News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanggapan Hotman Paris soal Prahara Sule vs Teddy Pardiyana: Kapasitas Suami Kedua Harus Dicek

​​​​​​​Tanggapan Hotman Paris soal prahara Sule vs Teddy Pardiyana menyoroti kapasitas suami kedua yang harus dicek dalam sengketa hak waris Lina Jubaedah.
Minggu, 15 Februari 2026 - 10:10 WIB
Hotman Paris dan Teddy Pardiyana
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Intens Investigasi - Cumicumi

tvOnenews.com - Tanggapan Hotman Paris Hutapea soal prahara hukum antara Sule dan Teddy Pardiyana terkait hak waris anak mendiang Lina Jubaedah menjadi sorotan, karena dinilai sangat kompleks dan perlu kehati-hatian dalam menilai aspek hukumnya.

Prahara hukum yang cukup panas antara keluarga komedian Sule versus Teddy Pardiyana terkait permohonan penetapan hak waris atas Bintang, buah cinta almarhumah Lina Jubaedah, masih bergulir di Pengadilan Agama Bandung, Jawa Barat. Situasi tersebut membuat praktisi hukum senior Hotman Paris Hutapea angkat bicara dan memberikan pandangan hukumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Hotman Paris, perkara ini menjadi rumit karena gugatan diajukan oleh suami kedua Lina Jubaedah, yakni Teddy Pardiyana, yang menuntut hak waris untuk anaknya. 

Padahal, anak tersebut merupakan hasil pernikahan kedua dan bukan darah daging dari Sule sebagai suami pertama Lina.

Hal utama yang dipertanyakan, menurut Hotman Paris, adalah apakah anak dari pernikahan kedua berhak menuntut harta gono gini ibunya dengan suami sebelumnya yang bukan ayah kandungnya. 

Ia menegaskan, kapasitas suami kedua dalam mengajukan gugatan juga harus benar-benar dicek.

“Enggak bisa komentar langsung kalau enggak tahu fakta hukumnya. Lu nanya ke gua. You nanya ke gua kalau enggak tahu fakta hukumnya. Gimana bisa kasih komentar?” ujar Hotman Paris dalam kanal YouTube Intens Investigasi (14/2/2026).

Hotman Paris kemudian menjelaskan aspek hukum yang menjadi inti persoalan.

“Jadi yang ditanyakan adalah aspek hukum. Apabila seorang istri cerai dari suami, kemudian si istri ini nikah sama laki-laki lain. Nah, di pernikahannya yang kedua dengan laki-laki lain melahirkan seorang anak, berarti dia adalah anak dari suami kedua, bukan anak dari suami pertama,” katanya.

Ia melanjutkan, persoalan semakin kompleks ketika sang ibu meninggal dunia.

“Kemudian si ibunya ini meninggal. Sehingga menjadi pertanyaan apakah si anak tadi yang dari perkawinan kedua, bapak berbeda, berhak atau enggak menuntut warisan atas harta gono gini dari ibunya dengan suami yang pertama, yang bukan ayah kandung dari si anak. Karena si anak ini kan ayah kandungnya adalah si suami kedua. Ini pertanyaan hukum yang sangat kompleks,” jelasnya.

Menurut Hotman Paris, yang juga harus diperiksa adalah kapasitas Teddy Pardiyana dalam gugatan tersebut.

“Yang harus dicek adalah apa kapasitas dari si bapak kedua ini. Apa kapasitasnya dia? Berarti dia akan mengatakan dia mengaku sebagai wali daripada si anak,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak sederhana karena menyangkut status anak dan hubungan darah.

“Masalahnya adalah si anak ini adalah anak dari suami kedua, bukan anak dari suami pertama. Sehingga menjadi pertanyaan, berhak enggak dia warisan? Jujur, secara hukum perdata itu tidak diatur. Secara hukum Islam perlu dibaca lagi. Jawabannya sangat abu-abu,” tutup Hotman Paris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan kondisi tersebut, Hotman Paris menilai sengketa hak waris antara pihak Sule dan Teddy Pardiyana masih membutuhkan pendalaman hukum, baik dari sisi perdata maupun hukum Islam, sebelum dapat ditarik kesimpulan yang tegas.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Apresiasi Langkah Pemerintah Sikapi Kenaikan Avtur, Bambang Haryo: Harusnya Tiket Pesawat Tak Perlu Naik

Apresiasi Langkah Pemerintah Sikapi Kenaikan Avtur, Bambang Haryo: Harusnya Tiket Pesawat Tak Perlu Naik

Anggota Komisi VII DPR RI, Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono menyatakan apresiasinya pada langkah-langkah pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga
Pengusaha Tembakau Madura Haji Her Datangi KPK Hari Ini

Pengusaha Tembakau Madura Haji Her Datangi KPK Hari Ini

Pengusaha tembakau asal Madura, Haji Khairul Umam alias Haji Her mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (9/4/2026).
Siswi SMP di Kalideres Diduga Jadi Korban Pelecehan Saat Pulang Sekolah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Siswi SMP di Kalideres Diduga Jadi Korban Pelecehan Saat Pulang Sekolah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa bergerombol dan geram, usai adanya informasi siswi sekolah mengalami pelecehan oleh orang tak dikenal (OTK)
Dedi Mulyadi Datangi Samsat Soekarno Hatta, Plt Baru Langsung Diuji: Gak Boleh Lagi Ada Kejadian

Dedi Mulyadi Datangi Samsat Soekarno Hatta, Plt Baru Langsung Diuji: Gak Boleh Lagi Ada Kejadian

Setelah adanya polemik, Dedi Mulyadi datangi Samsat Soekarno Hatta, Plt yang baru ditunjuk langsung diuji oleh Gubernur: Gak boleh lagi ada kejadian.
Masyaallah, Jawa Barat Bakal Punya Listrik dari Sampah, Dedi Mulyadi Bocorkan Lokasi Pembangunan PSEL

Masyaallah, Jawa Barat Bakal Punya Listrik dari Sampah, Dedi Mulyadi Bocorkan Lokasi Pembangunan PSEL

Kabar baik dari Kang Dedi Mulyadi kalau Jawa Barat bakal punya listrik dari sampah. Hal ini menjadi sebuah inovasi yang menguntungkan warga Jabar
Harga Minyak Ambruk hingga 18 Persen Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Pasar Global Berubah Arah

Harga Minyak Ambruk hingga 18 Persen Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Pasar Global Berubah Arah

Harga minyak dunia anjlok tajam hingga 18 persen usai gencatan senjata AS-Iran. Simak analisis, proyeksi, dan dampaknya ke ekonomi global.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Rekor pertemuan menjadi sorotan utama jelang duel Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto kontra Vietnam pada babak semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT