News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Pilu Ressa Rizky saat Menunggu 3 Jam di Depan Rumah Denada

Kisah pilu Ressa Rizky menunggu 3 jam di depan rumah Denada terungkap. Kuasa hukum bongkar alasan Denada mangkir dan fakta mediasi yang bikin publik terkejut.
Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:28 WIB
Ressa Rizky Rossano dan Denada
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia

tvOnenews.com - Kasus yang menyeret nama Denada atas dugaan penelantaran anak kembali menyita perhatian publik. Perkara ini terus bergulir dan memasuki babak baru setelah Denada kembali mangkir dalam sidang mediasi kedua yang digelar di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, pada 15 Januari 2026. 

Sidang tersebut seharusnya menjadi momentum penting untuk mencari jalan tengah atas gugatan yang dilayangkan oleh Ressa Rizky, pria yang mengaku sebagai anak kandung Denada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada mediasi kedua ini, Ressa Rizky hadir langsung didampingi kuasa hukumnya. Namun, dari pihak Denada hanya diwakili oleh kuasa hukum tanpa kehadiran sang artis. 

denada
Ressa Rizky dan Denada. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia)

Padahal sebelumnya, penyanyi sekaligus pelatih Zumba itu dikabarkan akan datang dan berupaya menyelesaikan persoalan hukum yang tengah dihadapinya. Sayangnya, kehadiran Denada kembali urung terwujud.

Alasan ketidakhadiran Denada pun diungkapkan oleh kuasa hukum Ressa, Ronald, dalam keterangan yang diunggah di kanal YouTube Intens Investigasi pada 16 Januari 2026.

Ronald menyampaikan bahwa Denada tidak bisa meninggalkan pekerjaannya karena terikat jadwal dan kontrak kerja.

“Jadi hari ini kebetulan kuasa tergugat hadir tanpa juga dihadiri oleh tergugat. Alasannya tadi tergugat karena banyak schedule pekerjaan, mungkin dari kontrak yang tidak bisa dia tinggal,” ujar Ronald.

Akibat absennya Denada, mediasi kedua pun belum menemukan titik temu. Pengadilan akhirnya menjadwalkan mediasi ketiga yang akan digelar pada 22 Januari 2026 mendatang.

Hal ini tentu menambah panjang proses hukum yang tengah dijalani Ressa Rizky dalam memperjuangkan haknya.

Dalam kesempatan yang sama, Ronald juga menegaskan bahwa gugatan yang diajukan oleh kliennya bukan semata-mata tanpa dasar. 

Menurutnya, sebagai anak, Ressa memiliki hak-hak keperdataan yang seharusnya dipenuhi oleh ibu kandungnya.

“Sebetulnya yang pertama pengakuan Ressa selaku anak ya, karena kita kan juga melindungi haknya. Haknya Ressa selaku anak itu kan kalau kita ngomong konsep keperdataan, jelas anak itu punya hubungan keperdataan dengan ibunya. Makanya kewajiban ibunya untuk memberikan uang nafkah, uang biaya pendidikan, biaya pengobatan ketika dia sakit, nah itu wajib dipenuhi,” jelas Ronald.

Ronald juga mengungkap adanya kerugian materiil yang dialami Ressa Rizky. Selama puluhan tahun, Ressa diketahui diasuh oleh paman dan bibinya. Beban biaya hidup dan pendidikan pun sepenuhnya ditanggung oleh keluarga tersebut.

“Itu kerugian materiil dan nonmateriil yang juga sudah ditanggung oleh paman dan bibinya selaku orang yang mengasuh selama 24 tahun, yang si Ressa pun tidak pernah terima dan tidak pernah juga ditanya kabarnya bagaimana,” lanjutnya.

Meski merasa kecewa atas ketidakhadiran Denada, pihak Ressa Rizky tetap membuka pintu untuk mediasi di luar persidangan. 

Ronald menuturkan bahwa mereka terbuka jika Denada ingin menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, mengingat kesibukan sang artis.

“Kalau kita berbicara tentang etika santun, kalau kita mengacu kepada konsep asas kepatutan apalagi di budaya Jawa, ya di forum mediasi di luar konteks mediasi yang sudah ditetapkan oleh pengadilan. Jadi harapannya mereka untuk menjalin komunikasi kalau bisa ya secara kekeluargaan. Makanya kita sendiri sebetulnya open. Monggo nanti disesuaikan waktunya, waktunya kapan dan tempatnya di mana?” tutur Ronald.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pihak Ressa Rizky masih mengedepankan jalan damai, selama ada itikad baik dari Denada untuk berkomunikasi dan bertemu secara langsung.

Kisah Pilu Ressa Rizky saat Menunggu 3 Jam di Depan Rumah Denada

kuasa hukum
Tim Kuasa Hukum Ressa Rizky saat Menceritakan Kisah Pilu Ressa Rizky. (Sumber: YouTube Intens Investigasi)

Tak hanya soal absennya Denada di pengadilan, Ronald juga membeberkan pengalaman pahit yang dialami Ressa Rizky ketika mencoba menemui Denada secara langsung di rumahnya. 

Menurut Ronald, Ressa sempat datang ke kediaman Denada di Jakarta, namun tak berhasil bertemu.

“Itu kita datang ke Jakarta saja tidak ditemui. Jadi 3 jam setengah, dua hari berturut-turut, si penggugat ini berdiri di depan rumahnya Denada. Itu hanya dibukakan pintu oleh asisten rumah tangganya sekitar 15 cm ya. Bilang disuruh nunggu, tapi tidak pernah diminta duduk di ruang tamunya saja, tidak pernah,” ungkap Ronald.

Peristiwa ini terjadi selama dua hari berturut-turut. Ressa Rizky disebut harus berdiri menunggu di depan rumah Denada selama lebih dari tiga jam, tanpa dipersilakan masuk ataupun duduk di ruang tamu. 

Pintu rumah hanya dibuka sedikit oleh asisten rumah tangga, sementara Denada tidak kunjung menemui Ressa.

Kisah pilu ini pun semakin menambah sorotan publik terhadap kasus yang tengah bergulir.

Banyak pihak merasa prihatin atas perlakuan yang diterima Ressa Rizky, terlebih dalam upayanya mencari kejelasan dan pengakuan sebagai anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, publik menanti bagaimana kelanjutan mediasi ketiga yang dijadwalkan pada 22 Januari 2026. 

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Nurlaela Korban Meninggal Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Dapat Kenaikan Pangkat, Hak Pensiun Tetap Diberikan

Nurlaela Korban Meninggal Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Dapat Kenaikan Pangkat, Hak Pensiun Tetap Diberikan

Selain itu, BKN juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Nurlaela dan korban lainnya dalam peristiwa tersebut.
Mensesneg: Usai Dihubingi Dasco, Presiden Langsung Tinjau Korban dan Gelontorkan Anggaran 4 T

Mensesneg: Usai Dihubingi Dasco, Presiden Langsung Tinjau Korban dan Gelontorkan Anggaran 4 T

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Presiden pada Senin malam (27/4/2026), usai Dasco
Tok! Megawati Hangestri Masuk Roster Hyundai Hillstate: Fantatis, Segini Gajinya di Liga Voli Korea Musim 2026/2027

Tok! Megawati Hangestri Masuk Roster Hyundai Hillstate: Fantatis, Segini Gajinya di Liga Voli Korea Musim 2026/2027

Berdasarkan data dari Volleybox per 30 April 2026, nama Megawati Hangestri sudah tercantum dalam daftar tujuh pemain Hyundai E&C Hillstate untuk musim baru. 
IHSG Dibuka Menguat Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Menguat Sementara Wall Street Masih Lesu

IHSG Dibuka Menguat Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Menguat Sementara Wall Street Masih Lesu

IHSG dibuka menguat 2 poin atau 0,03 persen di level 7.103 pada pembukaan perdagangan Kamis, 30 April 2026.
Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate? Megatron Masuk dalam Daftar Susunan Pemain untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate? Megatron Masuk dalam Daftar Susunan Pemain untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Megawati Hangestri secara mengenjutkan masuk dalam daftar nama pemain Hyundai Hillstate untuk Liga Voli Korea 2026-2027, meski belum diumumkan secara resmi oleh pihak klub.
Innalillahi Duta Besar RI untuk Jerman 2009-2013 Eddy Pratomo Tutup Usia

Innalillahi Duta Besar RI untuk Jerman 2009-2013 Eddy Pratomo Tutup Usia

Duta Besar RI untuk Jerman 2009-2013 Eddy Pratomo meninggal dunia pada Rabu (29/4/2026). Eddy Pratomo wafat pada usia 72 tahun.

Trending

Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Lebih dari sekadar pulih, keputusan Megawati Hangestri kembali ke liga voli Korea juga didorong oleh ambisi yang belum tuntas. Dua musim bersama Red Sparks
Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Bintang sepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (SM) dan diwisuda bersama 401 wisudawan lainnya dari Udinus Semarang.
Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, secara tegas mendesak polisi untuk tindak tegas dan menertibkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang
Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) tidak memperintahkan pemasangan spanduk penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada 30 April hingga 7 Agustus 2026.
Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Nama Million Manhoef kembali mencuri perhatian. Winger yang pernah tolak bela Timnas Indonesia itu kini jadi buruan klub Eropa, termasuk raksasa Belanda, Ajax.
Viral, Detik-detik Pemuka Agama Diduga Cabuli 50 Siswi di Pati, Kuasa Hukum Korban: Ada yang SMP

Viral, Detik-detik Pemuka Agama Diduga Cabuli 50 Siswi di Pati, Kuasa Hukum Korban: Ada yang SMP

Mencuat kabar terkait detik-detik pemuka gama di Pati, Jateng diduga cabuli 50 siswi. Kabar itu viral di media sosial, hingga menyedot perhatian dan komentar
Timnas Indonesia Bisa Terancam di ASEAN Cup 2026, Diam-diam AFF Mau Ajak Australia untuk Gabung Turnamen

Timnas Indonesia Bisa Terancam di ASEAN Cup 2026, Diam-diam AFF Mau Ajak Australia untuk Gabung Turnamen

Posisi Timnas Indonesia untuk menyabet gelar juara ASEAN Cup pertama kali dalam sejarah tampak terancam dengan pertimbangan AFF untuk mengajak Australia gabung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT