Amarah Ronald Armanda ke Denada Tak Terbendung, Mama Ratih Sempat Disomasi
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @denadaindonesia / YouTube Cumicumi
tvOnenews.com - Polemik antara Denada dan Ressa Rizky Rossano kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada Ronald Armanda, paman sekaligus kuasa hukum Ressa, yang menunjukkan amarah luar biasa terhadap Denada.
Amarah Ronald dipicu perlakuan pihak keluarga Denada terhadap Mama Ratih, ibu mertuanya, yang disebut sempat disomasi dan didatangi polisi.
Ronald Armanda, atau dalam beberapa laporan disebut Ronald Armada, merupakan menantu dari Ibu Ratih, adik dari Emilia Contessa.

Ressa Rizky Rossano, Kuasa Hukum, dan Denada. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / Istimewa / Instagram @denadaindonesia / Cumicumi)
Selain menjadi anggota keluarga, Ronald juga bertindak sebagai kuasa hukum bagi Ressa Rizky Rossano, yang mengaku sebagai anak kandung Denada. Sejak bayi, Ressa diasuh dan dibesarkan oleh Ibu Ratih di Banyuwangi.
Ronald menyatakan keterlibatannya dalam kasus ini bukan hanya soal gugatan hukum, tetapi juga karena merasa sakit hati melihat ibu mertuanya diperlakukan tidak adil.
“Kemarin tuh kan begini, saya ini bukan soal membedah aib ya itu ya. Ini karena motivasi awal itu adalah orang tua saya, ibu saya ini ya di rumah itu didatangi polisi berseragam dan dilaporkan dan juga disomasi sama adiknya Denada namanya Muhammad. Perihal mobil yang ibu saya ini enggak tahu apa-apa,” kata Ronald dalam YouTube Cumicumi (24/1/2026).
Ronald mengungkapkan bahwa kesabaran dirinya sebagai anak dan kuasa hukum teruji saat Mama Ratih meneleponnya dalam kondisi lemah dan menangis.
“Nah kebetulan karena fisiknya lemah, sakit-sakitan, telepon saya nangis, ya nangis-nangis. Akhirnya ya saya selaku anak kan ya emosi ya. Sekarang siapa anak yang tidak sakit hati ketika ibunya digitu kan begitu,” ujar Ronald.
Ia menambahkan bahwa ia sempat mencoba menghubungi Muhammad, pihak yang menempuh jalur somasi, secara persuasif.
“Saya kontak secara persuasif kepada pihaknya Muhammad ini. Kenapa kamu kok ambil langkah itu? Kok tidak datang aja ke rumah menanyakan baik-baik? Kok malah mendatangkan polisi dan mensomasi kan begitu, kan begitu. Bagi saya itu anak yang sinting kan begitu,” tegasnya.
Ronald juga menegaskan bahwa jika pihak Denada ingin menyelesaikan masalah melalui jalur hukum, ia siap menempuhnya.
Menurutnya, potensi kerugian hukum (potential loss) kini berada di pihak Denada, yang merupakan sosok publik figur.
“Kalau secara terang-terangan dia mau mengajak saya untuk bermain di ranah hukum ya saya siap. Soalnya perkaranya kan panjang jadi ceritanya kan. Itu makanya kalau saya buka, saya siap membuka dan akhirnya kalau kemudian mengakibatkan banyak-banyak potential loss yang ditanggung mereka, kita sudah enggak ada lagi. Kita ini enggak punya potensial loss karena potensial loss itu ada Denada karena dia kan figure kan itu,” jelas Ronald.
Ia menambahkan bahwa upaya mediasi yang gagal, serta perilaku pihak Denada yang tidak hadir dan memberikan statement ngawur melalui pengacara, semakin memicu kemarahannya.
“Seharusnya kalau dia punya kebijaksanaan ambil kesempatan itu malah tidak pernah hadir, malah pengacaranya memberikan statement yang ngawur. Bagi saya itu enggak rasional, masih belum bisa dapat akses komunikasi dengan Denada lah. Tanda tangan surat kuasa gimana caranya, you punya itikad untuk hadir apa enggak itu aja sudah kemarin itu,” tambah Ronald.
Akibat perlakuan tersebut, Ronald memutuskan untuk datang langsung ke Jakarta dan menyampaikan keterangan secara terbuka.
Ia bahkan memanfaatkan podcast untuk menyampaikan kronologi secara runtut, logis, dan sistematis.
“Karena saya baca, oh ini kita dipermainkan kan, karena kalau bagi saya alasan-alasan yang ngawur itu merupakan penghinaan intelektual bagi saya. Makanya saya minta saya langsung datang ke Jakarta ini untuk menunjukkan, bahkan semalam saya podcast itu untuk memberikan keterangan secara runtut, logis, sistematis, ya, apa adanya, tidak pernah saya tambahi dan enggak pernah saya kurangi,” tegas Ronald.
Amarah Ronald Armanda bukan sekadar emosi pribadi, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap hak dan martabat Mama Ratih.
Di balik konflik hukum dengan Denada, Ronald menunjukkan tekadnya untuk menegakkan keadilan bagi Ressa Rizky sekaligus menyuarakan klarifikasi secara terbuka, memastikan setiap langkahnya terekam secara logis dan sistematis.
(anf)
Load more