Sosok Rylan Henry Pribadi Dikenang Penjaga Kos, Rendah Hati Meski Cucu Konglomerat
- Instagram Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie
tvOnenews.com - Kabar meninggalnya Rylan Henry Pribadi, cucu dari konglomerat Indonesia Henry Pribadi, menjadi duka mendalam bagi banyak pihak.
Rylan yang baru berusia 17 tahun meninggal dunia akibat kecelakaan saat bermain ski di Jepang pada 7 Januari 2026.
Kepergian Rylan yang masih sangat muda tidak hanya mengejutkan keluarga besar Napan Group, tetapi juga menyentuh hati banyak orang yang pernah mengenalnya.
Kabar duka ini bahkan sampai diberitakan oleh media internasional DailyMail, yang menyoroti prestasi akademik dan kepribadian Rylan selama menempuh pendidikan di Brisbane Grammar School (BGS), Australia.
Salah satu pengakuan paling menyentuh datang dari seorang pria yang mengaku sebagai mantan tutor sekaligus pengawas kos tempat Rylan tinggal selama bersekolah di Australia.
Ia mengatakan bahwa dirinya merasa kehilangan mendalam atas kepergian sang murid yang dikenal sopan, tulus, dan rendah hati itu.

- TikTok
“Saya merasa bangga menyaksikan Rylan tumbuh menjadi pemuda yang bijaksana, percaya diri, dan memiliki aspirasi tinggi,” ujarnya.
Ia juga menggambarkan Rylan sebagai sosok yang tidak pernah berusaha menonjolkan status sosial keluarganya, meskipun ia adalah cucu dari salah satu konglomerat besar Indonesia.
“Dia tidak pernah menyombongkan diri tentang prestasinya. Dia gigih, sangat cakap, namun selalu tulus, rendah hati, dan jujur,” kata sang tutor seperti dikutip dari DailyMail.
Baginya, Rylan adalah anak muda yang berpotensi besar dan memiliki masa depan cerah. Namun, takdir berkata lain.
"Ia memiliki masa depan yang luar biasa di hadapannya,” ucapnya pria tersebut.
Pihak Brisbane Grammar School juga menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan resmi mereka.
Dalam pernyataan tersebut, pihak sekolah menggambarkan Rylan sebagai murid yang ramah, mudah didekati, dan sangat peduli terhadap orang lain.
“Rylan dikenal karena sifatnya yang ramah, mudah didekati, dapat diandalkan, dan komitmennya kepada orang-orang di sekitarnya,” tulis pernyataan resmi sekolah tersebut.
Pihak sekolah juga menambahkan bahwa komunitas BGS sangat berduka atas kehilangan sosok muda yang memiliki banyak potensi dan prestasi.
"Kepergian Rylan sangat memengaruhi semua orang yang mengenalnya. Kami berduka atas kehilangan anggota keluarga BGS yang cerdas dan berharga.”
Rylan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Ia merupakan pemain sepak bola yang berkontribusi besar dalam tim utama hingga berhasil memenangkan kejuaraan pada tahun 2025.
Selain itu, ia juga dipercaya menjadi prefek asrama, sebuah posisi kehormatan yang hanya diberikan kepada siswa berprestasi dengan tanggung jawab besar dalam membimbing teman-teman seangkatannya.
Kronologi dan Hasil Autopsi
Kecelakaan yang menimpa Rylan terjadi di area ski di Prefektur Hokkaido, Jepang.
Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, di lokasi terdapat deretan tiang dengan jarak sekitar 10 meter yang dihubungkan oleh tali pembatas sebagai batas lintasan aman bagi pemain ski.
Saat meluncur di lereng, Rylan diduga tidak menyadari adanya tali pembatas tersebut.
Dalam kecepatan tinggi, lehernya tersangkut tali hingga menyebabkan ia terjatuh keras dan kehilangan kesadaran di tempat kejadian.
Untuk memastikan penyebab kematian, pihak berwenang Jepang melakukan autopsi pada 9 Januari 2026.
Hasil pemeriksaan menunjukkan Rylan meninggal dunia akibat asfiksia (mati lemas) yang disebabkan oleh tekanan tali pembatas pada bagian leher.
“Asfiksia disebabkan oleh tekanan pada bagian leher akibat lilitan tali pembatas lintasan,” ungkap pernyataan resmi kepolisian.
Hasil pemeriksaan medis juga memastikan tidak ada luka lain seperti patah tulang atau cedera berat di bagian tubuh lainnya.
Hal ini menguatkan dugaan bahwa insiden tersebut murni kecelakaan tunggal tanpa keterlibatan pihak lain.
Ucapan duka terus mengalir, tidak hanya dari keluarga besar dan rekan sekolahnya, tetapi juga dari banyak pihak yang mengenal keluarga Pribadi. (adk)
Load more