Kronologi PIC Eiger Kisruh dengan KOL, Pihak Distributor Brand Minta Maaf dan Langsung Pecat Pegawainya
- Eiger
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang kreator konten membagikan pengalamannya terhadap brand lokal, Eiger. Ia mengunggah pengalaman yang tidak mengesankan dengan Person in Charge (PIC).
Kreator konten dengan akun X @kforkinsley, memposisikan sebagai Key Opinion Leader (KOL). Tugasnya mempromosikan brand berbasis digital dengan menggunakan video promosi produk.
Pada 10 Februari 2026, ia membongkar kekisruhan dirinya dengan PIC Eiger. Ia pun mendapat pesan-pesan tidak mengenakkan seusai promosi sebuah produk dari brand lokal tersebut.
"Mau jual sendal ini deh, soalnya habis direndahin sama PIC-nya mentang-mentang followers cuma dua ribu," tulis kreator konten tersebut pada 10 Februari 2026 dikutip tvOnenews.com, Kamis (12/2/2026).
Kronologi PIC Eiger Kisruh dengan Mitra KOL

- Eiger
Kreator konten itu akhirnya menceritakan kronologi sebenarnya. Kejadian tersebut bermula saat dirinya mendadak dihubungi oleh pihak dari sebuah brand.
Pihak yang menghubunginya tampaknya dari Eiger. Ia tidak menutupi kebahagiaannya setelah mendapat tawaran tersebut.
Ia bahkan dikirimkan produk berbentuk tas. Namun begitu, kerja sama dengan brand tersebut bukan sistem berbayar atau paid partnership karena hanya berbentuk pengiriman produk.
Ia kebetulan selalu mengulas berbagai produk dan pengalaman di media sosialnya. Ia pun segera membuat konten untuk mengulas produk Eiger yang diterima olehnya.
"Kemarin aku tuh happy banget pas mereka reach aku, karena aku pikir video aku sampai ke tim mereka. Setelah dikasih produknya, BTW produk yang dikasih tas, aku langsung bikin draft dan postsing," katanya.
MAU JUAL SENDAL INI DEH SOALNYA ABIS DI RENDAHIN SAMA PICNYA MENTANG-MENTANG FOLLOWERS CUMAN 2REBU ?? https://t.co/QSvdvyIHQx pic.twitter.com/SpBbLyB6pC
— irbahsalss (@kforkinsley) February 10, 2026
Dalam konten pengulasan produk tersebut, ia tidak melontarkan kata-kata menjelekkan atau merendahkan produk. Selepas itu, konten video tersebut mendapat reaksi dari pihak brand.
Pihak brand langsung memberikan masukan atau revisi terkait draft konten tersebut. Dalam tangkapan layar percakapan itu, ia memang tidak menyantumkan tagar brand di video ulasan produk.
Ia pun diminta merevisi penambahan tagar. Kreator konten itu memenuhi permintaan agar merubah di bagian tag.
Load more