Kasus Denada vs Ressa Rizky Rossano Memanas, Pengakuan Sang Ibu Dipertanyakan Lagi
- Kolase tvOnenews.com / YouTube MNCTVrumahnyadangdut - HepiNews
tvOnenews.com - Perseteruan hukum antara Denada dan putranya, Ressa Rizky Rossano, kembali menjadi perhatian publik. Konflik keluarga yang berujung gugatan perdata ini terus bergulir di pengadilan tanpa tanda-tanda akan segera berakhir. Bahkan, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa polemik terkait pengakuan terhadap Ressa kembali menjadi sorotan.
Berlanjutnya agenda persidangan hingga tahap jawab-menjawab menjadi tanda bahwa hingga kini pihak Denada maupun Ressa Rizky Rossano belum menemukan titik temu dalam konflik yang mereka hadapi.
Sengketa antara Denada dan Ressa Rizky Rossano yang sebelumnya sempat mereda kini kembali memanas seiring dengan berbagai perkembangan baru yang terungkap dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, baik pihak Denada maupun Ressa Rizky Rossano sebenarnya sempat menyampaikan bahwa pintu damai atau mediasi di luar pengadilan tidak pernah ditutup. Namun hingga kini, upaya tersebut belum juga membuahkan hasil.
Situasi ini membuat perkara hukum tetap berjalan sesuai proses di pengadilan. Bahkan, menurut kuasa hukum Ressa, tidak ada perkembangan lanjutan terkait kemungkinan perdamaian antara kedua pihak.
Muhhamad Firdaus Yulianto selaku kuasa hukum Ressa Rizky Rossano mengungkapkan hal tersebut dalam unggahan YouTube Cumicumi pada 8 Maret 2026.
“Tidak ada, tidak, tidak ada kelanjutan. Dan juga perlu dicatat juga ya nampaknya pun juga perlu dibawahi penggugat ini kan ada tiga dan ketiganya itu pun juga memiliki petitum ataupun memiliki permintaan yang berbeda gitu,” ujar Firdaus.
Dalam gugatan yang diajukan, terdapat beberapa tuntutan yang berbeda dari para penggugat.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah permintaan pengakuan dari Denada terhadap Ressa Rizky Rossano.
Firdaus menjelaskan bahwa kliennya secara tegas meminta pengakuan tersebut, sementara penggugat lainnya mengajukan tuntutan yang berbeda.
“Ressa minta pengakuan, dari pihak penggugat dua dan penggugat ketiga pun juga minta ganti rugi karena ini kan gugatan perbuatan melawan hukum. Jadi kita minta ganti rugi,” jelas Firdaus.
Menurutnya, dalam dokumen jawaban dari pihak tergugat, pernyataan terkait pengakuan tersebut dianggap belum cukup tegas.
“Ressa mendapatkan pengakuan itu kan secara normatif kan baru disampaikan melalui jawaban dan itu pun jawabannya itu pun juga tidak menegaskan bahwa Ressa itu adalah anaknya namun hanya menyampaikan sejak awal tergugat ini tidak pernah tidak mengakui Ressa sebagai anaknya. Nah, kan itu kan penyampaiannya kan itu. Jadi tidak tegas kami mengatakan itu,” lanjutnya.
Firdaus juga menyoroti redaksi jawaban yang disampaikan pihak tergugat dalam persidangan.
Menurutnya, pernyataan tersebut masih menimbulkan penafsiran yang berbeda sehingga belum bisa dianggap sebagai pengakuan yang jelas.
“Jadi dalam jawabannya hanya menyampaikan tergugat ini mempertegas jawaban singkat namun dapat menjelaskan secara keseluruhan yakni tergugat ini tidak pernah tidak mengakui Al Ressa Rizky Rossano itu sebagai anak kandung tergugat gitu,” katanya.
Meski demikian, pihak Ressa tetap menghormati pernyataan yang disampaikan pihak tergugat dan akan menanggapinya dalam tahap persidangan berikutnya.
“Jadi penyampaian seperti itu ya gak apa-apa sih itu hak mereka gitu nanti akan kita tanggapi dalam repliknya nanti,” ujar Firdaus.
Di tengah bergulirnya kasus ini, sikap Ressa Rizky Rossano juga tak luput dari perhatian publik.
Jika sebelumnya ia kerap muncul di hadapan publik dan menyuarakan tuntutannya secara emosional, belakangan sikapnya terlihat jauh lebih tenang.
Ressa tidak lagi terlihat sering muncul di hadapan publik untuk menagih pengakuan dari sang ibu.
Bahkan, momen emosional yang sebelumnya sempat menjadi sorotan, seperti tangisannya saat membicarakan konflik keluarga, kini tidak lagi terlihat.
Perubahan sikap tersebut justru menimbulkan berbagai pertanyaan dari masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus Denada dan Ressa Rizky Rossano.
Banyak yang menilai bahwa langkah tersebut mungkin menjadi strategi untuk fokus pada proses hukum yang sedang berlangsung di pengadilan.
Seiring berjalannya waktu, publik kini menantikan bagaimana kelanjutan proses persidangan yang melibatkan Denada dan Ressa Rizky Rossano.
Apakah konflik keluarga ini akan menemukan titik terang melalui jalur hukum, atau justru membuka peluang baru untuk perdamaian di masa mendatang.
(anf)
Load more