News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penunggu Rumah Buto Ijo, Film Horor Keluarga dengan Sentuhan Cerita Rakyat Nusantara, Begini Kisahnya

Alih-alih menonjolkan kekerasan visual, film Penunggu Rumah: Buto Ijo memilih membangun atmosfer mencekam secara perlahan, sehingga dapat dinikmati lintas usia
Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:33 WIB
Penunggu Rumah: Buto Ijo, Film Horor Keluarga dengan Sentuhan Cerita Rakyat Nusantara, Begini Kisahnya
Sumber :
  • instagram ruangfilm

tvOnenews.com - Perkembangan film horor Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang semakin beragam. Jika sebelumnya genre ini identik dengan adegan kekerasan, teror brutal, dan visual ekstrem, kini mulai muncul karya-karya yang menawarkan pendekatan berbeda. 

Horor tidak lagi semata-mata mengandalkan darah dan kejutan berlebihan, tetapi juga membangun suasana, cerita, serta kedekatan emosional dengan penonton. Tren ini membuka ruang baru bagi film horor yang bisa dinikmati lebih luas, termasuk oleh keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah arus tersebut, sineas Indonesia mulai mengeksplorasi akar budaya lokal sebagai sumber cerita. Legenda rakyat, mitos daerah, hingga kisah-kisah yang hidup di masyarakat diolah ulang dengan sentuhan modern. 

Pendekatan ini tidak hanya memperkaya narasi horor, tetapi juga menghadirkan pengalaman menonton yang lebih kontekstual dan dekat dengan keseharian penonton Indonesia. Dari sinilah film Penunggu Rumah: Buto Ijo mengambil posisi yang cukup menarik.

Melansir dari Ruangfilm dan Tix, kisah ini hadir sebagai upaya menghadirkan horor yang lebih ramah bagi anak dan keluarga, tanpa kehilangan unsur misteri dan ketegangan. 

Alih-alih menonjolkan kekerasan visual, film ini memilih membangun atmosfer mencekam secara perlahan, sehingga dapat dinikmati lintas usia. Pendekatan tersebut membuat Penunggu Rumah: Buto Ijo tampil berbeda dibandingkan kebanyakan film horor lokal yang beredar saat ini.

Horor Keluarga Berbasis Cerita Rakyat Nusantara

Diproduseri oleh Gandhi Fernando, Penunggu Rumah: Buto Ijo mengangkat cerita rakyat Nusantara yang sudah dikenal luas, lalu dikemas dalam balutan horor modern yang ringan. 

Sosok Buto Ijo yang lekat dengan dongeng tradisional dihadirkan bukan sebagai teror berdarah, melainkan sebagai sumber misteri yang membangun rasa penasaran. 

Cerita disusun agar mudah dipahami, sehingga anak-anak maupun penonton dewasa dapat mengikuti alurnya tanpa merasa terintimidasi.

Sejak awal pengembangannya, film ini memang dirancang sebagai horor yang aman ditonton bersama keluarga. Tidak ada eksploitasi adegan sadis atau kekerasan keji. Fokus utama diletakkan pada suasana, permainan bunyi, serta visual yang membangun ketegangan secara halus. 

Pendekatan ini menjadi alternatif menarik bagi penonton yang ingin menikmati horor tanpa harus merasa tidak nyaman.

Pilihan cerita rakyat sebagai fondasi juga memperkuat identitas film ini. Selain menghadirkan hiburan, film ini berupaya memperkenalkan kembali kekayaan budaya Nusantara kepada generasi muda. 

Unsur tradisi dan mitos lokal menjadi bagian penting dari narasi, sekaligus mempertegas bahwa horor Indonesia memiliki sumber cerita yang sangat kaya.

Dari sisi pemeran, film ini didukung oleh nama-nama yang cukup dikenal, seperti Celine Evangelista, Gandhi Fernando, Valerie Thomas, Meryem Hasanah, dan Adnan Djani. 

Para pemain tampil dengan pendekatan akting yang relatif natural, menyesuaikan dengan tone cerita yang ringan namun tetap menegangkan. Interaksi antartokoh dibangun untuk mendukung nuansa kekeluargaan, sehingga konflik terasa lebih dekat dengan penonton.

Atmosfer menjadi kekuatan utama film ini. Ketegangan tidak dibangun lewat kejutan mendadak semata, melainkan melalui suasana rumah, pencahayaan, dan ritme cerita yang perlahan meningkat. Pendekatan ini membuat rasa takut yang dihadirkan lebih bersifat psikologis dan imajinatif, sehingga tetap efektif tanpa harus menampilkan visual ekstrem.

Selain itu, film ini juga menyisipkan pesan tentang keberanian, pentingnya kebersamaan keluarga, serta penghargaan terhadap nilai-nilai budaya lokal. Pesan-pesan tersebut disampaikan secara sederhana dan tidak menggurui, sehingga tetap menyatu dengan alur cerita.

Penunggu Rumah: Buto Ijo dapat dipandang sebagai eksperimen yang relevan di tengah dominasi horor keras di bioskop Indonesia. Kehadirannya menunjukkan bahwa genre horor memiliki spektrum yang luas dan tidak harus selalu mengandalkan kekerasan untuk menarik penonton. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Film ini menawarkan pilihan tontonan yang lebih inklusif, khususnya bagi keluarga yang ingin menikmati film horor bersama.

Dengan pendekatan yang lebih aman, ringan, dan berakar pada budaya lokal, Penunggu Rumah: Buto Ijo berpotensi menjadi pintu masuk bagi penonton muda untuk mengenal genre horor secara positif, sekaligus menjadi angin segar bagi perkembangan sinema horor Indonesia. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Truk Bermuatan Padi Terguling di Jombang, 13 Pekerja Sawah Dilarikan ke Rumah Sakit

Truk Bermuatan Padi Terguling di Jombang, 13 Pekerja Sawah Dilarikan ke Rumah Sakit

Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (23/9) siang.
Hasil Asian Games 2026: Sayu Bella Tambah Pundi-pundi Medali Indonesia dari Cabor Sepeda Nomor Cross-Country Putri

Hasil Asian Games 2026: Sayu Bella Tambah Pundi-pundi Medali Indonesia dari Cabor Sepeda Nomor Cross-Country Putri

Hasil Asian Games 2026 cabang olahraga sepeda nomor cross-country putri yang baru saja berakhir Kamis 24 September pagi di Obata Ryokuchi Park, Nagoya, Jepang.
Belum Pensiun dari Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Kembali Nyatakan Tekad Cetak 1000 Gol

Belum Pensiun dari Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Kembali Nyatakan Tekad Cetak 1000 Gol

Cristiano Ronaldo menyatakan kembali tekad untuk mencetak 1000 gol dalam kariernya. Dia pun belum memutuskan untuk pensiun dari Timnas Portugal demi merealisasikan ambisinya tersebut.
Buku 'Memburu Muhammad' Viral hingga Disebut Adanya Dugaan Penistaan Agama, Kini Diselidiki Polisi

Buku 'Memburu Muhammad' Viral hingga Disebut Adanya Dugaan Penistaan Agama, Kini Diselidiki Polisi

Buku kontroversi berjudul "Memburu Muhammad" karya Feby Indirani viral. Isinya diduga penistaan agama dan unsur SARA sehingga diselidiki oleh Polda Metro Jaya.
Karier Makin Cerah! 5 Shio Ini Diprediksi Beruntung dalam Pekerjaan Besok 25 September 2026

Karier Makin Cerah! 5 Shio Ini Diprediksi Beruntung dalam Pekerjaan Besok 25 September 2026

5 shio diprediksi beruntung soal karier besok 25 September 2026. Ada peluang mendapat kepercayaan baru, kabar baik, hingga kesempatan kerja menarik.
Kesan Pertama Megawati Hangestri Bertemu Jordan Wilson: Aku Kira Dia Pendiam

Kesan Pertama Megawati Hangestri Bertemu Jordan Wilson: Aku Kira Dia Pendiam

Megawati Hangestri yang awalnya mengira Jordan Wilson adalah sosok gadis pendiam terkejut ketika sang Outside Hitter Amerika Serikat yang menyapanya duluan.

Trending

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Move on dari Megawati Hangestri, Red Sparks sambut musim baru V-League dengan trio Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic dan Zhong Hui yang belum lama gelar photo shoot.
4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan video berjudul A Day in My Life. Ternyata ada beberapa fakta yang baru disampaikan pihak Kepolisian.
Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Kisah Savanna Azzahra, gadis yang curhat di TikTok kalau calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil tiga bulan ternyata merupakan rekayasa dari AI.
‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, langsung memasang target tinggi setelah tiba di Indonesia untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Juru taktik asal Inggris itu menegaskan Gajah Perang datang dengan ambisi membawa pulang gelar juara.
Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama kali berlatih dengan Megawati Hangestri, Kim Hee-jin mengungkap hal yang membuatnya terkesan. Simak proses adaptasi Mega di Hyundai Hillstate.
Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Pihak kepolisian meminta agar video mesum berkedok “A Day in My Life” tidak disebarluaskan lagi.
Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polres Bogor mengungkap hubungan singkat dua pemeran video mesum “A Day in My Life” yang saat ini sedang viral di jagat maya. Dari perkenalan di media sosial, keduanya melanjutkan pertemuan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT