Kuasa Hukum Ressa Rizky Ogah Drama Denada Disebut Kasus Dugaan Penelantaran: Paling Pantas Buang Anak Kandung
- Kolase Instagram/@denadaindonesia & tvOne/Happy Oktavia
Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa hukum Al Ressa Rizky Rossano, Ronald Armada kembali menyentil Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan. Ia menepis gugatan dari kliennya atas dugaan penelantaran anak kandung.
Menurut Ronald, Denada Tambunan telah membuat konsep drama menyakitkan bagi Ressa Rizky dan keluarga adik adik almarhumah Emilia Contessa, Dino Rossano Hansa.
Ronald menilai konsep konflik Denada adalah dugaan pembuangan anak. Hal ini menyusul Ressa Rizky sama sekali tidak dilirik selama 24 tahun.
"Mohon maaf, frasa penelantaran anak itu sebetulnya datang dari kawan-kawan ya. Kalau mau tanya frasa apa yang paling pantas untuk judul drama gugatan saya ini, konsepnya adalah membuang anak," ujar Ronald dalam wawancara melalui virtual Zoom Meeting dikutip, Jumat (23/1/2026).
Alasan Denada Tambunan Dinilai Membuang Anak Kandung

- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @denadaindonesia
Ronald mewakili keluarga adik kandung ibu Denada menjelaskan alasan dirinya menganggap Denada diduga telah membuang anak. Konsep drama ini dikatakan penelantaran apabila orang tuanya masih mengakui Ressa Rizky sebagai anak biologis.
Namun kenyataannya berbanding terbalik. Ressa menganggap kehadiran dirinya tidak diakui oleh penyanyi berusia 47 tahun tersebut.
"Kalau penelantaran anak itu, orang tuanya masih mengakui bahwa dia orang tuanya. Ini malah membuang anak," sentil Ronald kepada Denada.
Singgung Denada Berjuang Mati-matian untuk Putri Sulungnya

- Instagram @denadaindonesia
Ia yang juga kuasa hukum Ressa menyoroti kabar Denada sempat berada di titik terendah hidupnya. Sang artis pernah berjuang mati-matian demi kesembuhan putri sulungnya, Shakira Aurum.
Kala itu, Shakira Aurum, anak Denada dari pernikahan mantan suaminya, Jerry Aurum hampir menjalani perawatan intensitf. Denada bahkan pernah berusaha menyembuhkan penyakit kanker anaknya di salah satu rumah sakit di Singapura.
Pada saat itu, Shakira Aurum mengidap penyakit leukimia. Proses pengobatan kankernya hampir serupa dengan penyembuhan orang dewasa, mulai dari kemoterapi hingga operasi.
Ronald sebenarnya tidak ingin mengomentari perjuangan itu lebih jauh. Namun, ia menganggap Denada hanya mencari simpati dari publik.
Sementara, Ressa yang baru meyakini Denada adalah ibu kandungnya, merasa telah ditelantarkan selama 24 tahun. Hal ini memicu kecemburuan dari pemuda asal Banyuwangi tersebut.
"Dia membangun framing bahwa, dia menjadi ibu peri ketika dia berjuang untuk anaknya. Itu makanya dramatisasi. Kalau saya katakan, itu menjadi ironis. Hasilnya di belakang ketika dia juga diketahui menelantarkan anaknya," jelasnya.
Soal Denada Diduga Hamil di Luar Nikah

- Tangkapan layar
Lebih lanjut, Ronald tampaknya telah mendengar isu liar yang merebak di media sosial. Denada dituding juga memiliki anak biologis selain Shakira Aurum dan Ressa Rizky Rossano.
Berdasarkan hasil asumsi netizen, Denada sebelumnya juga diduga telah melahirkan anak dari hasil di luar nikah. Hal itu terjadi sebelum lahir sosok Ressa Rizky dan Shakira.
Bahkan sebagian netizen menebak siapa sosok ayah kandung Ressa Rizky Rossano. Ressa dilahirkan diduga atas hasil hubungan Denada dengan mantan kekasihnya, Teuku Ryan pada awal 2000-an.
Ronald merespons asumsi tersebut. Tim kuasa hukum Ressa enggan mengomentari pendapat liar itu lantaran bukan ranahnya terkait dugaan Denada melahirkan anak kandung lainnya sekaligus Teuku Ryan diduga sebagai ayah biologis Ressa Rizky.
Ia mengatakan, Ressa dan tim kuasa hukumnya saat ini fokus meminta pertanggungjawaban dari Denada. Ressa merasa nasibnya sangat pilu lantaran kehadirannya tidak diinginkan oleh rapper tersebut.
"Kalau dalam konteks bapaknya, saya tidak akan menjawab apa yang tidak saya ketahui. Saya enggak mau memfitnah orang, saya hanya ke dalam koridor menyampaikan sesuai dengan fakta yang saya ketahui dan saya alami, serta saya dengar sendiri, itu saja," tegasnya.
Sebelumnya, Ressa didampingi kuasa hukumnya, Moh Firdaus Yulianto melayangkan gugatan perdata kepada Denada sebesar Rp7 miliar ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, dengan nomor perdata 288 sejak 28 November 2025.
Selain Ressa Rizky, keluarga Dino Rossano Hansa dan istri, Ratih Puspita Dewi juga melayangkan gugatan yang sama. Hal ini menyusul adanya berbagai serangan dan tidak ada itikad baik dari Denada.
Sebelumnya, proses sidang mediasi perdana antara Denada dan Ressa berakhir gagal di PN Banyuwangi pada 8 Januari 2026. Pihak pengadilan kembali membuka kesempatan keduanya hadir dalam mediasi pada 15 Januari 2026.
Menurut penuturan kuasa hukum Denada sebelumnya, Muhammad Ikbal, Denada mangkir sidang mediasi kedua akibat sibuk. Hal ini mengingat sang penyanyi merupakan publik figur.
Terkini, sidang mediasi antara Denada dan Ressa di ruang Mediasi dan Diversi PN Banyuwangi, Kamis (22/1/2026) sore hari, kembali gagal. Sebab, proses mediasi tersebut hanya berlangsung selama 10 menit dan Denada kembali tidak menampakkan wajahnya.
Kuasa hukum Denada, Misnadi menyampaikan alasan yang sama. Denada tidak bisa hadir karena kesibukannya sebagai artis.
"Sempat dipertanyakan bagaimana, ada penyelesaian atau tidak bagaimana. Sementara, ini belum ada (waktu untuk berkomunikasi lebih lanjut) dan kami meminta waktu seminggu lagi," tutur Misnadi.
Sementara, Firdaus Yulianto mengatakan, pihak Ressa masih memberikan kesempatan kepada Denada. Pertimbangan tersebut menjadi penentuan itikad baik terhadap penggugat.
"Kami mengharap sekali lagi kepada tergugat ini, tolong hargai itikad baik kami karena yang kami lakukan ini demi kebaikan bersama," tegas Firdaus.
(hoa/far/hap)
Load more