News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti, Ricky Sitohang Ungkap Kemungkinan Autopsi Lula Lahfah

Polisi amankan barang bukti dari apartemen Lula Lahfah. Irjen Pol (Purn) Ricky Sitohang jelaskan alasan autopsi bisa dilakukan meski tanpa izin keluarga.
Rabu, 28 Januari 2026 - 19:42 WIB
Lula Lahfah
Sumber :
  • Instagram/lulalahfah

tvOnenews.com - Kasus kematian Lula Lahfah masih menjadi sorotan publik.

Sejumlah fakta terus dikumpulkan setelah polisi menemukan sejumlah barang bukti dari unit apartemen tempat sang selebgram muda itu ditemukan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab pasti kematian Lula dengan melakukan pemeriksaan forensik secara menyeluruh.

Dari informasi yang diterima, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

Barang-barang tersebut saat ini tengah diteliti di laboratorium forensik untuk memastikan ada tidaknya zat berbahaya atau benda mencurigakan yang mungkin berkaitan dengan penyebab kematian korban.

Penyelidikan juga melibatkan banyak pihak. Sebanyak 10 orang saksi telah diperiksa, mulai dari asisten rumah tangga (ART) yang tinggal bersama Lula, sopir pribadi, teknisi apartemen, hingga sang kekasih, Reza Arap.

Pemeriksaan para saksi ini dianggap penting karena mereka merupakan orang-orang terakhir yang memiliki akses atau mengetahui kondisi korban sebelum meninggal dunia.

Terkait perkembangan penyidikan ini, Irjen Pol (Purn) Ricky Sitohang, mantan perwira tinggi kepolisian, turut memberikan pandangan hukum dan analisa forensik atas kasus tersebut.

Kekasih Reza Arap, Lula Lahfah
Kekasih Reza Arap, Lula Lahfah
Sumber :
  • Instagram/lulalahfah

Dalam wawancara di kanal Intens Investigasi, Ricky menilai bahwa langkah penyidik sudah tepat karena kematian Lula diduga tidak wajar.

“Kalau melihat posisi kasus ini dengan cerita mengatakan bahwa almarhumah Lula pada saat itu sakit menurut keterangan ART-nya. Maka perlu dilihat durasi antara dia sakit, berobat, hingga akhirnya meninggal. Itu semua harus diteliti dan diselidiki,” ujar Irjen Ricky.

Ia menambahkan bahwa waktu dan kondisi sekitar kematian menjadi kunci utama dalam menentukan apakah ada unsur kelalaian, penyalahgunaan obat, atau bahkan tindak pidana.

“Apalagi diketahui ada obat-obat di sekitar tersebut. Itu perlu penelitian dari penyidik, apakah termasuk zat terlarang atau obat medis untuk pengobatan,” lanjutnya.

Ricky juga menyoroti pentingnya autopsi dalam kasus kematian yang tidak wajar.

Menurutnya, autopsi adalah langkah hukum untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

“Kalau mati tidak wajar itu harus diautopsi supaya ketahuan sebabnya apa,” tegasnya.

Namun, ia juga mengatahui bahwa keluarga Lula Lahfah sejak awal menolak dilakukan autopsi, dan hanya mengizinkan visum luar.

Menanggapi hal itu, Ricky menjelaskan bahwa kepolisian tetap memiliki wewenang melakukan autopsi ulang tanpa izin keluarga apabila ditemukan bukti kuat bahwa kematian bersifat tidak wajar.

“Kalau ternyata memang betul-betul kematiannya tidak, itu bisa kembali (autopsi) akan diperiksa ulang lagi penyebab kematiannya. Saksi-saksi yang mengikat kepada itu diperiksa secara komprehensif, sehingga nanti penyidik bisa menentukan penyebab kematiannya," jelasnya.

Lebih lanjut, Ricky memaparkan bahwa pemeriksaan lanjutan akan berfokus pada hasil laboratorium forensik, termasuk sampel obat-obatan yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kalau memang betul nanti hasil daripada penelitian penyelidikan daripada penyidik bahwa ini murni akibat daripada penyakitnya, obat yang diambil sebagai sampel juga memang obat untuk pengobatannya, ya akan ditutup kasusnya," ujarnya.

Ricky juga menegaskan bahwa keterangan ART dan petugas keamanan apartemen akan menjadi benang merah dalam penyelidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, merekalah saksi kunci yang pertama kali mengetahui kondisi korban di dalam kamar yang terkunci rapat sebelum dilaporkan ke pihak keamanan.

Hingga saat ini, publik masih menunggu hasil akhir pemeriksaan laboratorium dan keputusan penyidik terkait langkah selanjutnya. (adk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Penggunaan Lip Balm saat Puasa Ramadhan Jadi Perdebatan, Begini Penjelasan Ulama

Penggunaan Lip Balm saat Puasa Ramadhan Jadi Perdebatan, Begini Penjelasan Ulama

Kondisi bibir kering saat puasa memang kerap menimbulkan rasa tak nyaman. Banyak orang mencari cara agar bibir tetap lembap seperti lip balm, puasa tetap sah?
Respons Pedas Jennifer Coppen ke Mantan Mertua Usai Komentari Justin Hubner sebagai Calon Ayah Kamari

Respons Pedas Jennifer Coppen ke Mantan Mertua Usai Komentari Justin Hubner sebagai Calon Ayah Kamari

Jennifer Coppen beri respons pedas ke mantan mertuanya yang kedapatan berkomentar soal Justin Hubner disebut calon ayah sambung Kamari di TikTok.
Guncang Sepak Bola Malaysia! Seluruh Dewan Eksekutif FAM Mundur Serentak

Guncang Sepak Bola Malaysia! Seluruh Dewan Eksekutif FAM Mundur Serentak

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi mengumumkan pengunduran diri seluruh anggota Dewan Eksekutif FAM untuk periode 2025–2029.
Dikontrak 4 Tahun, Berapa Gaji yang Diterima Abdullah Al Hamdan jika Fix Pindah ke Al- Nassr?

Dikontrak 4 Tahun, Berapa Gaji yang Diterima Abdullah Al Hamdan jika Fix Pindah ke Al- Nassr?

Jika Al Hamdan memutuskan untuk pindah ke Al Nassr, kira-kira berapa nilai kontrak yang ditawarkannya hingga besaran gaji yang akan diterima olehnya?
Bye-bye Perut Buncit, Berikut Rahasia Perut Rata Selama Puasa Ramadhan

Bye-bye Perut Buncit, Berikut Rahasia Perut Rata Selama Puasa Ramadhan

Bulan Ramadhan kerap dijadikan momentum untuk memiliki tubuh yang lebih kurus dan langsing, kenyataannya justru terbalik. Begini tips sehat perut tidak buncit
Bursa Transfer AC Milan: Sudah Lakukan Kontak, Rossoneri Kian Serius Ingin Bajak Radu Dragusin di Musim Dingin Ini

Bursa Transfer AC Milan: Sudah Lakukan Kontak, Rossoneri Kian Serius Ingin Bajak Radu Dragusin di Musim Dingin Ini

AC Milan kian panaskan bursa transfer musim dingin dengan satu fokus utama yang sulit diabaikan. Lini belakang Rossoneri dinilai butuh suntikan tenaga baru.

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda banyak yang keheranan ketika melihat kabar Ajax Amsterdam bakal merekrut Maarten Paes. Sang kiper Timnas Indonesia kabarnya akan ditebus seharga 1 juta euro.
6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Era John Herdman di Timnas Indonesia membuka peluang besar naturalisasi pemain Eropa. Enam nama potensial disorot jelang FIFA Series 2026 dan proyek Piala Dunia 2030.
Polisi Tegaskan Tak Ada Unsur Penganiayaan ke Penjual Es Gabus yang Dituduh Pakai Gabusing Berbahan Baku Spons

Polisi Tegaskan Tak Ada Unsur Penganiayaan ke Penjual Es Gabus yang Dituduh Pakai Gabusing Berbahan Baku Spons

Sementara itu, Budi menerangkan, hingga saat ini pihak kepolisian, Bid Propam Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap Aiptu Ikhwan yang merupakan Bhabinkamtibmas.
Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono angkat bicara soal pedagang es gabus yang diamankan aparat gabungan Polri dan TNI usai diduga terbuat dari bahan berbahaya yakni spons.
Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Peristiwa itu bermula ketika Suerajat didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa setelah adanya laporan warga.
Buntut Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Bahan Baku Spons, Aiptu Ikhwan Bakal Disanksi Jika Terbukti Lakukan Pelanggaran

Buntut Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Bahan Baku Spons, Aiptu Ikhwan Bakal Disanksi Jika Terbukti Lakukan Pelanggaran

Polda Metro Jaya menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap Aiptu Ikhwan jika terbukti melakukan pelanggaran terhadap Sudrajat, pedagang es gabus yang sempat diamankan, usai diduga menggunakan bahan baku spons.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT