Terungkap Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Dinyatakan Hilang di Gunung Slamet, Diduga Sempat Alami Hipotermia
- Kolase tvOnenews.com/ Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com- Kabar duka untuk pendakian Indonesia, karena pendaki Syafiq Ali yang hilang pada akhir tahun 2025 ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada 14 Januari 2026.
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @slametviabambangan
Proses pencarian dan evakuasi yang panjang, membuat publik kian menyorot kisah hilangnya Syafiq Ali di Gunung Slamet. Sebab pengangkatan jasad pelajar tersebut akan dilanjutkan pada hari ini (15/1).
Seperti diketahui, medan tempur dan cuaca ekstrem di Gunung Slamet menjadi tantangan utama para tim SAR dan relawan melakukan proses evaluasi Syafiq Ali.
Adapun saat ini, Syafiq Ali bernama lengkap Syafiq Ridhan Ali Razan (18) korban masih berada di ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kabar terbarunya, Syafiq Ali ini dikatakan sempat mengalami hipotermia sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
- Kolase tvOnenews.com/ Istimewa
"Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul serta sepatu dan kaus kaki. Ceceran perlengkapan itu ditemukan di sekitar lokasi," ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Dinyatakan Hilang
Kabar hilang Pendaki di Gunung Slamet waktu lalu yang ditemukan sudah meninggal dunia menjadi pembelajaran siapapun, terutama para calon pendaki.
Merangkum laman dp3appkb Cirebon, bahwa Syafiq Ali selama mendaki telah membawa pesan khusus untuk sang mantan.
Diketahui, pesan plakat kecil tersebut berisi pesan personal yang ia bawa selama pendakian. Ini ibarat pesan terakhirnya sebelum dinyatakan hilang pada (28/12/2025).
- Tangkapan Layar Tiktok
"HI MANTAN, DAPAT SALAM DARI GUNUNG SLAMET 3428 MDPL"
Kabar Stafiq Ali diketahui setelah ia menghilang kurang lebih 17 hari dan ditemukan di area jalur Gunung Malang dan Baturraden, dan masih dalam proses evakuasi viral di media sosial.
"Alhamdulillah Ya Allah, Telah ditemukan Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di lereng puncak sisi selatan, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, kondisi meninggal dunia (MD). Saat ini proses evakuasi masih berlangsung."
"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan," diunggah salah satu akun medsos pemalang.update, dikutip Rabu (14/1).(klw)
Load more