News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sikapi Polemik Paspor Anak WNA Inggris, Bobon Santoso Sesalkan Dwi Sasetyaningtyas Penerima LPDP: Kami Bangga sebagai WNI!

Bobon Santoso menyoroti kontroversi Dwi Sasetyaningtyas (Tyas), alumni penerima LPDP yang pamer paspor anaknya menjadi WNA Inggris lebih baik ketimbang WNI.
Minggu, 22 Februari 2026 - 21:39 WIB
Bobon Santoso soroti kontroversi Dwi Sasetyaningtyas
Sumber :
  • Kolase Instagram/@bobonsantoso/@sasetyaningtyas

Jakarta, tvOnenews.com - Konten kreator Bobon Santoso menyikapi kontroversi Dwi Sasetyaningtyas. Sorotannya menyusul ucapan bangga paspor anaknya menjadi warga negara asing (WNA) Inggris viral.

Bobon Santoso memberikan sindiran berkelas kepada Dwi Sasetyaningtyas. Baginya, status Warga Negara Indonesia (WNI) sangat membanggakan walaupun dirinya memiliki keturunan Tionghoa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami bangga terlahir sebagai WNI," tulis Bobon Santoso dalam Instagram pribadinya, Minggu (22/2/2026).

Singgung Status Dwi Sasetyaningtyas sebagai Alumni LPDP

Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas
Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas
Sumber :
  • Sustaination

Kemudian, Bobon menyayangkan status Dwi Sasetyaningtyas. Tyas sapaan akrabnya dikenal sebagai alumni penerima beasiswa LPDP.

Tak hanya itu, suami Tyas, Arya Iwantoro juga berstatus alumni penerima LPDP. Bagian ini yang menjadi sorotan utama publik dalam menyikapi ucapan sang influencer.

Merujuk dari laman LPDP, beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pemerintah membiayai secara penuh bagi WNI yang melanjutkan studi Magister (S2) atau Doktor (S3) di luar negeri.

WNI setelah menerima beasiswa LPDP untuk menjadi SDM unggul. Berdasarkan skema dari LPDP, setelah lulus wajib berkontribusi dan kembali ke Indonesia selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun atau (2N+1).

Bobon meyakini kehadiran LPDP sangat diharapkan generasi bangsa Indonesia. Hal ini juga dirasakan langsung oleh Dwi Sasetyaningtyas.

"Menarik ya, waktu daftar beasiswa LPDP, bangga bilang ini kesempatan dari negara. Dibiayai uang rakyat, kuliah di luar negeri, dapat gelar, dapat jaringan, dapat masa depan yang lebih cerah. Semua atas nama Indonensia," tuturnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tyas menuntaskan kewajiban sebagai lulusan penerima LPDP sesuai ketentuan yang berlaku. Selepas itu, pendiri Sustaination tersebut menetap di Inggris.

Bantuan dari negara berbuah balasan dengan ucapan "Cukup aku saja yang jadi WNI, anakku jangan". Padahal, keberadaan Tyas di Inggris, berkat dampak dari LPDP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, negara ini cukup baik untuk membiayai pendidikanmu, tapi tidak cukup baik untuk masa depan anakmu? Negara ini layak jadi penopang mimpi, tapi tidak layak jadi identitas?," bebernya.

YouTuber itu semakin menyindir secara halus. Tyas dinilai sangat bangga terhadap status WNI kala menjadi penerima LPDP saat studi di Belanda.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BMKG Prakirakan Cuaca Jakarta Hujan Ringan Hingga Jumat Sore 

BMKG Prakirakan Cuaca Jakarta Hujan Ringan Hingga Jumat Sore 

BMKG memprakirakan  sebagian wilayah DKI Jakarta akan mengalami hujan ringan mulai Jumat siang hingga sore, dengan suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derajat Celsius.
Eredivisie Sudah Ketok Palu, Laga NAC Breda vs Go Ahead Eagles Resmi Diputuskan Tak Akan Diulang

Eredivisie Sudah Ketok Palu, Laga NAC Breda vs Go Ahead Eagles Resmi Diputuskan Tak Akan Diulang

Otoritas liga tertinggi Belanda, Eredivisie, resmi mengetuk palu dan menolak tuntutan dari NAC Breda untuk melakukan pertandingan ulang dengan Go Ahead Eagles.
Cuma Duduk Manis di Bangku Cadangan, Elkan Baggott Bikin Langkah Ipswich Town Promosi ke Premier League Makin Mudah

Cuma Duduk Manis di Bangku Cadangan, Elkan Baggott Bikin Langkah Ipswich Town Promosi ke Premier League Makin Mudah

Meskipun kembali jadi dicadangkan sekembalinya dari bela Timnas Indonesia, namun Elkan Baggott justru semakin dekat bawa Ipswich Town promosi ke Premier League.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Trending: Warga Jabar Serbu Akun Samsat, Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Sopir Angkot, KDM Mendadak Minta Maaf

Trending: Warga Jabar Serbu Akun Samsat, Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Sopir Angkot, KDM Mendadak Minta Maaf

Kabar soal Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendominasi perhatian publik. Mulai dari penonaktifan pejabat Samsat hingga permintaan maaf KDM, ini rangkumannya.
5 Weton yang Cintanya Bersemi Indah pada 11 April 2026, Sabtu Kliwon Ada Pertemuan Tak Terduga dengan Si Dia

5 Weton yang Cintanya Bersemi Indah pada 11 April 2026, Sabtu Kliwon Ada Pertemuan Tak Terduga dengan Si Dia

Berikut lima weton yang diramalkan akan mengalami kisah asmara paling manis dan penuh keajaiban di tanggal 11 April 2026.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi diminta evaluasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, buntut kasus ibu nyaris kehilangan bayi akibat keteledoran petugas rumah sakit.
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Hujan Es Guyur Kota Malang, BPBD Minta Warga Tak Panik dan Pahami Fenomena Alam

Hujan Es Guyur Kota Malang, BPBD Minta Warga Tak Panik dan Pahami Fenomena Alam

Masyarakat Kota Malang, Jawa Timur, diimbau untuk tetap tenang dalam menghadapi fenomena hujan es yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (9/4/2026) siang. 
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT