Kisah Pilu Ressa Rizky saat Menunggu 3 Jam di Depan Rumah Denada
- Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia
tvOnenews.com - Kasus yang menyeret nama Denada atas dugaan penelantaran anak kembali menyita perhatian publik. Perkara ini terus bergulir dan memasuki babak baru setelah Denada kembali mangkir dalam sidang mediasi kedua yang digelar di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, pada 15 Januari 2026.
Sidang tersebut seharusnya menjadi momentum penting untuk mencari jalan tengah atas gugatan yang dilayangkan oleh Ressa Rizky, pria yang mengaku sebagai anak kandung Denada.
Pada mediasi kedua ini, Ressa Rizky hadir langsung didampingi kuasa hukumnya. Namun, dari pihak Denada hanya diwakili oleh kuasa hukum tanpa kehadiran sang artis.

Ressa Rizky dan Denada. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia)
Padahal sebelumnya, penyanyi sekaligus pelatih Zumba itu dikabarkan akan datang dan berupaya menyelesaikan persoalan hukum yang tengah dihadapinya. Sayangnya, kehadiran Denada kembali urung terwujud.
Alasan ketidakhadiran Denada pun diungkapkan oleh kuasa hukum Ressa, Ronald, dalam keterangan yang diunggah di kanal YouTube Intens Investigasi pada 16 Januari 2026.
Ronald menyampaikan bahwa Denada tidak bisa meninggalkan pekerjaannya karena terikat jadwal dan kontrak kerja.
“Jadi hari ini kebetulan kuasa tergugat hadir tanpa juga dihadiri oleh tergugat. Alasannya tadi tergugat karena banyak schedule pekerjaan, mungkin dari kontrak yang tidak bisa dia tinggal,” ujar Ronald.
Akibat absennya Denada, mediasi kedua pun belum menemukan titik temu. Pengadilan akhirnya menjadwalkan mediasi ketiga yang akan digelar pada 22 Januari 2026 mendatang.
Hal ini tentu menambah panjang proses hukum yang tengah dijalani Ressa Rizky dalam memperjuangkan haknya.
Dalam kesempatan yang sama, Ronald juga menegaskan bahwa gugatan yang diajukan oleh kliennya bukan semata-mata tanpa dasar.
Menurutnya, sebagai anak, Ressa memiliki hak-hak keperdataan yang seharusnya dipenuhi oleh ibu kandungnya.
“Sebetulnya yang pertama pengakuan Ressa selaku anak ya, karena kita kan juga melindungi haknya. Haknya Ressa selaku anak itu kan kalau kita ngomong konsep keperdataan, jelas anak itu punya hubungan keperdataan dengan ibunya. Makanya kewajiban ibunya untuk memberikan uang nafkah, uang biaya pendidikan, biaya pengobatan ketika dia sakit, nah itu wajib dipenuhi,” jelas Ronald.
Ronald juga mengungkap adanya kerugian materiil yang dialami Ressa Rizky. Selama puluhan tahun, Ressa diketahui diasuh oleh paman dan bibinya. Beban biaya hidup dan pendidikan pun sepenuhnya ditanggung oleh keluarga tersebut.
“Itu kerugian materiil dan nonmateriil yang juga sudah ditanggung oleh paman dan bibinya selaku orang yang mengasuh selama 24 tahun, yang si Ressa pun tidak pernah terima dan tidak pernah juga ditanya kabarnya bagaimana,” lanjutnya.
Meski merasa kecewa atas ketidakhadiran Denada, pihak Ressa Rizky tetap membuka pintu untuk mediasi di luar persidangan.
Ronald menuturkan bahwa mereka terbuka jika Denada ingin menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, mengingat kesibukan sang artis.
“Kalau kita berbicara tentang etika santun, kalau kita mengacu kepada konsep asas kepatutan apalagi di budaya Jawa, ya di forum mediasi di luar konteks mediasi yang sudah ditetapkan oleh pengadilan. Jadi harapannya mereka untuk menjalin komunikasi kalau bisa ya secara kekeluargaan. Makanya kita sendiri sebetulnya open. Monggo nanti disesuaikan waktunya, waktunya kapan dan tempatnya di mana?” tutur Ronald.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pihak Ressa Rizky masih mengedepankan jalan damai, selama ada itikad baik dari Denada untuk berkomunikasi dan bertemu secara langsung.
Kisah Pilu Ressa Rizky saat Menunggu 3 Jam di Depan Rumah Denada

Tim Kuasa Hukum Ressa Rizky saat Menceritakan Kisah Pilu Ressa Rizky. (Sumber: YouTube Intens Investigasi)
Tak hanya soal absennya Denada di pengadilan, Ronald juga membeberkan pengalaman pahit yang dialami Ressa Rizky ketika mencoba menemui Denada secara langsung di rumahnya.
Menurut Ronald, Ressa sempat datang ke kediaman Denada di Jakarta, namun tak berhasil bertemu.
“Itu kita datang ke Jakarta saja tidak ditemui. Jadi 3 jam setengah, dua hari berturut-turut, si penggugat ini berdiri di depan rumahnya Denada. Itu hanya dibukakan pintu oleh asisten rumah tangganya sekitar 15 cm ya. Bilang disuruh nunggu, tapi tidak pernah diminta duduk di ruang tamunya saja, tidak pernah,” ungkap Ronald.
Peristiwa ini terjadi selama dua hari berturut-turut. Ressa Rizky disebut harus berdiri menunggu di depan rumah Denada selama lebih dari tiga jam, tanpa dipersilakan masuk ataupun duduk di ruang tamu.
Pintu rumah hanya dibuka sedikit oleh asisten rumah tangga, sementara Denada tidak kunjung menemui Ressa.
Kisah pilu ini pun semakin menambah sorotan publik terhadap kasus yang tengah bergulir.
Banyak pihak merasa prihatin atas perlakuan yang diterima Ressa Rizky, terlebih dalam upayanya mencari kejelasan dan pengakuan sebagai anak.
Kini, publik menanti bagaimana kelanjutan mediasi ketiga yang dijadwalkan pada 22 Januari 2026.
(anf)
Load more