News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Sunyi Generasi Sandwich Dilema Anak Merawat Orang Tua di Usia Senja: Keluarga Yang Tak Dirinduka

Di tengah maraknya tontonan keluarga yang cenderung ringan, Keluarga Yang Tak Dirindukan justru memilih jalur yang lebih sunyi dan menyentil.  Relasi orang tua
Senin, 19 Januari 2026 - 23:46 WIB
Kisah Sunyi Generasi Sandwich Dilema Anak Merawat Orang Tua di Usia Senja: Keluarga Yang Tak Dirinduka
Sumber :
  • Tangkapan layar youtube ries

tvOnenews.com - “Satu orang tua bisa membesarkan sepuluh anak. Tapi sepuluh anak belum tentu sanggup merawat satu orang tua.” Kalimat reflektif ini menjadi pintu masuk yang kuat untuk memahami ruh film Keluarga Yang Tak Dirindukan. 

Film keluarga ini tidak datang dengan kisah heroik atau melodrama berlebihan, melainkan menyodorkan realitas yang akrab bagi banyak keluarga Indonesia: dilema anak-anak dewasa yang terjebak di antara tanggung jawab moral, tekanan ekonomi, dan kebutuhan keluarga inti mereka sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah maraknya tontonan keluarga yang cenderung ringan, Keluarga Yang Tak Dirindukan justru memilih jalur yang lebih sunyi dan menyentil.  Film ini berbicara tentang relasi orang tua dan anak dalam konteks generasi sandwich.

Sebuah fase hidup ketika seseorang harus menopang dua arah sekaligus: ke atas untuk orang tua, dan ke bawah untuk pasangan serta anak-anaknya. 

Lewat cerita yang terasa dekat dengan keseharian, film ini mengajak penonton bercermin, bukan sekadar bersimpati.

Sinopsis: Ketika Hidup Berubah dalam Sekejap

Melansir dari YouTube Riestv, cerita berpusat pada tiga bersaudara: Firzha (Miqdad Addausy), Thoriq (Arbani Yasiz), dan Zahra (Nabila Zavira), anak angkat yang tumbuh besar bersama mereka. 

Kehidupan yang semula berjalan relatif stabil mendadak runtuh ketika sang ayah, Santoso (Kiki Narendra), mengalami insiden tragis yang membuatnya tak lagi mampu bekerja. 

Kondisi kesehatan Santoso menuntut biaya perawatan yang besar, sementara ketiga anaknya sudah memiliki kehidupan dan beban masing-masing.

Masalah tak berhenti pada soal uang. Situasi ini memaksa Firzha dan Thoriq menghadapi pertanyaan paling sulit: sejauh mana mereka harus berkorban demi orang tua yang telah membesarkan mereka? 

Firzha memilih sikap yang lebih rasional dan berhitung, sementara Thoriq digerakkan oleh rasa bersalah dan kewajiban moral. Perbedaan cara pandang inilah yang perlahan memicu konflik, memperlihatkan bagaimana cinta dalam keluarga bisa berubah menjadi pertarungan ego.

Potret Generasi Sandwich yang Manusiawi

Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada keberaniannya memotret generasi sandwich secara utuh. Beban yang ditampilkan bukan hanya soal finansial

Akan tetapi juga tekanan psikologis yang kerap dipendam. Firzha dan Thoriq bukan digambarkan sebagai anak durhaka atau pahlawan tanpa cela. Mereka adalah manusia biasa yang lelah, ragu, dan kadang ingin menyerah.

Kehadiran Zahra menjadi elemen penting dalam cerita. Meski tidak terikat hubungan darah, justru Zahra kerap tampil sebagai suara hati yang paling jernih. 

Perspektifnya menghadirkan makna baru tentang keluarga: bahwa ikatan emosional dan kesetiaan sering kali melampaui garis keturunan. Dari Zahra, penonton diajak mempertanyakan ulang definisi “anak” dan “kewajiban”.

Kiki Narendra berhasil menghadirkan sosok ayah yang rapuh namun tetap bermartabat, sementara Miqdad Addausy dan Arbani Yasiz menampilkan dinamika kakak-adik yang realistis, penuh gesekan emosional.

Dialog-dialognya sederhana, tetapi sarat makna, membuat konflik terasa dekat dengan kehidupan nyata. Serial ini memang diniatkan sebagai bentuk apresiasi bagi para pejuang keluarga di dunia nyata. 

Cerita ini menegaskan bahwa keluarga bukan semata soal status atau peran formal, melainkan tentang siapa yang tetap hadir ketika hidup sedang berada di titik paling sulit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keluarga Yang Tak Dirindukan bukan film yang menawarkan jawaban pasti. Sebaliknya, ia meninggalkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin terus bergema setelah layar padam: sampai di mana batas pengorbanan anak untuk orang tua? Dan siapa yang sebenarnya paling “tak dirindukan” ketika konflik keluarga tak kunjung usai?

Sebagai film keluarga, karya ini berhasil menjadi refleksi sosial yang relevan, emosional, dan jujur. Sebuah tontonan yang tidak hanya menguras empati, tetapi juga mengajak penonton berdialog dengan hati nurani mereka sendiri. (udn)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Digosipkan telah Menikah Tertutup, Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting Kompak Cuma Bisa Ngakak: Gue sampai Keder

Digosipkan telah Menikah Tertutup, Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting Kompak Cuma Bisa Ngakak: Gue sampai Keder

Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting buka suara menjawab isu dari konten memperlihatkan keduanya diduga telah menikah tertutup yang semakin merebak di media sosial.
Ronaldo dkk Putus Tren Negatif, Al Nassr Ada di Posisi ke Berapa dalam Klasemen Liga Profesional Saudi 2025/2026?

Ronaldo dkk Putus Tren Negatif, Al Nassr Ada di Posisi ke Berapa dalam Klasemen Liga Profesional Saudi 2025/2026?

Kemenangan Al Nassr atas Al Shabab menjadi sinyal bahaya bagi Al Hilal yang kini berada di posisi puncak klasemen sementara Liga Profesional Saudi 2025/2026.
Tim SAR Temukan Buku Catatan dan Pelampung Pesawat ATR 42-500 di Jalur Ekstrem Pangkep

Tim SAR Temukan Buku Catatan dan Pelampung Pesawat ATR 42-500 di Jalur Ekstrem Pangkep

Memasuki hari ketiga operasi pencarian, tim SAR gabungan menemukan titik terang terkait keberadaan para korban pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT). 
Legislator PDIP Lontarkan Kritik Tajam Sebut Kemenhut Langgar Aturan Soal Komersialisasi Kawasan Hutan

Legislator PDIP Lontarkan Kritik Tajam Sebut Kemenhut Langgar Aturan Soal Komersialisasi Kawasan Hutan

Komisi IV DPR RI mengkritik tajam adanya kawasan hutan yang beralih fungsi hingga menjadi faktor utama penyebab maraknya bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang.
IRT di Sukabumi Dilatih Manfaatkan Kecanggihan AI untuk Promosi Produk UMKM

IRT di Sukabumi Dilatih Manfaatkan Kecanggihan AI untuk Promosi Produk UMKM

Puluhan ibu rumah tangga (IRT) di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dilatih untuk mengembangkan bakat mengolah makanannya hingga menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Vickynisasi Bersabda! Vicky Prasetyo Diduga Sentil Inara Rusli dan Insanul Fahmi, Bicara Wanita Gratisan-Khianati Istri

Vickynisasi Bersabda! Vicky Prasetyo Diduga Sentil Inara Rusli dan Insanul Fahmi, Bicara Wanita Gratisan-Khianati Istri

Vicky Prasetyo kembali mengguncang publik. Kali ini ia diduga memberikan pesan menohok kepada Inara Rusli dan Insanul Fahmi menumbalkan peran Wardatina Mawa.

Trending

Teka-teki Jatuhnya Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung Sulsel, Menhub: Dokumen Nyatakan Laik Terbang

Teka-teki Jatuhnya Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung Sulsel, Menhub: Dokumen Nyatakan Laik Terbang

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi memberikan klarifikasi terkait status pesawat ATR 42-500 yang kecelakaan tragis di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. 
Detik-Detik Menegangkan Polisi Duel Lawan Buaya 3 Meter Demi Selamatkan Nyawa Seorang Ibu di Tarakan

Detik-Detik Menegangkan Polisi Duel Lawan Buaya 3 Meter Demi Selamatkan Nyawa Seorang Ibu di Tarakan

Sebuah aksi penyelamatan heroik dilakukan jajaran polisi Polres Tarakan terhadap seorang ibu paruh baya yang nyaris kehilangan nyawa akibat diterkam buaya. 
Digosipkan telah Menikah Tertutup, Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting Kompak Cuma Bisa Ngakak: Gue sampai Keder

Digosipkan telah Menikah Tertutup, Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting Kompak Cuma Bisa Ngakak: Gue sampai Keder

Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting buka suara menjawab isu dari konten memperlihatkan keduanya diduga telah menikah tertutup yang semakin merebak di media sosial.
IRT di Sukabumi Dilatih Manfaatkan Kecanggihan AI untuk Promosi Produk UMKM

IRT di Sukabumi Dilatih Manfaatkan Kecanggihan AI untuk Promosi Produk UMKM

Puluhan ibu rumah tangga (IRT) di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dilatih untuk mengembangkan bakat mengolah makanannya hingga menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Guru PPPK di Cianjur Gelap Mata, Nekat Rampok dan Siksa Nenek Demi Bayar Utang Judol

Guru PPPK di Cianjur Gelap Mata, Nekat Rampok dan Siksa Nenek Demi Bayar Utang Judol

Seorang oknum guru PPPK di Cianjur berinisial MIR (33) harus berurusan dengan hukum setelah nekat merampok kerabatnya sendiri, Sopiah (69). 
Vickynisasi Bersabda! Vicky Prasetyo Diduga Sentil Inara Rusli dan Insanul Fahmi, Bicara Wanita Gratisan-Khianati Istri

Vickynisasi Bersabda! Vicky Prasetyo Diduga Sentil Inara Rusli dan Insanul Fahmi, Bicara Wanita Gratisan-Khianati Istri

Vicky Prasetyo kembali mengguncang publik. Kali ini ia diduga memberikan pesan menohok kepada Inara Rusli dan Insanul Fahmi menumbalkan peran Wardatina Mawa.
Legislator PDIP Lontarkan Kritik Tajam Sebut Kemenhut Langgar Aturan Soal Komersialisasi Kawasan Hutan

Legislator PDIP Lontarkan Kritik Tajam Sebut Kemenhut Langgar Aturan Soal Komersialisasi Kawasan Hutan

Komisi IV DPR RI mengkritik tajam adanya kawasan hutan yang beralih fungsi hingga menjadi faktor utama penyebab maraknya bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT