News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Denada Bikin Tulisan Menyentuh usai Digugat atas Dugaan Telantarkan Anak Kandung Selama 24 Tahun: I Miss You

Penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan membuat tulisan rindu mendiang ibunda, almarhumah Emilia Contessa usai digugat anak kandung, Ressa Rizky Rosano.
Sabtu, 10 Januari 2026 - 02:36 WIB
Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan & Pemuda yang mengaku sebagai anak kandung ditelantarkan 24 tahun, Ressa Rizky Rosano
Sumber :
  • Kolase Instagram/@denadaindonesia & tvOne/Happy Oktavia

Jakarta, tvOnenews.com - Penyanyi sekaligus rapper Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan alias Denada Tambunan membuat tulisan menyentuh. Hal ini menyusul setelah ia digugat oleh pemuda yang mengaku sebagai anak kandung, Ressa Rizky Rosano (24).

Ressa menggugat Denada karena mengaku sebagai anak kandungnya. Denada pun digugat atas kasus dugaan penelantaran anak kandung di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah isu dugaan penelantaran anak selama 24 tahun, Denada langsung muncul ke ruang publik. Ia menulis pesan mengharukan untuk mendiang sang ibunda, almarhumah Emilia Contessa.

Dalam tulisan melalui unggahan Instagram miliknya, Denada menunjukkan sebuah kerinduan besar dari seorang anak terhadap sang ibu.

"Hi Ma, I miss you," tulis Denada dikutip tvOnenews.com dari Instagram @denadaindonesia, Sabtu (10/1/2026).

Denada Minta Didoakan

Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan & Mendiang sang ibunda, almarhumah Emilia Contessa
Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan & Mendiang sang ibunda, almarhumah Emilia Contessa
Sumber :
  • Instagram/@senator_emiliacontessa

Lebih lanjut, ia hanya menumpahkan sedikit harapannya. Ia ingin dirinya mendapatkan doa dari almarhumah Emilia Contessa.

"Doain Dena ya Ma," kata Denada.

Dalam unggahan tersebut, Denada juga memperlihatkan sebuah foto dengan khas jadul berupa gambar hitam putih. Di dalamnya, ia tampak terlihat tersenyum saat dipeluk oleh mendiang ibunya.

Tak hanya itu, penyanyi berusia 47 tahun ini juga sangat bahagia saat mendapat pelukan dari almarhumah Emilia Contessa.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Unggahan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Tak sedikit, mempertanyakan kabar pemberitaan terkait anak biologis yang melaporkan Denada ke PN Banyuwangi.

"Mbak Dena, kalau benar berita tentang anak cowok itu kaget banget, kasihan anaknya," ujar @juitaxxx.

"Emang benar punya anak yang tidak diakui? Sampai baru tahu pas gede?," tanya @mwexxx.

"Apakah benar berita kak Denada menelantarkan anak kandungnya?," lanjut @rwcoxxx.

Jika kasus dugaan penelantaran anak terbukti, sebagian warganet menyayangkan atas keputusan Denada. Menurut mereka, hal itu tidak boleh terjadi lantaran anak berhak mendapatkan haknya.

"Sakit banget di posisi anaknya sekarang. Saat ini melihat dan hanya melihat ibunya gemerlap di dunia hiburan, sedangkan dia (anak biologisnya) untuk makan aja susah," terang @librxxx.

"Anak kandungnya tolonglah Bund, dia anak tak berdosa, bukan dia yang ingin dilahirkan, rawat dengan baik ya Bund," jelas @sariaxxx.

Kabar Ressa Rizky Rosano Gugat Denada ke PN Banyuwangi

Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan & Pemuda yang mengaku sebagai anak kandung ditelantarkan 24 tahun, Ressa Rizky Rosano
Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan & Pemuda yang mengaku sebagai anak kandung ditelantarkan 24 tahun, Ressa Rizky Rosano
Sumber :
  • Kolase Instagram/@denadaindonesia & tvOne/Happy Oktavia

Sebelumnya, Ressa menggugat Denada ke PN Banyuwangi. Pemuda berusia 24 tahun itu telah melayangkan gugatan terhadap sang penyanyi pada 26 November 2025.

Ressa menggugat Denada melalui tim kuasa hukum dari Al-Fath Law Firm. Motif pemuda itu melayangkan gugatan lantaran menyebut dirinya sebagai anak kandung Denada yang lahir pada 2002.

Firdaus Yulianto, kuasa hukum Ressa menjelaskan bahwa, kliennya baru mengetahui statusnya sebagai anak kandung Denada setelah dewasa.

"Kami mendapatkan kuasa untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum atas nama inisial D," ungkap Firdaus kepada Tim tvOnenews.com, Kamis (8/1/2026).

Kata Firdaus, Ressa pilih menempuh jalur hukum sebagai bentuk meminta pertanggungjawaban dari Denada. Ia mengatakan, kliennya merasa ditelantarkan selama 24 tahun.

"Klien kami ingin memperjuangkan hak-haknya sebagai anak kandung agar bisa dipenuhi melalui gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi," lanjut Firdaus.

Cerita Ressa Diduga Ditelantarkan Denada

Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan cerita dari Ressa. Pemuda berusia 24 tahun tersebut dibawa dari Jakarta menuju Banyuwangi.

Ressa merasa hal tersebut telah terjadi sewaktu dirinya masih bayi. Ia menduga tujuan tersebut sebagai upaya menghilangkan jejak dan asal-usul dirinya diduga sebagai anak biologis Denada.

Ressa menduga keluarga Denada tidak mampu merawatnya dengan dalih sibuk. Pada akhirnya, ia dirawat oleh pihak adik mendiang Emilia Contessa sehingga Denada melepas tangan merawatnya.

Denada dinilai sama sekali tidak pernah memberikan nafkah kepada Ressa. Bahkan pemuda 24 tahun itu harus putus kuliah akibat mengalami kesulitan ekonomi.

Ressa mengaku saat ini hanya mengandalkan hidup dari pekerjaannya. Ia kini bekerja sebagai penjaga toko madura selama 24 jam berada di wilayah Kota Banyuwangi.

Firdaus menjelaskan, hingga saat ini agenda proses persidangan baru sampai ke tahap mediasi pertama. Denada selaku pihak tergugat tidak hadir secara langsung karena hanya diwakilkan oleh tim kuasa hukumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika nantinya tidak ada titik temu, kami akan membuka secara jelas di persidangan dan berharap proses hukum ini tuntas," tukas Firdaus.

(hoa/ias/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Airlangga: Anggaran KDMP Sudah Disiapkan, Bantuan untuk Koperasi Desa

Airlangga: Anggaran KDMP Sudah Disiapkan, Bantuan untuk Koperasi Desa

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan skema pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah disiapkan melalui APBN
Datang Jauh-Jauh dari Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap Kisah Hidup Kepsek yang Sempat Ngamuk di Pos Satpam

Datang Jauh-Jauh dari Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap Kisah Hidup Kepsek yang Sempat Ngamuk di Pos Satpam

​​​​​​​Dedi Mulyadi ungkap kisah haru kepsek dari Bekasi yang sempat marah di pos satpam. Di balik emosinya, tersimpan perjuangan panjang dan beban hidup berat.
Sumardji Bocorkan Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026: Satu Negara Asia Sudah Oke

Sumardji Bocorkan Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026: Satu Negara Asia Sudah Oke

etua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Sumardji akhirnya buka suara mengenai teka-teki calon lawan Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Matchday edisi Juni 2026. ...
KPK Ungkap Alasannya Tetapkan Tersangka Terhadap Ajudan Gubernur Riau Marjani

KPK Ungkap Alasannya Tetapkan Tersangka Terhadap Ajudan Gubernur Riau Marjani

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasannya menetapkan tersangka terhadap Marjani selaku ajudan Gubernur Riau, Abdul Wahid. KPK menyebut berdasarkan
8 Laga Tak Terkalahkan! Persis Makin Percaya Diri Hindari Degradasi

8 Laga Tak Terkalahkan! Persis Makin Percaya Diri Hindari Degradasi

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengungkapkan rasa puasnya setelah timnya meraih kemenangan penting 2-1 atas Semen Padang pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026.
16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 mahasiswa FH UI pelaku pelecehan seksual dimunculkan dalam sidang dini hari, massa bereaksi keras dan tuntut sanksi tegas dari kampus.

Trending

Di Depan Dedi Mulyadi, Sahara Sempat Akui Khilaf Sebut Yai Mim ‘Dugong’: Itu Sangat Salah

Di Depan Dedi Mulyadi, Sahara Sempat Akui Khilaf Sebut Yai Mim ‘Dugong’: Itu Sangat Salah

​​​​​​​Sahara akui khilaf di depan Dedi Mulyadi usai sebut Yai Mim ‘dugong’. Ia menyebut ucapannya sangat salah dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.
16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 mahasiswa FH UI pelaku pelecehan seksual dimunculkan dalam sidang dini hari, massa bereaksi keras dan tuntut sanksi tegas dari kampus.
Kata Kurniawan Dwi Yulianto setelah Sempat Diragukan Akibat Hasil Minor di Laga Uji Coba,  Kini Buktikan Progres Menjanjikan Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17

Kata Kurniawan Dwi Yulianto setelah Sempat Diragukan Akibat Hasil Minor di Laga Uji Coba, Kini Buktikan Progres Menjanjikan Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17

Langkah awal manis berhasil ditorehkan oleh Timnas Indonesia U-17 dalam ajang Piala AFF U-17 2026. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Jok
Jay Idzes Diprediksi Absen di Piala AFF 2026, Bung Ropan Usulkan Sosok Pengganti yang Bisa Jadi Andalan

Jay Idzes Diprediksi Absen di Piala AFF 2026, Bung Ropan Usulkan Sosok Pengganti yang Bisa Jadi Andalan

Jay Idzes diprediksi absen di Piala AFF 2026 karena bukan agenda FIFA. Bung Ropan usulkan John Herdman maksimalkan kekuatan pemain lokal sebagai solusi.
Dari Biasa Jadi Berbahaya! Dewa United Makin Siap Guncang Papan Atas Super League

Dari Biasa Jadi Berbahaya! Dewa United Makin Siap Guncang Papan Atas Super League

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengungkapkan kunci di balik kemenangan penting timnya saat bertandang ke markas Malut United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026.
Tak Gentar, KPK Siap Hadapi Gugatan Rp11 Miliar dari Kubu Ajudan Gubernur Riau

Tak Gentar, KPK Siap Hadapi Gugatan Rp11 Miliar dari Kubu Ajudan Gubernur Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menghadapi gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh ajudan Gubernur Riau, Marjani. Pelaksana tugas Direktur
KPK Ungkap Alasannya Tetapkan Tersangka Terhadap Ajudan Gubernur Riau Marjani

KPK Ungkap Alasannya Tetapkan Tersangka Terhadap Ajudan Gubernur Riau Marjani

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasannya menetapkan tersangka terhadap Marjani selaku ajudan Gubernur Riau, Abdul Wahid. KPK menyebut berdasarkan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT