Enrico Tambunan Ungkap Fakta soal Ayah Ressa, Sebut Denada Trauma Tiap Disinggung Masa Lalunya
- Kolase tvOnenews.com / YouTube MNCTVRumahnyaDangdut / CURHAT BANG Denny Sumargo

- Kolase tvOnenews.com / YouTube HepiNews / Instagram @denadaindonesia
Ia menggambarkan bahwa reaksi Denada selalu emosional setiap kali ayah biologis Ressa disinggung, bahkan seperti mengalami trauma yang sulit disembuhkan.
“Dia seperti orang yang PTSD begitu. Kalau ngomongin masalah topik itu, dia langsung seperti orang yang mukanya sedih campur marah, dan enggak mau ngomongin. Jadi saya juga sangat-amat kasihan seperti ada sebuah sakit hati yang luar biasa,” lanjutnya.
Menurut Enrico, ada peristiwa masa lalu yang sangat melukai kakaknya dan membuat Denada enggan membuka kisah sebenarnya.
Enrico juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Ratih yang mengaku mengetahui siapa ayah Ressa, namun justru menyudutkan Denada.
Ia menilai, seharusnya bukan Denada yang diserang, melainkan sosok laki-laki yang meninggalkan tanggung jawab sebagai ayah.
“Kalau di keluarga lain, logisnya adalah kalau sesuatu terjadi terhadap keluarga perempuan maka semuanya harus melindungi. Ini yang harus bertanggung jawab adalah yang laki-lakinya. Kalau Tante tahu laki-lakinya siapa, seharusnya yang diserang yang laki-laki itu, bukan keponakan sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Denada telah menanggung beban moral dan emosional yang luar biasa sejak lama, dan kini justru kembali disudutkan oleh publik.
“Ada seorang ibu yang disakiti oleh seorang laki-laki, tapi kok yang dihujat-hujat, yang diboikot-boikot justru dia. Sementara yang harusnya bertanggung jawab malah tidak pernah disebut,” ujar Enrico.
Di akhir pernyataannya, Enrico meminta publik untuk lebih berempati terhadap kakaknya.
Ia menyebut bahwa Denada saat ini masih berjuang menghadapi tekanan psikologis yang belum sepenuhnya pulih.
“Permohonan saya kepada teman-teman di luar sana juga mohon berikan waktu sama kakak saya. Dia sangat terpukul setiap kali saya berbicara tentang laki-laki ini yang saya tidak tahu siapa," tutup Enrico. (adk)
Load more