News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

​​​​​​​Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Telepon Langsung Pekerja Asal Sumedang di Papua Usai Video Aduan Viral

Dedi Mulyadi telepon langsung pekerja asal Sumedang di Papua yang mengadu ingin pulang setelah video mereka viral di media sosial. Simak beritanya di sini!
Kamis, 12 Maret 2026 - 04:57 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tanggapi Aduan Pekerja Asal Sumedang di Papua
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat/YouTube Dedi Mulyadi

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi aduan sejumlah pekerja asal Sumedang yang mengaku terlantar di Papua dan meminta dipulangkan ke daerah asal mereka. 

Aduan tersebut sebelumnya viral di media sosial setelah para pekerja menyampaikan keluhan mereka secara langsung kepada Dedi Mulyadi melalui sebuah video.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video yang juga diunggah di kanal YouTube pribadinya, Dedi Mulyadi mendengarkan keluh kesah para pekerja yang berasal dari Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang. 

dedi mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Telepon Langsung Pekerja Asal Sumedang di Papua Usai Video Aduan Viral. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)

Mereka mengaku berangkat ke Papua setelah dijanjikan pekerjaan di proyek infrastruktur, namun situasi yang dihadapi di lapangan tidak sesuai dengan harapan.

Para pekerja tersebut awalnya ditawari pekerjaan oleh seseorang bernama Denny atau yang dikenal dengan sebutan Den Bray. Mereka mengaku hanya diantar hingga Bandara Soekarno-Hatta sebelum akhirnya berangkat sendiri ke Papua.

Setibanya di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, mereka diminta membantu pembangunan sejumlah fasilitas seperti tempat penyimpanan senjata dan dapur umum di area Kodim Yahukimo. Namun, karena mandor yang merekrut mereka tidak ikut ke Papua, para pekerja merasa ditinggalkan tanpa kepastian.

Dalam percakapan tersebut, Dedi Mulyadi mencoba menggali informasi mengenai kondisi kerja dan sistem pembayaran yang dijanjikan kepada para pekerja.

“Kemudian Pak mandor Jayapuranya ngasih tahu ke bapak, sehari bapak kerja berapa bapak diupahnya?” tanya Dedi Mulyadi.

Perwakilan warga Sumedang menjawab bahwa mereka dijanjikan upah harian sebesar Rp250 ribu hingga Rp200 ribu.

Dedi Mulyadi kemudian menanyakan sistem pembayaran yang dijanjikan kepada mereka. Para pekerja mengatakan bahwa upah seharusnya dibayarkan setiap dua minggu sekali. Namun hingga minggu ketiga, mereka mengaku belum menerima pembayaran.

Meski begitu, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa situasi tersebut perlu dipahami secara objektif. Menurutnya, para pekerja sebenarnya tetap akan dibayar sesuai pekerjaan yang telah dilakukan, hanya saja proses pembayaran kemungkinan menunggu mekanisme proyek.

“Artinya gini, kita kan harus memisahkan antara bapak sakit dengan bapak bekerja. Bapak bekerja mah berarti bapak dibayar dong, cuma belum dibayarkan karena waktu kerjanya belum dua minggu, benerkan?” ujar Dedi Mulyadi.

Para pekerja pun mengiyakan penjelasan tersebut. Namun mereka mengaku menghadapi masalah lain yang membuat kondisi mereka semakin sulit, yakni kesehatan.

Perwakilan pekerja mengungkapkan bahwa beberapa dari mereka terserang malaria sehingga kondisi fisik menjadi lemah. Hal ini membuat mereka tidak lagi fokus untuk bekerja.

Selain itu, mereka juga mengaku telah mencoba menghubungi Den Bray yang sebelumnya menjanjikan pekerjaan tersebut. Namun janji untuk memberikan tiket kepulangan hingga kini belum juga terwujud.

Dalam percakapan tersebut, Dedi Mulyadi juga menanyakan harapan para pekerja yang mengadu kepadanya. Para pekerja dengan jujur menyampaikan keinginan mereka untuk pulang ke kampung halaman.

“Terus terang aja Pak, kami sama anak-anak ini kami mau pulang aja Pak,” kata salah satu pekerja asal Sumedang.

Para pekerja menjelaskan bahwa selain karena kondisi kesehatan, mereka juga merasa tidak aman berada di daerah tersebut karena dikenal sebagai wilayah rawan konflik.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa keputusan bekerja di daerah tertentu harus dipertimbangkan dengan matang sejak awal.

Meski begitu, Dedi Mulyadi tetap berusaha mencari solusi agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di antara warga Jawa Barat lainnya yang bekerja di wilayah yang sama.

“Saya kan tidak boleh bertindak yang membuat kecemburuan. Warga Jabar yang di situ yang bekerja ada berapa orang?” ujar Dedi Mulyadi.

Ia kemudian meminta agar dilakukan pendataan terlebih dahulu terhadap warga Jawa Barat lainnya yang berada di lokasi tersebut.

“Jadi saya minta coba cek dulu warga Jabar yang ada di sana berapa orang, biar kalau mau ada pemulangan sekalian dengan semua warga Jabar yang di sana yang mau pulang,” kata Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya untuk satu kelompok saja, tetapi harus mempertimbangkan kepentingan warga Jawa Barat lainnya.

“Jangan hanya bapak saja, nanti begitu bapak pulang yang lain iri pengen pulang gitu loh Pak. Jadi bukan kepentingan bapak saja yang saya layani, jadi saya juga harus melayani kepentingan warga Jabar yang lain di sana yang nanti pengen pulang juga gitu loh,” jelasnya.

Menindaklanjuti aduan tersebut, Dedi Mulyadi kemudian berkoordinasi dengan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, untuk memfasilitasi kepulangan para pekerja.

Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan proses pemulangan akan dikawal mulai dari Bandara Dekai menuju Sentani, kemudian dilanjutkan ke Bandara Soekarno-Hatta hingga para pekerja kembali ke daerah asal mereka dengan selamat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bupati Sumedang periode 2025–2030, Dony Ahmad Munir, juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk membantu proses kepulangan warga Kecamatan Wado tersebut agar mereka dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi sehat dan aman.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Teken MOU Bersama AFF, FIFA Putuskan Indonesia dan Hong Kong Sebagai Tuan Rumah ASEAN Cup

Teken MOU Bersama AFF, FIFA Putuskan Indonesia dan Hong Kong Sebagai Tuan Rumah ASEAN Cup

ASEAN Football melaporkan bahwa FIFA dan AFF telah meneken MOU untuk menggelar ASEAN Cup edisi pertama dalam Kongres FIFA.
Bung Ropan Sebut John Herdman Sudah ‘Kunci’ Skuad Inti Timnas Indonesia, Nama Besar yang Absen Dipastikan Aman

Bung Ropan Sebut John Herdman Sudah ‘Kunci’ Skuad Inti Timnas Indonesia, Nama Besar yang Absen Dipastikan Aman

Jelang Piala AFF 2026, keputusan berani datang dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang tidak memasukkan sejumlah nama besar skuad Garuda. Ternyata...
Interogasi Skandal Liga Italia Digelar Hari ini: Gianluca Rocchi Mangkir, Pengawas VAR Tetap Penuhi Panggilan Kejaksaan

Interogasi Skandal Liga Italia Digelar Hari ini: Gianluca Rocchi Mangkir, Pengawas VAR Tetap Penuhi Panggilan Kejaksaan

Penunjuk wasit Liga Italia nonaktif, Gianluca Rocchi, bakal mangkir dari panggilan interogasi dari Kejaksaan. Namun, pengawas VAR Andrea Gervasoni bakal tetap hadir di Guardia di Finanza.
Terkena Razia dan Tertangkap Mengemudi dalam Keadaan Mabuk, Ini Hukuman yang Diterima Setter 'Juara V League' dari KOVO

Terkena Razia dan Tertangkap Mengemudi dalam Keadaan Mabuk, Ini Hukuman yang Diterima Setter 'Juara V League' dari KOVO

Setter andalan dari tim yang menjadi Juara V League, GS Caltex yakni Ahn Hye-jin, beberapa waktu lalu tersandung kasus hukum yang cukup serius di Korea Selatan.
Buka Kantor di Mal dan Tipu Puluhan Korban, Pemilik Biro Umrah Jadi Tersangka

Buka Kantor di Mal dan Tipu Puluhan Korban, Pemilik Biro Umrah Jadi Tersangka

Pemilik usaha perjalanan haji dan umrah Al Amanah Semarang, HU ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dalam kasus dugaan penipuan atau penggelapan terhadap belasan calon jamaah umrah yang batal berangkat ke Tanah Suci.
Bung Ropan Sebut Timnas Indonesia U19 Asuhan Nova Arianto Jadi yang Paling Ditakuti di Piala AFF U19 2026

Bung Ropan Sebut Timnas Indonesia U19 Asuhan Nova Arianto Jadi yang Paling Ditakuti di Piala AFF U19 2026

Bung Ropan menyebut Timnas Indonesia U19 sebagai lawan yang paling ditakuti di Piala AFF U19 2026. Bukan VIetnam ataupun Thailand, tetapi Timnas Indonesia U19.

Trending

Rizky Ridho Siap Tinggalkan Persija? Sinyal Kuat Abroad Pemain Timnas Indonesia

Rizky Ridho Siap Tinggalkan Persija? Sinyal Kuat Abroad Pemain Timnas Indonesia

Jika benar hengkang dari Persija Jakarta, ada beberapa opsi menarik yang bisa dipilih Rizky Ridho untuk abroad. Salah satunya adalah FCV Dender di Liga Belgia
Reaksi Berkelas Mathew Baker usai Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Arab Saudi Jelang Piala Asia U-17 2026

Reaksi Berkelas Mathew Baker usai Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Arab Saudi Jelang Piala Asia U-17 2026

Mathew Baker memberikan reaksi berkelas seiring dengan kekalahan Timnas Indonesia U-17 dari Arab Saudi. Ini menjadi modal buruk jelang Piala Asia U-17 2026.
Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Nama Million Manhoef kembali mencuri perhatian. Winger yang pernah tolak bela Timnas Indonesia itu kini jadi buruan klub Eropa, termasuk raksasa Belanda, Ajax.
Tok! Megawati Hangestri Masuk Roster Hyundai Hillstate: Fantatis, Segini Gajinya di Liga Voli Korea Musim 2026/2027

Tok! Megawati Hangestri Masuk Roster Hyundai Hillstate: Fantatis, Segini Gajinya di Liga Voli Korea Musim 2026/2027

Berdasarkan data dari Volleybox per 30 April 2026, nama Megawati Hangestri sudah tercantum dalam daftar tujuh pemain Hyundai E&C Hillstate untuk musim baru. 
Al Nassr Tekuk Al Ahli 2-0, Cristiano Ronaldo Cetak Gol Lagi dan Kian Dekat dengan Rekor 1.000 Gol

Al Nassr Tekuk Al Ahli 2-0, Cristiano Ronaldo Cetak Gol Lagi dan Kian Dekat dengan Rekor 1.000 Gol

Dalam laga bertajuk big match yang digelar pada Kamis (30/4/2026) dini hari WIB, Al Nassr sukses mengamankan kemenangan krusial 2-0 atas rival mereka, Al Ahli.
Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) tidak memperintahkan pemasangan spanduk penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada 30 April hingga 7 Agustus 2026.
Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Lebih dari sekadar pulih, keputusan Megawati Hangestri kembali ke liga voli Korea juga didorong oleh ambisi yang belum tuntas. Dua musim bersama Red Sparks
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT