doktif menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Doktif juga menyoroti bahwa harga yang tidak wajar serta klaim berlebihan terhadap suatu produk medis dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius dalam bidang kesehatan dan perlindungan konsumen.

Ia pun menyerukan agar aparat penegak hukum bertindak tegas agar kasus ini bisa menjadi efek jera bagi pelaku usaha di bidang kecantikan yang tidak transparan terhadap pasien. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bicara di Akun Resmi Lille, Calvin Verdonk Buka Suara Usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bicara di Akun Resmi Lille, Calvin Verdonk Buka Suara Usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Calvin Verdonk tak punya banyak waktu untuk larut dalam euforia setelah membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

Ramalan keuangan dan karier 12 shio besok, 11 Oktober 2026. Shio Naga, Monyet, dan Kuda berpeluang dibanjiri rezeki serta peluang baru.
Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Persaingan memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026 kini berjalan semakin ketat dengan bangkitnya Marc Marquez dan Ducati.
Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghidangkan kuliner khas Sunda saat menjamu para delegasi investor Jepang. KDM juga berbincang-bincang mengenai filosofi kebahagiaan dan ritme kerja antara orang Sunda dan orang Jepang.
Cara Tepat Mencegah Sakit Influenza A, Satu Kebiasaan Baik Ini Jangan Dilupakan

Cara Tepat Mencegah Sakit Influenza A, Satu Kebiasaan Baik Ini Jangan Dilupakan

Ternyata ada cara tepat untuk mencegah influenza A. Hal ini dijelaskan oleh Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni.
Pastikan Jajal Yordania, Suriah Dikaitkan Jadi Lawan Kedua Timnas Indonesia di FIFA Matchday Edisi November 2026

Pastikan Jajal Yordania, Suriah Dikaitkan Jadi Lawan Kedua Timnas Indonesia di FIFA Matchday Edisi November 2026

Yordania telah lebih dahulu mengumumkan jadwal pertandingan di FIFA Matchday edisi November dengan menjamu Timnas Indonesia dan Australia.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT