Sikapi Polemik Paspor Anak WNA Inggris, Bobon Santoso Sesalkan Dwi Sasetyaningtyas Penerima LPDP: Kami Bangga sebagai WNI!
- Kolase Instagram/@bobonsantoso/@sasetyaningtyas
Tyas mengenyam pendidikan di jurusan Sustainable Energy Technology. Berkat beasiswa LPDP, ia menjadi lulusan Delft University of Technology di Belanda.
"Ironisnya, saat butuh fasilitas dan dukungan, status WNI terasa begitu berharga. Tapi saat bicara komitmen jangka panjang, tiba-tiba nasionalisme jadi opsional," jelasnya.
"Kalau memang sejak awal merasa Indonesia bukan tempat yang pantas untuk generasi berikutnya, pertanyaannya sederhana: Kenapa dulu merasa pantas menerima pembiayaan dari negara ini?," tambah dia sambil bertanya-tanya.
Bobon mengetahui pernyataan permintaan maaf dari Tyas. Sang influencer memiliki perasaan sendiri terhadap kondisi yang terjadi di Indonesia.
Ia memahami terkait paspor anaknya menjadi warga negara Inggris sebagai kebanggaan. Hal itu merupakan bagian pilihan masing-masing orang tua maupun individu.
"Pada akhirnya, persoalannya bukan soal pilihan kewarganegaraan, tapi soal konsistensi antara apa yang diterima dan apa yang dikembalikan. Indonesia bukan pilihan kedua, Indonesia harus kita perjuangkan bersama," tegasnya.
Sebelumnya, sebuah konten Tyas mendadak viral di Threads yang kemudian merebak di berbagai platform media sosial. Dilihat dari akun X @blaugrana1O, Tyas memamerkan anaknya memiliki paspor warga negara Inggris.
"Akhirnya paket yang akuu tunggu-tunggu selama empat bulan ke belakang sampai juga. Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang mengubah nasib dan masa depan anak-anakku," ucap Tyas.
Selepas itu, Tyas membuat pernyataan kontroversi. Bagi dia, paspor menjadi kewarganegaraan Inggris lebih baik ketimbang WNI.
"Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ungkapnya.
Ucapan itu langsung menimbulkan amarah publik. Status Tyas sebagai alumni penerima LPDP menjadi bulan-bulanan publik.
Ucapan kontroversi tersebut juga menyeret suami Tyas, Arya Iwantoro hingga mertuanya, Syukur Iwantoro sebagai mantan pejabat tinggi di Kementan.
Sontak, Tyas meminta maaf karena ucapan kontroversi yang membuat kegaduhan di ruang publik. Ia menyadari suara hatinya tidak seharusnya diumbar lewat konten di media sosial.
Load more