Betrand Peto Bandingkan Perhatian Ruben Onsu, Ahli Tarot Terawang Isi Hatinya pada Sarwendah
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @sarwendah29 @ruben_onsu
Bahkan, Sarwendah masih sering menyiapkan bekal untuk Betrand meski ia sudah kuliah, menandakan tidak pernah lepas tangan dalam mengurusnya.
Di sisi lain, Betrand juga membandingkan perlakuan Ruben Onsu yang disebut lebih detail dalam menyiapkan kebutuhan pakaian.
Ia mengungkap, “Kalau sama ayah aku disiapin, bahkan ini semua di ayah yang siapin barang baju-bajuannya.”
Pernyataan itu pun ramai dibahas netizen dan menarik perhatian ahli tarot Jeng Nimas.
Melalui kartu tarot, Jeng Nimas mencoba menerawang apa yang sebenarnya dirasakan Betrand hingga sempat “keceplosan” berbicara di depan publik.
Kartu tarot pertama yang muncul adalah Instinct. Jeng Nimas menjelaskan, “Insting naluri, ada simbol serigala berbulu domba.”

Jeng Nimas Terawang Isi Hati Betrand Peto pada Bunda Sarwendah. (Sumber: YouTube Jeng Nimas)
Ia kemudian mengurai latar belakang Betrand yang diadopsi di usia cukup besar sehingga memahami kondisi masa lalu dan masa kini keluarganya.
Menurut Jeng Nimas, Betrand sudah dua kali merasakan dampak perceraian orang tua.
“Betrand kan sudah pernah mengalami korban dari perceraian orang tua dan korban dari perceraian bunda dan ayahnya saat ini adalah korban yang untuk kedua kalinya,” ujarnya.
Kondisi itu membuat Betrand dinilai memahami betul risiko dan konsekuensi yang harus dihadapi anak-anak dalam situasi tersebut.
Ia juga menyinggung perubahan peran Sarwendah setelah menjadi orang tua tunggal.
“Kalau dulu saat masih bersama, bundamu ini bisa lebih fokus pada rumah tangganya… Nah, saat ini kalau bundamu sebagai single parent juga harus kerja, juga harus ngurusi anak-anak, tentunya ada sesuatu yang harus terkalahkan di sini,” kata Jeng Nimas.
Meski demikian, Jeng Nimas menilai Betrand sudah cukup dewasa untuk memahami situasi tersebut.
“Untungnya kamu sudah besar. Jadi, mestinya kamu paham betul apa yang dilakoni bundamu ini, bekerja keras demi anak-anaknya,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini adalah risiko dari perceraian yang merupakan kesalahan kedua orang tua, bukan salah satu pihak saja.
Di akhir terawangannya, Jeng Nimas mengingatkan agar publik tidak menyalahkan satu sisi.
Load more