Ressa Akui Trauma Usai Namanya Disebut-sebut sebagai Penyebab Denada Diboikot
- Kolase tvOnenews.com / YouTube HepiNews / Instagram @denadaindonesia
tvOnenews.com - Isu Denada diboikot mencuat sejak akhir Januari 2026 setelah pengakuan Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandung Denada menjadi sorotan publik dan memicu reaksi luas di media sosial.
Sejak pernyataan itu disampaikan ke publik melalui berbagai podcast dan media, sentimen netizen pun berkembang luas dan berujung pada seruan boikot terhadap Denada.
Seruan boikot semakin menguat karena citra Denada selama ini dikenal sebagai sosok ibu yang berjuang keras demi anaknya, Aisha.
Namun, kemunculan pengakuan dari Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandung lain yang merasa diabaikan memicu kekecewaan sebagian masyarakat. Kondisi tersebut memicu perdebatan panjang di media sosial hingga platform berita.
Tekanan publik terhadap Denada makin terasa saat ia tampil sebagai juri di sebuah ajang pencarian bakat dangdut.
Momen ketika Denada terlihat menangis di atas panggung justru menuai kritik dari netizen. Tak sedikit yang menilai aksi tersebut sebagai bentuk pencitraan di tengah kasus hukum yang sedang dihadapinya, bahkan menuduh Denada “menjual tangisan”.
Dampak dari isu Denada diboikot ini disebut mulai terasa secara profesional. Laporan yang beredar menyebutkan adanya penurunan tawaran pekerjaan atau kondisi “sepi job” akibat sentimen negatif publik yang belum sepenuhnya mereda.
Di sisi lain, Ressa Rizky Rossano mengaku terpukul secara mental setelah namanya disebut-sebut sebagai penyebab Denada terancam diboikot dari televisi. Tuduhan tersebut disebut datang dari sejumlah rekan artis Denada.
Pihak Ressa menegaskan bahwa tujuan utama mereka sejak awal hanyalah mencari pengakuan dan keadilan, bukan untuk mematikan rezeki Denada.
Sebagai upaya meredam polemik, pihak Denada melalui kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal, akhirnya secara resmi mengakui Ressa sebagai anak kandung pada 30 Januari 2026.
Mereka membantah tuduhan penelantaran dengan menyebut adanya bukti transfer uang bulanan hingga Januari 2026, serta bukti pemenuhan biaya sekolah.
Meski demikian, sentimen boikot masih bertahan karena Denada belum menyampaikan pernyataan langsung secara personal, sementara proses mediasi gugatan perdata senilai Rp7 miliar juga berakhir gagal.
Ressa Rizky Rossano dan tim kuasa hukumnya pun semakin sering muncul di hadapan awak media untuk menyampaikan curahan hati.
Load more