Simak Tips Sistem Pendidikan dalam Melahirkan Pelajar Unggul di Bidang Fashion Melalui Pendidikan Kreatif
- Istockphoto
tvOnenews.com - Sistem pendidikan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan potensi pelajar, termasuk di bidang fashion yang kini berkembang sebagai disiplin akademik dan industri global.
Pendidikan fashion tidak hanya berkaitan dengan desain busana, tetapi juga mencakup pemahaman bisnis, komunikasi visual, teknologi, hingga kepemimpinan. Negara-negara maju telah lama menempatkan fashion sebagai bagian dari pendidikan kreatif yang terstruktur dan berorientasi masa depan.
Di Amerika Serikat dan Inggris, pendidikan fashion diperkenalkan sejak jenjang sekolah menengah melalui program pengayaan, kelas musim dingin, dan pelatihan singkat yang terhubung langsung dengan institusi profesional.
Lembaga seperti Vogue College of Fashion, Parsons School of Design, dan Central Saint Martins menyediakan ruang pembelajaran yang mendorong pelajar memahami keterkaitan antara kreativitas, sains, dan industri.
Pendekatan ini membantu pelajar melihat fashion sebagai bidang multidisipliner yang relevan dengan tantangan global. Sumber rujukan dapat ditemukan dalam laporan pendidikan dari Vogue College of Fashion dan Business of Fashion Education Report.
Indonesia menunjukkan perkembangan positif dalam arah tersebut. Melalui pembaruan kurikulum, program pengembangan minat dan bakat, serta akses terhadap beasiswa dan program internasional, sistem pendidikan nasional mulai memberi ruang bagi pelajar untuk berkembang di bidang kreatif, termasuk fashion.
Prestasi pelajar Indonesia di forum global menjadi indikator bahwa pendekatan pendidikan yang adaptif dapat menghasilkan capaian yang kompetitif.
Melansir dari berbagai sumber, salah satu contoh konkret datang dari New York, Amerika Serikat, melalui program Vogue Winter Break yang diselenggarakan oleh Vogue College of Fashion. Program ini diikuti sekitar 200 pelajar sekolah menengah dari 30 negara, dengan tujuan memperkenalkan struktur industri fashion global secara komprehensif.
Peserta mendapatkan pembelajaran intensif mengenai ekosistem fashion, mulai dari proses kreatif, strategi bisnis, komunikasi merek, hingga pengembangan kepemimpinan. Metode pembelajaran dilakukan melalui kelas interaktif, diskusi kelompok, serta proyek kolaboratif lintas budaya.
Model ini mencerminkan praktik pendidikan fashion di negara maju yang menekankan pemahaman konsep, kerja tim, dan kemampuan berpikir kritis.
Dalam konteks tersebut, pelajar Indonesia menunjukkan kemampuan beradaptasi dan berkontribusi secara aktif, sekaligus memperluas wawasan tentang bagaimana pendidikan fashion dikembangkan secara profesional di tingkat global.
Keikutsertaan Ratu Dinara Nafeeza Nurdin, siswi kelas XII MAN 4 Jakarta, dalam program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan menengah di Indonesia memiliki potensi besar dalam menyiapkan talenta di bidang fashion.
Dinara juga merupakan penerima beasiswa penuh dari Kedutaan Besar Amerika Serikat melalui program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES), yang berfokus pada penguatan kepemimpinan dan pemahaman lintas budaya.
Selama mengikuti program pendidikan fashion internasional, ia mampu mengintegrasikan pendekatan ilmiah dan kreatif dalam memahami fashion. Fashion dipandang sebagai bidang yang dapat menjembatani berbagai disiplin ilmu, termasuk sains dan teknologi, dalam proses inovasi. Perspektif ini sejalan dengan pendekatan pendidikan modern yang mendorong pelajar untuk berpikir lintas bidang.
Atas kontribusi dan kualitas pemikirannya, ia meraih predikat peserta terbaik, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing dalam lingkungan pendidikan fashion global yang kompetitif.
Capaian tersebut dapat dilihat sebagai refleksi dari kemajuan pendidikan Indonesia yang semakin terbuka terhadap bidang kreatif. Madrasah dan sekolah kini tidak hanya berorientasi pada capaian akademik konvensional, tetapi juga pada pengembangan minat, bakat, dan keterampilan abad ke-21.
Pendidikan fashion memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut di Indonesia, mengingat kekayaan budaya, tekstil, dan kearifan lokal yang dimiliki.
Dengan dukungan sistem pendidikan yang inklusif, kolaborasi internasional, serta akses terhadap program global, pelajar Indonesia memiliki peluang untuk berkontribusi dalam industri fashion dunia secara berkelanjutan.
Prestasi pelajar Indonesia di panggung internasional menegaskan bahwa investasi pada pendidikan fashion bukan sekadar mendukung industri kreatif, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. (udn)
Load more