News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Upaya Hukum Lisnawati Laporkan Ayah Nizam Syafei atas Dugaan Penelantaran Anak

Upaya hukum Lisnawati berlanjut, ibu kandung Nizam Syafei laporkan ayah kandung ke Polres Sukabumi atas dugaan penelantaran anak dan kelalaian. Simak beritanya!
Rabu, 25 Februari 2026 - 13:26 WIB
Anwar Satibi dan Lisnawati, kedua orang tua Nizam Syafei bocah asal Sukabumi meninggal dunia diduga dianiaya ibu tiri
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo & tvOneNews

tvOnenews.com - Upaya hukum Lisnawati melaporkan ayah Nizam Syafei atas dugaan penelantaran anak terus bergulir. 

Ibu kandung Nizam Syafei itu resmi mendatangi Polres Sukabumi untuk mengadukan mantan suami sirinya yang merupakan ayah kandung Nizam. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini menjadi bagian dari perjuangan Lisnawati mencari keadilan atas kepergian Nizam Syafei.

nizam
Upaya Hukum Lisnawati Laporkan Ayah Nizam Syafei atas Dugaan Penelantaran Anak. (Sumber: YouTube Intens Investigasi)

Sebelumnya, Lisnawati juga telah mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Kini, laporan resmi dilayangkan ke Polres Sukabumi dengan dugaan kelalaian, pembiaran, atau penelantaran anak terhadap Anwar selaku ayah kandung Nizam.

Berdasarkan bukti yang dikantongi pihak Lisnawati, ayah kandung Nizam diduga membiarkan anaknya dalam kondisi sakit tanpa segera dibawa ke rumah sakit. 

Bahkan disebutkan adanya percakapan pesan singkat sebelum Nizam meninggal dunia.

Kuasa hukum Lisnawati, Krisna Murti, dalam keterangannya di kanal YouTube Intens Investigasi pada 25 Februari 2026 menyampaikan, “Sekali lagi dari awal bahwa klien kami seorang ibu yang kehilangan anaknya. Artinya bahwa dia melapor sebagai korban yang telah kehilangan anaknya.”

Ia menambahkan, “Jadi patut diduga kan adanya kelalaian dan pembiaran di sini. Maka klien kami menguasakan kepada kami untuk melapor saudara AS.”

Krisna Murti juga menjelaskan, “AS ini adalah ayah daripada almarhum Nizam begitu loh. Karena kenapa kan kita anggap itu adalah kelalaian dan penelantaran. Karena ada SMS chat sebelum almarhum meninggal, sebelum almarhum meninggal chatnya itu dalam bahasa Sunda tuh seperti apa? Dijelasin chatnya.”

Lisnawati kemudian mengungkap kondisi anaknya saat itu. “Udah mau itu gitu sakit. Heeh. Terus bahkan si raja sakit sampai sakit paru-paru ngomongnya. Heeh.”

Krisna Murti kembali bertanya, “Terus Teteh bilang gimana?”

Kakak Lisnawati menjelaskan, “Jadi intinya begini chat dari bapaknya ke ini tanggal 17 Februari ya. Jadi dua hari sebelum meninggal istrinya menyampaikan bahwa Nizam nih sakit di rumah. Dia bilang kenapa enggak jual ke rumah sakit? ‘Ya biarin aja sampai kalaupun dia meninggal tinggal dimakamin di pemakaman keluarga dekat bapaknya si bapak ini yang kita laporkan.’”

Krisna Murti kembali menanyakan respons saat diminta membawa ke rumah sakit. “Kemarin ketika diminta dibawa ke rumah sakit dia jawabnya apa?”

Lisnawati menjawab, “Belum ada waktu. Masih sibuk.”

Krisna Murti menegaskan kembali, “Belum ada waktu sampai sibuk. Terus kalau apa?”

Lisnawati mengatakan, “Kalaupun meninggal, ikhlaskan.”

Tim kuasa hukum lainnya turut menjelaskan dasar pelaporan. “Nah, pasalnya disebutkan yang kita laporkan itu Pasal 76 B juncto Pasal 77B. Nah, di situlah pembiaran bahkan baru dibawa ke rumah sakit besoknya. Padahal dilihat ada luka lebam, luka bakar. Di situlah pembiarannya dan ibunya sudah sampaikan kenapa enggak langsung dibawa ke rumah sakit hingga menyebabkan si anak meninggal dunia.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lisnawati berharap laporan ini dapat mengungkap fakta yang sebenarnya dan memberikan kejelasan hukum atas peristiwa yang menimpa Nizam Syafei.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT