Kronologi Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Bandara Jeddah Akibat Konflik Amerika-Israel Melawan Iran
- Kabar Utama
Banyak Maskapai Terdampak
Terkait jumlah jemaah asal Indonesia yang mengalami hal serupa, Raisa mengaku tidak mengetahui angka pastinya.
“Untuk jumlah persisnya saya kurang tahu, tapi saya yakin ini seharusnya dari pemerintah kita pasti punya datanya ya terkait jemaah yang sudah pergi tapi belum pulang itu pasti ada data konkretnya karena sebelum keberangkatan kami semuanya terdaftar secara resmi,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pada malam kejadian cukup banyak maskapai yang membatalkan penerbangan.
“Nah, tapi kalau sepenglihatan di bandara ketika hari H itu cukup banyak, mungkin ada sekitar lima maskapai, Mbak. Karena kalau dilihat itu yang tercancel flight-nya pada malam itu cukup banyak ya. Dan memang rata-rata mereka itu memilih opsi apakah stay di Jeddah atau mungkin balik ke Makkah atau Madinah,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini sudah tidak banyak jamaah yang menunggu di bandara kecuali mereka yang memiliki jadwal penerbangan langsung.
“Tapi kalau per hari ini tadi siang saya habis balik dari King Abdul Aziz lagi, untuk yang tertunda sih sudah tidak ada yang standby di bandara karena isunya juga sudah dua hari yang lalu begitu ya. Cuman yang tadi standby di bandara hanya yang memang mereka fix berangkat direct flight. Tadi beberapa ada yang menuju ke Makassar, ada juga yang direct ke Jakarta itu dengan armada Garuda Indonesia dan juga Lion Air,” tuturnya.
Belum Ada Koordinasi dengan KJRI
Terkait komunikasi dengan KJRI, Raisa mengaku hingga kini belum ada koordinasi langsung. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mencari tiket pulang.
“Ya, untuk saat ini dari saya dan keluarga selaku jemaah umrah yang sudah selesai melaksanakan ibadah, kami saat ini jujur Mbak fokus utamanya adalah menemukan alternatif untuk tiket pulang dulu gitu. Karena ini kan kalau kita tunda terus kepastian tiket pulangnya belum ada, kita juga makan biaya ya gitu untuk biaya tinggal, biaya transportasi, dan lain sebagainya, pangan juga,” ujarnya.
Load more